#stopkriminalisasimahasiswa

images and videos

Setelah sempat di jegal dan di larang penayangannya karena belum lulus sensor akhirnya kami Bisa kembali menayangkan sebuah mahakarya yang sangat luar binasa.
Sebuah Film legenda terpopuler sepanjang sejarah peperangan clan konoha dan akatsuki yang berjudul "KERA SAKIT" !
Selamat menikmati. Kalo kurang tambah aja nasinya, jgn malu malu anggap aja rumah sendiri.

Produser : @metrotivuofficial
Pengisi suara : @basukibtp

#divisihumassuap#islamantihoax#islamrahmatanlilalamin#stopkriminalisasiulama#kembalikanahokkecipinang#stopsebarfitnah#kamibersamaulama#bongkarkedzoliman#rezimkekinian#persekusi#divisihumaskamvret#stopkriminalisasiulama#stopkriminalisasimahasiswa#polisipembunuh#polisipemerkosa#polisisuap#polisibudak#polisigoblok#PejatenDiAmerika#metrotivuofficial#kerasakit#ahok#tai#ahokers#jamsev#jokowi#jokowiahok#dimanaahok
goblok.permanen

Setelah sempat di jegal dan di larang penayangannya karena belum lulus sensor akhirnya kami Bisa kembali menayangkan sebuah mahakarya yang sangat luar binasa.
Sebuah Film legenda terpopuler sepanjang sejarah peperangan clan konoha dan akatsuki yang berjudul "KERA SAKIT" !
Selamat menikmati. Kalo kurang tambah aja nasinya, jgn malu malu anggap aja rumah sendiri.

Produser : @metrotivuofficial
Pengisi suara : @basukibtp

#divisihumassuap#islamantihoax#islamrahmatanlilalamin#stopkriminalisasiulama#kembalikanahokkecipinang#stopsebarfitnah#kamibersamaulama#bongkarkedzoliman#rezimkekinian#persekusi#divisihumaskamvret#stopkriminalisasiulama#stopkriminalisasimahasiswa#polisipembunuh#polisipemerkosa#polisisuap#polisibudak#polisigoblok#PejatenDiAmerika#metrotivuofficial#kerasakit#ahok#tai#ahokers#jamsev#jokowi#jokowiahok#dimanaahok

πŸ’¬ 1Normal

[MAHASISWA DIKRIMINALISASI KAMPUS REPRESIF]

Apa jadinya jika pihak kampus melaporkan mahasiswa ke pihak berwajib? Terlebih karena melakukan pembelaan atas keadilan yang seharusnya didapatkan oleh seluruh mahasiswa?

Mirisnya, hal tersebut terjadi di negeri kita tercinta ini. Polemik mahasiswa dilaporkan oleh pihak kampus kembali terjadi. Kejadian ini terjadi di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan.

Tidak berbeda jauh dengan kasus yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pelaporan Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya disebabkan oleh demo yang dilakukan mahasiswa guna mengkritik kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT)

Apa kah itu salah mahasiswa yang terlalu agresif dalam meminta keadilan?
Baca selengkapnya agar tidak menimbulkan salah prasangkaπŸ‘‡
https://goo.gl/4LhRrr (swipe left)

#StopKriminalisasiMahasiswa
#KamiMelawanRepresifitas
#UNSRI
.
.
---------------------------
Departemen Kajian Strategis
BEM KM FKM UNAND
Kabinet AKRAB
Aktif, Kreatif, dan Kolaboratif
BEM KM FKM UNAND

[MAHASISWA DIKRIMINALISASI KAMPUS REPRESIF]

Apa jadinya jika pihak kampus melaporkan mahasiswa ke pihak berwajib? Terlebih karena melakukan pembelaan atas keadilan yang seharusnya didapatkan oleh seluruh mahasiswa?

Mirisnya, hal tersebut terjadi di negeri kita tercinta ini. Polemik mahasiswa dilaporkan oleh pihak kampus kembali terjadi. Kejadian ini terjadi di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan.

Tidak berbeda jauh dengan kasus yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pelaporan Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya disebabkan oleh demo yang dilakukan mahasiswa guna mengkritik kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT)

Apa kah itu salah mahasiswa yang terlalu agresif dalam meminta keadilan?
Baca selengkapnya agar tidak menimbulkan salah prasangkaπŸ‘‡
https://goo.gl/4LhRrr (swipe left)

#StopKriminalisasiMahasiswa
#KamiMelawanRepresifitas
#UNSRI
.
.
---------------------------
Departemen Kajian Strategis
BEM KM FKM UNAND
Kabinet AKRAB
Aktif, Kreatif, dan Kolaboratif

πŸ’¬ 0Normal

[PERNYATAAN SIKAP FORUM BEM SE-KALSEL]

Perihal
Kriminalisasi Gerakan Mahasiswa

DEMOKRASI DIKEBIRI !!!
"Jika anda bersikap netral pada situasi ketidakadilan, maka sesungguhnya anda sudah berpihak pada penindasan."
- Desmond Tutu

HIDUP MAHASISWA!

Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi. Namun hari ini, beberapa kejadian yang mencederai nilai-nilai demokrasi bahkan dilakukan oleh oknum yang harusnya menjaga serta menanamkan demokrasi itu dalam tatanan kehidupan kita. Kampus menjadi angkuh dan antikritik, dengan kasus yang menimpa kawan2 mahasiswa Unnes, Unsri, Unram, dan  Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. 
Kini kampus mulai terlihat seram. Siapa yang mengkritik akan langsung dibungkam. Gerakan mahasiswa dianggap sebagai ancaman vital bagi eksistensi kampus. Lalu, apa bedanya kondisi kampus sekarang dengan zaman orba? Padahal sejatinya kampus adalah wadah Β untuk menjunjung tinggi kehidupan berdemokrasi.

Hal ini tentunya menciderai amanat UUD tahun 1945 pasal 28 E ayat (3) tentang kebebaaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum. 
Presiden BEM KM Unnes (Mohammad Adib) pekan lalu dipanggil sebagai saksi atas dugaan pelanggaran UU ITE. Dua orang mahasiswa Unnes yaitu Julio Belnanda Harianja dan Harist Ahmad Muzaki dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Mereka dilaporkan oleh Komandan Satpam Unnes atas kuasa Rektor Unnes. Padahal mereka hanya mengunggah piagam penghargaan kepada Menristekdikti atas tindakan yang dinilai menciderai ketunggalan UKT. Lagi, kritikan dianggap sebagai penghinaan ! Kampus tak lagi menjunjung nilai-nilai demokrasi. 
Sekarang Presiden BEM KM Unsri (Rahmat Farizal) dan 2 rekannya tak luput dari tindakan Refresif rektornya. Mereka dinonaktifkan statusnya sebagai mahasiswa karena dianggap telah melakukan perbuatan ancaman untuk merusak fasilitas kampus dan melakukan pengahasutan serta mencemarkan nama baik Unsri. Tidak segan-segan ia pun di laporkan ke Polres Ogan Ilir dan mendapatkan surat pemberhentian sementara dari kampus. Padahal mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi. Ketika aksi berlangsung pun mereka tertib dan tidak pernah merusak fasilitas kampus. (1/3)
BEM UNISKA 2016/2017

[PERNYATAAN SIKAP FORUM BEM SE-KALSEL]

Perihal
Kriminalisasi Gerakan Mahasiswa

DEMOKRASI DIKEBIRI !!!
"Jika anda bersikap netral pada situasi ketidakadilan, maka sesungguhnya anda sudah berpihak pada penindasan."
- Desmond Tutu

HIDUP MAHASISWA!

Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi. Namun hari ini, beberapa kejadian yang mencederai nilai-nilai demokrasi bahkan dilakukan oleh oknum yang harusnya menjaga serta menanamkan demokrasi itu dalam tatanan kehidupan kita. Kampus menjadi angkuh dan antikritik, dengan kasus yang menimpa kawan2 mahasiswa Unnes, Unsri, Unram, dan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
Kini kampus mulai terlihat seram. Siapa yang mengkritik akan langsung dibungkam. Gerakan mahasiswa dianggap sebagai ancaman vital bagi eksistensi kampus. Lalu, apa bedanya kondisi kampus sekarang dengan zaman orba? Padahal sejatinya kampus adalah wadah Β untuk menjunjung tinggi kehidupan berdemokrasi.

Hal ini tentunya menciderai amanat UUD tahun 1945 pasal 28 E ayat (3) tentang kebebaaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.
Presiden BEM KM Unnes (Mohammad Adib) pekan lalu dipanggil sebagai saksi atas dugaan pelanggaran UU ITE. Dua orang mahasiswa Unnes yaitu Julio Belnanda Harianja dan Harist Ahmad Muzaki dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Mereka dilaporkan oleh Komandan Satpam Unnes atas kuasa Rektor Unnes. Padahal mereka hanya mengunggah piagam penghargaan kepada Menristekdikti atas tindakan yang dinilai menciderai ketunggalan UKT. Lagi, kritikan dianggap sebagai penghinaan ! Kampus tak lagi menjunjung nilai-nilai demokrasi.
Sekarang Presiden BEM KM Unsri (Rahmat Farizal) dan 2 rekannya tak luput dari tindakan Refresif rektornya. Mereka dinonaktifkan statusnya sebagai mahasiswa karena dianggap telah melakukan perbuatan ancaman untuk merusak fasilitas kampus dan melakukan pengahasutan serta mencemarkan nama baik Unsri. Tidak segan-segan ia pun di laporkan ke Polres Ogan Ilir dan mendapatkan surat pemberhentian sementara dari kampus. Padahal mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi. Ketika aksi berlangsung pun mereka tertib dan tidak pernah merusak fasilitas kampus. (1/3)

πŸ’¬ 3Normal

Pernyataan Sikap BEM SI Wilayah Bali - Nusa Tenggara
Terkait Refresifitas dan Kriminalisasi Mahasiswa, Demokrasi Kampus Telah Hilang

HIDUP MAHASISWA!

Kehidupan demokrasi kampus kini hilang dan kembali tercoreng. Kampus yang seharusnya menjadi wadah pembelajaran dan pendidikan mahasiswa tak seharusnya melakukan tindakan yang refresif bahkan hingga sampai melakukan tindakan kriminalisasi terhadap mahasiswanya. Padahal mahasiswa hanya memberikan kritik untuk memperbaiki sistem yang ada. 
Kini kampus mulai terlihat seram. Siapa yang mengkritik akan langsung dibungkam. Gerakan mahasiswa dianggap sebagai ancaman vital bagi eksistensi kampus. Lalu, apa bedanya kondisi kampus sekarang dengan zaman orba?. Padahal sejatinya kampus adalah wadah  untuk menjunjung tinggi kehidupan berdemokrasi.

Hal ini tentunya menciderai amanat UUD tahun 1945 pasal 28 E ayat (3) tentang kebebaaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum. 
Presiden BEM KM Unnes (Mohammad Adib) pekan lalu dipanggil sebagai saksi atas dugaan pelanggaran UU ITE. Dua orang mahasiswa Unnes yaitu Julio Belnanda Harianja dan Harist Ahmad Muzaki dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Mereka dilaporkan oleh Komandan Satpam Unnes atas kuasa Rektor Unnes. Padahal mereka hanya mengunggah piagam penghargaan kepada Menristekdikti atas tindakan yang dinilai menciderai ketunggalan UKT. Lagi, kritikan dianggap sebagai penghinaan !. Kampus tak lagi menjunjung nilai-nilai demokrasi. 
Sekarang Presiden BEM KM Unsri (Rahmat Farizal) dan 2 rekannya tak luput dari tindakan Refresif rektornya. Mereka dinonaktifkan statusnya sebagai mahasiswa karena dianggap telah melakukan perbuatan ancaman untuk merusak fasilitas kampus dan melakukan pengahasutan serta mencemarkan nama baik Unsri. Tidak segan-segan ia pun di laporkan ke Polres Ogan Ilir dan mendapatkan surat pemberhentian sementara dari kampus. Padahal mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi. Ketika aksi berlangsung pun mereka tertib dan tidak pernah merusak fasilitas kampus. (1/2)
BEM KM Unnes

Pernyataan Sikap BEM SI Wilayah Bali - Nusa Tenggara
Terkait Refresifitas dan Kriminalisasi Mahasiswa, Demokrasi Kampus Telah Hilang

HIDUP MAHASISWA!

Kehidupan demokrasi kampus kini hilang dan kembali tercoreng. Kampus yang seharusnya menjadi wadah pembelajaran dan pendidikan mahasiswa tak seharusnya melakukan tindakan yang refresif bahkan hingga sampai melakukan tindakan kriminalisasi terhadap mahasiswanya. Padahal mahasiswa hanya memberikan kritik untuk memperbaiki sistem yang ada.
Kini kampus mulai terlihat seram. Siapa yang mengkritik akan langsung dibungkam. Gerakan mahasiswa dianggap sebagai ancaman vital bagi eksistensi kampus. Lalu, apa bedanya kondisi kampus sekarang dengan zaman orba?. Padahal sejatinya kampus adalah wadah untuk menjunjung tinggi kehidupan berdemokrasi.

Hal ini tentunya menciderai amanat UUD tahun 1945 pasal 28 E ayat (3) tentang kebebaaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.
Presiden BEM KM Unnes (Mohammad Adib) pekan lalu dipanggil sebagai saksi atas dugaan pelanggaran UU ITE. Dua orang mahasiswa Unnes yaitu Julio Belnanda Harianja dan Harist Ahmad Muzaki dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Mereka dilaporkan oleh Komandan Satpam Unnes atas kuasa Rektor Unnes. Padahal mereka hanya mengunggah piagam penghargaan kepada Menristekdikti atas tindakan yang dinilai menciderai ketunggalan UKT. Lagi, kritikan dianggap sebagai penghinaan !. Kampus tak lagi menjunjung nilai-nilai demokrasi.
Sekarang Presiden BEM KM Unsri (Rahmat Farizal) dan 2 rekannya tak luput dari tindakan Refresif rektornya. Mereka dinonaktifkan statusnya sebagai mahasiswa karena dianggap telah melakukan perbuatan ancaman untuk merusak fasilitas kampus dan melakukan pengahasutan serta mencemarkan nama baik Unsri. Tidak segan-segan ia pun di laporkan ke Polres Ogan Ilir dan mendapatkan surat pemberhentian sementara dari kampus. Padahal mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi. Ketika aksi berlangsung pun mereka tertib dan tidak pernah merusak fasilitas kampus. (1/2)

πŸ’¬ 1Normal

Geser [KRONOLOGI RESMI ALIANSI PEDULI UKT Semst 9 TERKAIT AKSI UKT UNSRI (3/8/17) DAN PEMUKULAN 2 MAHASISWA di KAMPUS UNSRI INDRALAYA ]

Hidup Mahasiswa!! Kami sampaikan kepada seluruh warga kampus Unsri, rekan-rekan media dan seluruh khalayak publik terkait kronologi resmi kami dari Aliansi Peduli UKT Semster 9.

Mari kita baca bersama hingga selesai dan cerdas dalam memilah dan memilih informasi.

TTD

ALIANSI MAHASISWA PEDULI UKT 9

#AliansiPeduliUKT 
#TolakUKTFULLSemester9 
#StopKriminalisasiMahasiswa
Okta Yoga Adilavonta

Geser [KRONOLOGI RESMI ALIANSI PEDULI UKT Semst 9 TERKAIT AKSI UKT UNSRI (3/8/17) DAN PEMUKULAN 2 MAHASISWA di KAMPUS UNSRI INDRALAYA ]

Hidup Mahasiswa!! Kami sampaikan kepada seluruh warga kampus Unsri, rekan-rekan media dan seluruh khalayak publik terkait kronologi resmi kami dari Aliansi Peduli UKT Semster 9.

Mari kita baca bersama hingga selesai dan cerdas dalam memilah dan memilih informasi.

TTD

ALIANSI MAHASISWA PEDULI UKT 9

#AliansiPeduliUKT
#TolakUKTFULLSemester9
#StopKriminalisasiMahasiswa

πŸ’¬ 0Normal

#Repost @defone05 (@get_repost)
・・・
Ketika ribuan mahasiswa turun kejalan itu artinya negara ini tidak baik - baik saja, ketika saya memakai almamater kuning ini, itu artinya hari penting saya, hari yang tidak ingin dilewatkan begitu saja. 
Sebelumnya kami telah menyuarakan aspirasi kami kepada bapak sendiri, ayahanda sendiri serta di rumah sendiri. Namun bapak menutup mata, menutup telinga seolah - olah kami ini adalah penjahat kampus, yang ingin merusak kampusnya sendiri. Lihat anakmu pak, dengarkan kami dimana bapak ketika kami datang, kami sangat ingin mendengarkan bapak berbicara dihadapan kami. Seharusnya kami tidak perlu datang kepada Wakil kami (DPRD). Kita selesaikan sendiri kita selesaikan dengan keluarga kita. Tapi apa yang kami dapatkan ? Bukan penyelesaian namun​ pukulan, terjangan yang di berikan kepada saudara kami. Kami sakit, semua Mahasiswa di negeri ini terluka atas tindakan kriminalisasi yang dilakukan pihak keamanan kampus serta keamanan masyarakat (kepolisian) yang semestinya tidak berada disini. Jika aspirasi mahasiswa di bungkam dan di hadiahkan dengan pukulan dan terjangan, APAKAH INI YANG DINAMAKAN NEGARA DEMOKRASI ?

Kami tidak ragu menyuarakan ini, kami tidak takut turun lagi. Satu kalimat yang saya dapat hari ini "JADILAH GENERASI PELURUS"

#HIDUPMAHASISWA
#HIDUPRAKYATINDONESIA
#aliansipeduliukt
#aliansiBEMse_SUMSEL
#RIPhatinuranirektor
#stopkriminalisasimahasiswa
#tolakpremanismekampus
#lawanrezimkampusrepresif
#mahasiswasumselmenuntutkeadilan
#palembang_kota_cinto12
.
.
.
.
.
.
.
.
.
πŸ”„ Follow Juga Patner πŸ”„Β  @repostcantik_palembang @palembang_kota_cinto12
@repostkece_palembang
@ccp_cowokcewekplg .

Bantu promote 3k
palembang_kota_cinto12

#Repost @defone05 (@get_repost)
・・・
Ketika ribuan mahasiswa turun kejalan itu artinya negara ini tidak baik - baik saja, ketika saya memakai almamater kuning ini, itu artinya hari penting saya, hari yang tidak ingin dilewatkan begitu saja.
Sebelumnya kami telah menyuarakan aspirasi kami kepada bapak sendiri, ayahanda sendiri serta di rumah sendiri. Namun bapak menutup mata, menutup telinga seolah - olah kami ini adalah penjahat kampus, yang ingin merusak kampusnya sendiri. Lihat anakmu pak, dengarkan kami dimana bapak ketika kami datang, kami sangat ingin mendengarkan bapak berbicara dihadapan kami. Seharusnya kami tidak perlu datang kepada Wakil kami (DPRD). Kita selesaikan sendiri kita selesaikan dengan keluarga kita. Tapi apa yang kami dapatkan ? Bukan penyelesaian namun​ pukulan, terjangan yang di berikan kepada saudara kami. Kami sakit, semua Mahasiswa di negeri ini terluka atas tindakan kriminalisasi yang dilakukan pihak keamanan kampus serta keamanan masyarakat (kepolisian) yang semestinya tidak berada disini. Jika aspirasi mahasiswa di bungkam dan di hadiahkan dengan pukulan dan terjangan, APAKAH INI YANG DINAMAKAN NEGARA DEMOKRASI ?

Kami tidak ragu menyuarakan ini, kami tidak takut turun lagi. Satu kalimat yang saya dapat hari ini "JADILAH GENERASI PELURUS"

#HIDUPMAHASISWA
#HIDUPRAKYATINDONESIA
#aliansipeduliukt
#aliansiBEMse_SUMSEL
#RIPhatinuranirektor
#stopkriminalisasimahasiswa
#tolakpremanismekampus
#lawanrezimkampusrepresif
#mahasiswasumselmenuntutkeadilan
#palembang_kota_cinto12
.
.
.
.
.
.
.
.
.
πŸ”„ Follow Juga Patner πŸ”„Β  @repostcantik_palembang @palembang_kota_cinto12
@repostkece_palembang
@ccp_cowokcewekplg .

Bantu promote 3k

πŸ’¬ 0Normal

*Saya dan kawan saya bukan seperti yang dituduhkan oleh pihak birokrasi kampus unsri pada saat aksi hari kamis, 3/8/2017*

Sedari awal aksi kami tidak ada niatan sedikitpun untuk merusak atau anarkis...
Siang itu setelah kami perwakilan mahasiswa 15 orang (salah satunya saudara M Agus Arianto) memutuskan Walk Out dari ruangan audiensi yang menurut saya jauh sekali dari harapan mahasiwa unsri untuk mengakomodir aspirasi kami...
Setelah keluar kami menunaikan sholat zuhur di dalam mushola gedung BAAK, usai sholat spontan kawan saya yg bernama rizky ingin membukan pintu sisi kiri gedung rektorat yg dikunci pakai cantolan pintu biasa, karna kawan-kawan massa aksi diluar ingin masuk juga...
Saat kawan saya membukakan pintu dia dihalangi oleh seorang satpam wanita dan saya lihat beberapa satpam lain berdatangan menghapiri rizky, 
Saya refleks saja membantu kawan saya untuk membuka platuk kunci bagian atas, lalu seketika itu juga beberapa satpam langsung menarik saya sekuat tenaga secara membabi buta disaat tangan saya sedang memegang gagang pintu...
Kejadiannya berlangsung cepat,
Sebelum pintu terbuka utuh kaca itu pecah karna saat bersamaan tidak kurang dari 5 orang satpam menarik almamater saya dan merangkul menjepit kuat badan saya, disisi lain kawan-kawan massa aksi berada diluar pintu yang hendak saya buka...
Dalam kondisi amukan oknum satpam dan karyawan, saya sama sekali tidak mengetahui kondisi area sekitar pintu, Karna posisi itu fokus saya lagi kacau karna ditarik sekitar 5 orang satpam...
Saya langsung ditarik paksa dan langsung dipukuli secara mebabi buta dibagian punggun saya, kepala bagian belakang, dahi dan mata bagian kanan saya sampai memar akibat tendagan seorang pegawai unsri yang saya ingat betul mukanya...
Pada saat yg bersamaan saat saya dipukuli secara membabi buta kawan saya bernama M Agus Rianto berniat menarik saya dari kerumunan kebrutalan oknum-oknum satpam dan pegawai tersebut, 
Kawan saya malah dipukuli bagian rahang kanannya dan salah seorang anggota polisi juga datang langsung menghantamkan tinjuannya kearah muka agus saat itu.
Lalu kami dimasukkan kedalam ruangan bagian perlengkapan...
(Lanjut dikomentar)πŸ‘‡
이은디

*Saya dan kawan saya bukan seperti yang dituduhkan oleh pihak birokrasi kampus unsri pada saat aksi hari kamis, 3/8/2017*

Sedari awal aksi kami tidak ada niatan sedikitpun untuk merusak atau anarkis...
Siang itu setelah kami perwakilan mahasiswa 15 orang (salah satunya saudara M Agus Arianto) memutuskan Walk Out dari ruangan audiensi yang menurut saya jauh sekali dari harapan mahasiwa unsri untuk mengakomodir aspirasi kami...
Setelah keluar kami menunaikan sholat zuhur di dalam mushola gedung BAAK, usai sholat spontan kawan saya yg bernama rizky ingin membukan pintu sisi kiri gedung rektorat yg dikunci pakai cantolan pintu biasa, karna kawan-kawan massa aksi diluar ingin masuk juga...
Saat kawan saya membukakan pintu dia dihalangi oleh seorang satpam wanita dan saya lihat beberapa satpam lain berdatangan menghapiri rizky,
Saya refleks saja membantu kawan saya untuk membuka platuk kunci bagian atas, lalu seketika itu juga beberapa satpam langsung menarik saya sekuat tenaga secara membabi buta disaat tangan saya sedang memegang gagang pintu...
Kejadiannya berlangsung cepat,
Sebelum pintu terbuka utuh kaca itu pecah karna saat bersamaan tidak kurang dari 5 orang satpam menarik almamater saya dan merangkul menjepit kuat badan saya, disisi lain kawan-kawan massa aksi berada diluar pintu yang hendak saya buka...
Dalam kondisi amukan oknum satpam dan karyawan, saya sama sekali tidak mengetahui kondisi area sekitar pintu, Karna posisi itu fokus saya lagi kacau karna ditarik sekitar 5 orang satpam...
Saya langsung ditarik paksa dan langsung dipukuli secara mebabi buta dibagian punggun saya, kepala bagian belakang, dahi dan mata bagian kanan saya sampai memar akibat tendagan seorang pegawai unsri yang saya ingat betul mukanya...
Pada saat yg bersamaan saat saya dipukuli secara membabi buta kawan saya bernama M Agus Rianto berniat menarik saya dari kerumunan kebrutalan oknum-oknum satpam dan pegawai tersebut,
Kawan saya malah dipukuli bagian rahang kanannya dan salah seorang anggota polisi juga datang langsung menghantamkan tinjuannya kearah muka agus saat itu.
Lalu kami dimasukkan kedalam ruangan bagian perlengkapan...
(Lanjut dikomentar)πŸ‘‡

πŸ’¬ 15Normal
At Palembang, South Sumatera, Indonesia

Semoga permasalahan ini segera selesai tanpa harus ada aksi demonstrasi lagi.

Semoga tak cukup hanya sampai pada penurunan UKT semester 9 saja. Melainkan juga harus sampai pada terselesainya semua masalah yang terkait dengan polemik UKT ini hingga ke akar-akarnya, terutama permasalahan tindakan pemukulan secara represif oleh oknum karyawan Unsri dan oknum aparat kepolisian terhadap mahasiswa, serta juga tak lupa permasalahan kriminalisasi mahasiswa yang akun akademiknya dinonaktifkan maupun mahasiswa yang diskorsing karena membela keadilan.

Semoga semua bisa selesai dengan damai dan menemukan titik terang.

Semoga..
#fw
.
.
.
.
.
.

#saveuktsemester9 
#savemahasiswa 
#stopkriminalisasimahasiswa
#tolakpremanismekampus
Febri Walanda

Semoga permasalahan ini segera selesai tanpa harus ada aksi demonstrasi lagi.

Semoga tak cukup hanya sampai pada penurunan UKT semester 9 saja. Melainkan juga harus sampai pada terselesainya semua masalah yang terkait dengan polemik UKT ini hingga ke akar-akarnya, terutama permasalahan tindakan pemukulan secara represif oleh oknum karyawan Unsri dan oknum aparat kepolisian terhadap mahasiswa, serta juga tak lupa permasalahan kriminalisasi mahasiswa yang akun akademiknya dinonaktifkan maupun mahasiswa yang diskorsing karena membela keadilan.

Semoga semua bisa selesai dengan damai dan menemukan titik terang.

Semoga..
#fw
.
.
.
.
.
.

#saveuktsemester9
#savemahasiswa
#stopkriminalisasimahasiswa
#tolakpremanismekampus

πŸ’¬ 3Lo-fi

.
Kami ada semenjak tuan membangun pagar, yang mengontrol apa yang pantas keluar masuk ke halaman pemikiran kami.

Kami ada semenjak tuan bertutur tentang batas,
Tentang benteng, 
Tentang penjara, 
Tentang segala hal rancu, 
Tentang kosa kata ambigu,
Atau tentang hewan yang harus di kandangi.

Karena Kami ada,
Semenjak tuan menunggang batarakala
Semenjak tuan berlagak mengatur hujan
Semenjak tuan memberhalakan diri tuan sediri
Dan dengan congkaknya mengatur lalu lintas rasi bintang.

Ketika tuan merasa setiap kata adalah sabda
Maka kami berhimpun untuk menjadi pembakang
Dari setiap titik dan tanda seru yang tuan ucapkan
Ketika tuan merasa setiap wewenang adalah kalam
Maka kami bergerombol di setiap sudut untuk menjadi pembangkang
Dari setiap peraturan yang tuan tegakkan
Kami kecil, namun kami lahir dari rahim perlawanan
Kami lemah, namun setiap saudara kami siap untuk mati
Agar matahari dan bulan tak jatuh kepangkuan tuan.

Kami bukan merah atau putih, Kami bukan biru atau kuning
Karena kami adalah hitam yang merangkum semua warna yang terabaikan
Kami bukan kanan, kami bukan kiri
Kami adalah bayang bayang yang membuat semua itu berdimensi
Kami adalah katalisator yang dimiliki alam semesta.

Karena kami adalah gempa yang mengingatkan tuan bahwa tuan tak bisa mengendalikan kami
Dan kami akan semakin kuat ketika tangan kami bergandengan
Ketika iman kami berserapan 
Ketika hati kami bersatu
Ketika jiwa jiwa kami tergeletak diantara matahari

#StopKriminalisasiMahasiswa
Andika Muzakkir

.
Kami ada semenjak tuan membangun pagar, yang mengontrol apa yang pantas keluar masuk ke halaman pemikiran kami.

Kami ada semenjak tuan bertutur tentang batas,
Tentang benteng,
Tentang penjara,
Tentang segala hal rancu,
Tentang kosa kata ambigu,
Atau tentang hewan yang harus di kandangi.

Karena Kami ada,
Semenjak tuan menunggang batarakala
Semenjak tuan berlagak mengatur hujan
Semenjak tuan memberhalakan diri tuan sediri
Dan dengan congkaknya mengatur lalu lintas rasi bintang.

Ketika tuan merasa setiap kata adalah sabda
Maka kami berhimpun untuk menjadi pembakang
Dari setiap titik dan tanda seru yang tuan ucapkan
Ketika tuan merasa setiap wewenang adalah kalam
Maka kami bergerombol di setiap sudut untuk menjadi pembangkang
Dari setiap peraturan yang tuan tegakkan
Kami kecil, namun kami lahir dari rahim perlawanan
Kami lemah, namun setiap saudara kami siap untuk mati
Agar matahari dan bulan tak jatuh kepangkuan tuan.

Kami bukan merah atau putih, Kami bukan biru atau kuning
Karena kami adalah hitam yang merangkum semua warna yang terabaikan
Kami bukan kanan, kami bukan kiri
Kami adalah bayang bayang yang membuat semua itu berdimensi
Kami adalah katalisator yang dimiliki alam semesta.

Karena kami adalah gempa yang mengingatkan tuan bahwa tuan tak bisa mengendalikan kami
Dan kami akan semakin kuat ketika tangan kami bergandengan
Ketika iman kami berserapan
Ketika hati kami bersatu
Ketika jiwa jiwa kami tergeletak diantara matahari

#StopKriminalisasiMahasiswa

πŸ’¬ 21Normal

Pernyataan Sikap BEM SI Wilayah Bali - Nusa Tenggara
Terkait Refresifitas dan Kriminalisasi Mahasiswa, Demokrasi Kampus Telah Hilang

HIDUP MAHASISWA!

Kehidupan demokrasi kampus kini hilang dan kembali tercoreng. Kampus yang seharusnya menjadi wadah pembelajaran dan pendidikan mahasiswa tak seharusnya melakukan tindakan yang refresif bahkan hingga sampai melakukan tindakan kriminalisasi terhadap mahasiswanya. Padahal mahasiswa hanya memberikan kritik untuk memperbaiki sistem yang ada. 
Kini kampus mulai terlihat seram. Siapa yang mengkritik akan langsung dibungkam. Gerakan mahasiswa dianggap sebagai ancaman vital bagi eksistensi kampus. Lalu, apa bedanya kondisi kampus sekarang dengan zaman orba?. Padahal sejatinya kampus adalah wadah  untuk menjunjung tinggi kehidupan berdemokrasi.

Hal ini tentunya menciderai amanat UUD tahun 1945 pasal 28 E ayat (3) tentang kebebaaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum. 
Presiden BEM KM Unnes (Mohammad Adib) pekan lalu dipanggil sebagai saksi atas dugaan pelanggaran UU ITE. Dua orang mahasiswa Unnes yaitu Julio Belnanda Harianja dan Harist Ahmad Muzaki dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Mereka dilaporkan oleh Komandan Satpam Unnes atas kuasa Rektor Unnes. Padahal mereka hanya mengunggah piagam penghargaan kepada Menristekdikti atas tindakan yang dinilai menciderai ketunggalan UKT. Lagi, kritikan dianggap sebagai penghinaan !. Kampus tak lagi menjunjung nilai-nilai demokrasi. 
Sekarang Presiden BEM KM Unsri (Rahmat Farizal) dan 2 rekannya tak luput dari tindakan Refresif rektornya. Mereka dinonaktifkan statusnya sebagai mahasiswa karena dianggap telah melakukan perbuatan ancaman untuk merusak fasilitas kampus dan melakukan pengahasutan serta mencemarkan nama baik Unsri. Tidak segan-segan ia pun di laporkan ke Polres Ogan Ilir dan mendapatkan surat pemberhentian sementara dari kampus. Padahal mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi. Ketika aksi berlangsung pun mereka tertib dan tidak pernah merusak fasilitas kampus.
Ana Safitri

Pernyataan Sikap BEM SI Wilayah Bali - Nusa Tenggara
Terkait Refresifitas dan Kriminalisasi Mahasiswa, Demokrasi Kampus Telah Hilang

HIDUP MAHASISWA!

Kehidupan demokrasi kampus kini hilang dan kembali tercoreng. Kampus yang seharusnya menjadi wadah pembelajaran dan pendidikan mahasiswa tak seharusnya melakukan tindakan yang refresif bahkan hingga sampai melakukan tindakan kriminalisasi terhadap mahasiswanya. Padahal mahasiswa hanya memberikan kritik untuk memperbaiki sistem yang ada.
Kini kampus mulai terlihat seram. Siapa yang mengkritik akan langsung dibungkam. Gerakan mahasiswa dianggap sebagai ancaman vital bagi eksistensi kampus. Lalu, apa bedanya kondisi kampus sekarang dengan zaman orba?. Padahal sejatinya kampus adalah wadah untuk menjunjung tinggi kehidupan berdemokrasi.

Hal ini tentunya menciderai amanat UUD tahun 1945 pasal 28 E ayat (3) tentang kebebaaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.
Presiden BEM KM Unnes (Mohammad Adib) pekan lalu dipanggil sebagai saksi atas dugaan pelanggaran UU ITE. Dua orang mahasiswa Unnes yaitu Julio Belnanda Harianja dan Harist Ahmad Muzaki dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Mereka dilaporkan oleh Komandan Satpam Unnes atas kuasa Rektor Unnes. Padahal mereka hanya mengunggah piagam penghargaan kepada Menristekdikti atas tindakan yang dinilai menciderai ketunggalan UKT. Lagi, kritikan dianggap sebagai penghinaan !. Kampus tak lagi menjunjung nilai-nilai demokrasi.
Sekarang Presiden BEM KM Unsri (Rahmat Farizal) dan 2 rekannya tak luput dari tindakan Refresif rektornya. Mereka dinonaktifkan statusnya sebagai mahasiswa karena dianggap telah melakukan perbuatan ancaman untuk merusak fasilitas kampus dan melakukan pengahasutan serta mencemarkan nama baik Unsri. Tidak segan-segan ia pun di laporkan ke Polres Ogan Ilir dan mendapatkan surat pemberhentian sementara dari kampus. Padahal mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi. Ketika aksi berlangsung pun mereka tertib dan tidak pernah merusak fasilitas kampus.

πŸ’¬ 1Normal

*[Mahasiswa Unsri di Polisikan oleh Rektoratnya Sendiri]* HIDUP MAHASISWA!!! Institusi sekelas perguruan tinggi yg seharusnya memberikan pendidikan kepada mahasiswa malah melakukan *KRIMINALISASI* kepada Mahasiswa dan mencederai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke polisi.

Hari ini (2 Agustus 2017), Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT Semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yg bersangkutan sebelumnya.

Padahal dalam penyampaian aspirasi tidak ada satu pun fasilitas Unsri yg dirusak dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian. 
Dan  Pasal 28E Ayat (3) UUD RI 1945 telah menjamin hal ini yaitu menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ini merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa dan arogansi pihak rektorat Universitas Sriwijaya.

Apakah kita rela kawan-kawan melihat 1 orang terkorbankan untuk 2000 lebih mahasiswa dalam memperjuangkan UKT ini?

Apakah kita rela melihat rekan seperjuangan kita dipolisikan apalagi sampai di DO oleh Universitasnya sendiri?

Kami mahasiswa Universitas Sriwijaya jelas tidak rela!

Dan kami menolak tindakan kriminalisasi pihak penguasa, mencederai demokrasi dan segala bentuk tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa.

TTD,

ALIANSI PEDULI UKT

#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya
hamba allah

*[Mahasiswa Unsri di Polisikan oleh Rektoratnya Sendiri]* HIDUP MAHASISWA!!! Institusi sekelas perguruan tinggi yg seharusnya memberikan pendidikan kepada mahasiswa malah melakukan *KRIMINALISASI* kepada Mahasiswa dan mencederai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke polisi.

Hari ini (2 Agustus 2017), Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT Semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yg bersangkutan sebelumnya.

Padahal dalam penyampaian aspirasi tidak ada satu pun fasilitas Unsri yg dirusak dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian.
Dan Pasal 28E Ayat (3) UUD RI 1945 telah menjamin hal ini yaitu menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ini merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa dan arogansi pihak rektorat Universitas Sriwijaya.

Apakah kita rela kawan-kawan melihat 1 orang terkorbankan untuk 2000 lebih mahasiswa dalam memperjuangkan UKT ini?

Apakah kita rela melihat rekan seperjuangan kita dipolisikan apalagi sampai di DO oleh Universitasnya sendiri?

Kami mahasiswa Universitas Sriwijaya jelas tidak rela!

Dan kami menolak tindakan kriminalisasi pihak penguasa, mencederai demokrasi dan segala bentuk tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa.

TTD,

ALIANSI PEDULI UKT

#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya

πŸ’¬ 0Normal

Pernyataan Sikap BEM SI Wilayah Bali - Nusa Tenggara
Terkait Refresifitas dan Kriminalisasi Mahasiswa, Demokrasi Kampus Telah Hilang

HIDUP MAHASISWA!

Kehidupan demokrasi kampus kini hilang dan kembali tercoreng. Kampus yang seharusnya menjadi wadah pembelajaran dan pendidikan mahasiswa tak seharusnya melakukan tindakan yang refresif bahkan hingga sampai melakukan tindakan kriminalisasi terhadap mahasiswanya. Padahal mahasiswa hanya memberikan kritik untuk memperbaiki sistem yang ada. 
Kini kampus mulai terlihat seram. Siapa yang mengkritik akan langsung dibungkam. Gerakan mahasiswa dianggap sebagai ancaman vital bagi eksistensi kampus. Lalu, apa bedanya kondisi kampus sekarang dengan zaman orba?. Padahal sejatinya kampus adalah wadah  untuk menjunjung tinggi kehidupan berdemokrasi.

Hal ini tentunya menciderai amanat UUD tahun 1945 pasal 28 E ayat (3) tentang kebebaaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum. 
Presiden BEM KM Unnes (Mohammad Adib) pekan lalu dipanggil sebagai saksi atas dugaan pelanggaran UU ITE. Dua orang mahasiswa Unnes yaitu Julio Belnanda Harianja dan Harist Ahmad Muzaki dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Mereka dilaporkan oleh Komandan Satpam Unnes atas kuasa Rektor Unnes. Padahal mereka hanya mengunggah piagam penghargaan kepada Menristekdikti atas tindakan yang dinilai menciderai ketunggalan UKT. Lagi, kritikan dianggap sebagai penghinaan !. Kampus tak lagi menjunjung nilai-nilai demokrasi. 
Sekarang Presiden BEM KM Unsri (Rahmat Farizal) dan 2 rekannya tak luput dari tindakan Refresif rektornya. Mereka dinonaktifkan statusnya sebagai mahasiswa karena dianggap telah melakukan perbuatan ancaman untuk merusak fasilitas kampus dan melakukan pengahasutan serta mencemarkan nama baik Unsri. Tidak segan-segan ia pun di laporkan ke Polres Ogan Ilir dan mendapatkan surat pemberhentian sementara dari kampus. Padahal mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi. Ketika aksi berlangsung pun mereka tertib dan tidak pernah merusak fasilitas kampus.
BEM Universitas Mataram

Pernyataan Sikap BEM SI Wilayah Bali - Nusa Tenggara
Terkait Refresifitas dan Kriminalisasi Mahasiswa, Demokrasi Kampus Telah Hilang

HIDUP MAHASISWA!

Kehidupan demokrasi kampus kini hilang dan kembali tercoreng. Kampus yang seharusnya menjadi wadah pembelajaran dan pendidikan mahasiswa tak seharusnya melakukan tindakan yang refresif bahkan hingga sampai melakukan tindakan kriminalisasi terhadap mahasiswanya. Padahal mahasiswa hanya memberikan kritik untuk memperbaiki sistem yang ada.
Kini kampus mulai terlihat seram. Siapa yang mengkritik akan langsung dibungkam. Gerakan mahasiswa dianggap sebagai ancaman vital bagi eksistensi kampus. Lalu, apa bedanya kondisi kampus sekarang dengan zaman orba?. Padahal sejatinya kampus adalah wadah untuk menjunjung tinggi kehidupan berdemokrasi.

Hal ini tentunya menciderai amanat UUD tahun 1945 pasal 28 E ayat (3) tentang kebebaaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.
Presiden BEM KM Unnes (Mohammad Adib) pekan lalu dipanggil sebagai saksi atas dugaan pelanggaran UU ITE. Dua orang mahasiswa Unnes yaitu Julio Belnanda Harianja dan Harist Ahmad Muzaki dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Mereka dilaporkan oleh Komandan Satpam Unnes atas kuasa Rektor Unnes. Padahal mereka hanya mengunggah piagam penghargaan kepada Menristekdikti atas tindakan yang dinilai menciderai ketunggalan UKT. Lagi, kritikan dianggap sebagai penghinaan !. Kampus tak lagi menjunjung nilai-nilai demokrasi.
Sekarang Presiden BEM KM Unsri (Rahmat Farizal) dan 2 rekannya tak luput dari tindakan Refresif rektornya. Mereka dinonaktifkan statusnya sebagai mahasiswa karena dianggap telah melakukan perbuatan ancaman untuk merusak fasilitas kampus dan melakukan pengahasutan serta mencemarkan nama baik Unsri. Tidak segan-segan ia pun di laporkan ke Polres Ogan Ilir dan mendapatkan surat pemberhentian sementara dari kampus. Padahal mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi. Ketika aksi berlangsung pun mereka tertib dan tidak pernah merusak fasilitas kampus.

πŸ’¬ 1Normal

Mahasiswa UNSRI di pukuli aparat keamanan kampus dan polisi.

Mana suaramu pemuda dan mahasiswa SUMSEL. Tegahkah kalian melihat saudara kita di aniaya dalam aksi damai. 
#universitas_sriwijaya 
#sumsel_keren_
#UNSRI_berduka
#RIP_hatinuranirektor
#stopkriminalisasimahasiswa
#SUMSEL_BERSATU
Pesona Sriwijaya

Mahasiswa UNSRI di pukuli aparat keamanan kampus dan polisi.

Mana suaramu pemuda dan mahasiswa SUMSEL. Tegahkah kalian melihat saudara kita di aniaya dalam aksi damai.
#universitas_sriwijaya
#sumsel_keren_
#UNSRI_berduka
#RIP_hatinuranirektor
#stopkriminalisasimahasiswa
#SUMSEL_BERSATU

πŸ’¬ 2Normal

[Pernyataan Sikap BEM YARSI Terkait Kriminalisasi Mahasiswa]

Demokrasi di kebiri !
Suara mahasiswa di bungkam !
Rektor anti keritik !

Melihat beberapa kejadian pada sebagian kampus belakangan ini, dimulai dari kasus Muhammad Adib, Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang dipolisikan. Berlanjut dengan Rahmat Fahrizal dari Universitas Sriwijaya, yang juga dilaporkan ke polisi bahkan sampai mendapat perlakuan yang tidak wajar dari aparat.

Apakah ini yang di namakan negara demokrasi ?

Apakah seperti ini negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia ?

Apakah seperti ini perlakuan kepada mahasiswa yang berusaha menyampaikan aspirasi ?

Apakah seperti ini wujud pendidikan di Indonesia ? "Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara" (UU Sisdiknas 20 tahun 2003). Tindakan antikritik pihak rektorat merupakan sikap represif terhadap gerakan mahasiswa yang berusaha menyampaikan aspirasi. 
Dengan ini BEM YARSI menyatakan sikap:
1. Mengecam tindakan represif birokrat kampus yang melakukan pembungkaman gerakan mahasiswa.
2. Menuntut kepada Rektor Unnes dan Unsri agar Muhammad Adib dan Rahmat Farizal dikembalikan haknya. 
3. Menuntut agar kampus kembali berkaca pada tujuan Pendidikan Indonesia. 
4. Mengajak seluruh mahasiswa untuk turut andil dalam mengkritisi segala bentuk upaya pembungkaman penyampaian aspirasi dan gerakan mahasiswa.

Kebenaran guru bukanlah hal yang absolut.
Karena murid bukan kerbau yang harus serba menurut.
Universitas perlu terus membuka diri pada perubahan.
Guru jangan segan beradaptasi dengan kebaruan.

Hidup Mahasiswa !
Hidup Rakyat Indonesia !

Ttd
BEM KM UNIV. YARSI
2016/2017

#SaveRahmat
#SaveAdib
#stopbungkamsuaramahasiswa
#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
BEM KM AYO BERSATU UNIV.YARSI

[Pernyataan Sikap BEM YARSI Terkait Kriminalisasi Mahasiswa]

Demokrasi di kebiri !
Suara mahasiswa di bungkam !
Rektor anti keritik !

Melihat beberapa kejadian pada sebagian kampus belakangan ini, dimulai dari kasus Muhammad Adib, Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang dipolisikan. Berlanjut dengan Rahmat Fahrizal dari Universitas Sriwijaya, yang juga dilaporkan ke polisi bahkan sampai mendapat perlakuan yang tidak wajar dari aparat.

Apakah ini yang di namakan negara demokrasi ?

Apakah seperti ini negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia ?

Apakah seperti ini perlakuan kepada mahasiswa yang berusaha menyampaikan aspirasi ?

Apakah seperti ini wujud pendidikan di Indonesia ? "Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara" (UU Sisdiknas 20 tahun 2003). Tindakan antikritik pihak rektorat merupakan sikap represif terhadap gerakan mahasiswa yang berusaha menyampaikan aspirasi.
Dengan ini BEM YARSI menyatakan sikap:
1. Mengecam tindakan represif birokrat kampus yang melakukan pembungkaman gerakan mahasiswa.
2. Menuntut kepada Rektor Unnes dan Unsri agar Muhammad Adib dan Rahmat Farizal dikembalikan haknya.
3. Menuntut agar kampus kembali berkaca pada tujuan Pendidikan Indonesia.
4. Mengajak seluruh mahasiswa untuk turut andil dalam mengkritisi segala bentuk upaya pembungkaman penyampaian aspirasi dan gerakan mahasiswa.

Kebenaran guru bukanlah hal yang absolut.
Karena murid bukan kerbau yang harus serba menurut.
Universitas perlu terus membuka diri pada perubahan.
Guru jangan segan beradaptasi dengan kebaruan.

Hidup Mahasiswa !
Hidup Rakyat Indonesia !

Ttd
BEM KM UNIV. YARSI
2016/2017

#SaveRahmat
#SaveAdib
#stopbungkamsuaramahasiswa
#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9

πŸ’¬ 0Normal

Video by : @dimasrprawira
β€’ β€’ β€’
Boleh dilihat dan nilai perlakuan orang2 tsb trhdap mahasiswa Unsri yang melakukan aksi damai siang tadi
Saya sbgai Mahasiswa di Bandung menyesalkan perlakuan aparat trhadap pihak mahasiswa, meskipun tak satu kampus, tapi kami berharap perlindungan terhadap teman kami saudara kami mahasiswa Unsri yg melakukan aksi damai. Teruskan perjuangan kalian teman.
#HidupMahasiswa #AyahPolisikanAnak #PolisiPukulMahasiswa #stopKriminalisasiMahasiswa  #DukungPenurunanUKT #AliansiPeduliUKT
Diary Seputar Anak Kuliah πŸŽ“

Video by : @dimasrprawira
β€’ β€’ β€’
Boleh dilihat dan nilai perlakuan orang2 tsb trhdap mahasiswa Unsri yang melakukan aksi damai siang tadi
Saya sbgai Mahasiswa di Bandung menyesalkan perlakuan aparat trhadap pihak mahasiswa, meskipun tak satu kampus, tapi kami berharap perlindungan terhadap teman kami saudara kami mahasiswa Unsri yg melakukan aksi damai. Teruskan perjuangan kalian teman.
#HidupMahasiswa #AyahPolisikanAnak #PolisiPukulMahasiswa #stopKriminalisasiMahasiswa #DukungPenurunanUKT #AliansiPeduliUKT

πŸ’¬ 58Normal

*[Mahasiswa Unsri di Polisikan oleh Rektoratnya Sendiri]* HIDUP MAHASISWA!!! Institusi sekelas perguruan tinggi yg seharusnya memberikan pendidikan kepada mahasiswa malah melakukan *KRIMINALISASI* kepada Mahasiswa dan mencederai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke polisi.

Hari ini (2 Agustus 2017), Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT Semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yg bersangkutan sebelumnya.

Padahal dalam penyampaian aspirasi tidak ada satu pun fasilitas Unsri yg dirusak dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian. 
Dan  Pasal 28E Ayat (3) UUD RI 1945 telah menjamin hal ini yaitu menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ini merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa dan arogansi pihak rektorat Universitas Sriwijaya.

Apakah kita rela kawan-kawan melihat 1 orang terkorbankan untuk 2000 lebih mahasiswa dalam memperjuangkan UKT ini?

Apakah kita rela melihat rekan seperjuangan kita dipolisikan apalagi sampai di DO oleh Universitasnya sendiri?

Kami mahasiswa Universitas Sriwijaya jelas tidak rela!

Dan kami menolak tindakan kriminalisasi pihak penguasa, mencederai demokrasi dan segala bentuk tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa. @bemkmunsri

TTD,

ALIANSI PEDULI UKT

#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya
DPM STIK BINA HUSADA PALEMBANG

*[Mahasiswa Unsri di Polisikan oleh Rektoratnya Sendiri]* HIDUP MAHASISWA!!! Institusi sekelas perguruan tinggi yg seharusnya memberikan pendidikan kepada mahasiswa malah melakukan *KRIMINALISASI* kepada Mahasiswa dan mencederai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke polisi.

Hari ini (2 Agustus 2017), Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT Semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yg bersangkutan sebelumnya.

Padahal dalam penyampaian aspirasi tidak ada satu pun fasilitas Unsri yg dirusak dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian.
Dan Pasal 28E Ayat (3) UUD RI 1945 telah menjamin hal ini yaitu menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ini merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa dan arogansi pihak rektorat Universitas Sriwijaya.

Apakah kita rela kawan-kawan melihat 1 orang terkorbankan untuk 2000 lebih mahasiswa dalam memperjuangkan UKT ini?

Apakah kita rela melihat rekan seperjuangan kita dipolisikan apalagi sampai di DO oleh Universitasnya sendiri?

Kami mahasiswa Universitas Sriwijaya jelas tidak rela!

Dan kami menolak tindakan kriminalisasi pihak penguasa, mencederai demokrasi dan segala bentuk tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa. @bemkmunsri

TTD,

ALIANSI PEDULI UKT

#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya

πŸ’¬ 0Normal

Assalamualaikum wr wb. 
Seiring dengan hangatnya berita mengenai polemik UKT yang diperjuangkan oleh Mahasiswa UNSRI , pada hari ini (jumat 4 agustus 2017) seluruh mahasiswa Ikatan Mahasiswa Bayung Lencir (IMBL) Melakukan Aksi doa bersama untuk mendoakan saudara-saudara mahasiswa UNSRI yang pada hari ini sedang melakukan Aksi di gedung DPRD provinsi SUMSEL . Harapan besar dari segenap mahasiswa Bayung Lencir berharap agar segala tuntutan Mahasiswa UNSRI segera didengarkan dan direalisasikan oleh pihak yang diminta pertanggung jawabannya. 
Mahasiswa Bayung lencir juga berharap agar para pelaku penganiayaan terhadap 2 mahasiswa UNSRI agar segera ditindak sesuai Hukum yang berlaku. 
Wassalamu'alaikum wr wb.

#aliansimahasiswapeduliukt 
#doabersama
#tolakuktfullsemester9
#savepresmaunsri
#stopkriminalisasimahasiswa
#aspirasidibalaspemukulan
Ikatan Mahasiswa Bayung Lencir

Assalamualaikum wr wb.
Seiring dengan hangatnya berita mengenai polemik UKT yang diperjuangkan oleh Mahasiswa UNSRI , pada hari ini (jumat 4 agustus 2017) seluruh mahasiswa Ikatan Mahasiswa Bayung Lencir (IMBL) Melakukan Aksi doa bersama untuk mendoakan saudara-saudara mahasiswa UNSRI yang pada hari ini sedang melakukan Aksi di gedung DPRD provinsi SUMSEL . Harapan besar dari segenap mahasiswa Bayung Lencir berharap agar segala tuntutan Mahasiswa UNSRI segera didengarkan dan direalisasikan oleh pihak yang diminta pertanggung jawabannya.
Mahasiswa Bayung lencir juga berharap agar para pelaku penganiayaan terhadap 2 mahasiswa UNSRI agar segera ditindak sesuai Hukum yang berlaku.
Wassalamu'alaikum wr wb.

#aliansimahasiswapeduliukt
#doabersama
#tolakuktfullsemester9
#savepresmaunsri
#stopkriminalisasimahasiswa
#aspirasidibalaspemukulan

πŸ’¬ 2Normal

Assalamualaikum wr wb. 
Seiring dengan hangatnya berita mengenai polemik UKT yang diperjuangkan oleh Mahasiswa UNSRI , pada hari ini (jumat 4 agustus 2017) seluruh mahasiswa Ikatan Mahasiswa Bayung Lencir (IMBL) Melakukan Aksi doa bersama untuk mendoakan saudara-saudara mahasiswa UNSRI yang pada hari ini sedang melakukan Aksi di gedung DPRD provinsi SUMSEL . Harapan besar dari segenap mahasiswa Bayung Lencir berharap agar segala tuntutan Mahasiswa UNSRI segera didengarkan dan direalisasikan oleh pihak yang diminta pertanggung jawabannya. 
Mahasiswa Bayung lencir juga berharap agar para pelaku penganiayaan terhadap 2 mahasiswa UNSRI agar segera ditindak sesuai Hukum yang berlaku. 
Wassalamu'alaikum wr wb.

#TolakUKTFULLSemester9
#SavePresmaUnsri 
#StopKriminalisasiMahasiswa 
#AspirasiDibalasPemukulan
Hamdani Sumantri

Assalamualaikum wr wb.
Seiring dengan hangatnya berita mengenai polemik UKT yang diperjuangkan oleh Mahasiswa UNSRI , pada hari ini (jumat 4 agustus 2017) seluruh mahasiswa Ikatan Mahasiswa Bayung Lencir (IMBL) Melakukan Aksi doa bersama untuk mendoakan saudara-saudara mahasiswa UNSRI yang pada hari ini sedang melakukan Aksi di gedung DPRD provinsi SUMSEL . Harapan besar dari segenap mahasiswa Bayung Lencir berharap agar segala tuntutan Mahasiswa UNSRI segera didengarkan dan direalisasikan oleh pihak yang diminta pertanggung jawabannya.
Mahasiswa Bayung lencir juga berharap agar para pelaku penganiayaan terhadap 2 mahasiswa UNSRI agar segera ditindak sesuai Hukum yang berlaku.
Wassalamu'alaikum wr wb.

#TolakUKTFULLSemester9
#SavePresmaUnsri
#StopKriminalisasiMahasiswa
#AspirasiDibalasPemukulan

πŸ’¬ 2Normal
At Palembang, Sumsel

[Pernyataan Sikap Aliansi Bem-Si Wilayah Sumbagut] "Demokrasi sedang 'Sakit', Kampus-kampus Anti Kritik"

HIDUP MAHASISWA!

Masalah di negara demokrasi ini belum kunjung usai, mulai dari legitimasi Perppu 2/7 dan UU Pemilu, sampai pada hari ini tindakan diskriminasi yang ada pada kampus-kampus yang ada di negeri tercinta.

Ada apa ini? Belum lama kasus kriminilisasi marak terjadi, dan saat ini kampus yang sejatinya adalah tempat menuntut ilmu dan belajar juga menjadi sarang kriminilisasi.

Demokrasi seakan sudah mati, UU no 9 tahun 1998 seolah tak lagi menjadi penguat gerakan mahasiswa! Dan itu yang paling menyakitkan adalah kriminilisasi dilakukan oleh bapak sendiri kepada anaknya. 
Kali ini, tindak kriminalisasi dan represifitas kampus terhadap gerakan mahasiswa semakin menjadi-jadi. Pemanggilan Mohamad Adib, Presma Unnes ke Polrestabes Semarang terkait pelaporan Julio Belnanda Harianja dan Harist Ahmad Muzaki, oleh Komandan Satpam atas kuasa Rektor Unnes tanpa klarifikasi merupakan pencorengan terhadap kehidupan berdemokrasi di kampus. Bahkan hari ini Rektor Unsri menonaktifkan Rahmat Farizal (Presma Unsri), Aditia Arief Laksana (Ketua Umum KAMMI Unsri), dan Ones Sinus (Ketua Umum GMNI Unsri) dari sistem pendidikan.

Hari ini (2 Agustus 2017), Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT mahasiswanya yang tidak pernah direspon oleh pihak kampus.

Rektor Universitas Sriwijaya yang merupakan bapak dari puluhan ribu mahasiswa Unsri telah melakukan tindakan yang semena-mena terhadapa mahasiswanya sendiri. Rektor yang seharusnya membimbing mahasiswa, malah melakukan tindakan "kriminalisasi" dengan melaporkan mahasiswanya kepada pihak kepolisian.

Padahal dalam penyampaian aspirasi, Rahmat Fahrizal tidak ada melakukan perusakan fasilitas kampus Unsri dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian. Namun dengan tidak wajarnya Rektor langsung melaporkan pihak yang bersangkutan ke pihak kepolisian. (1/2)
BEM Seluruh Indonesia

[Pernyataan Sikap Aliansi Bem-Si Wilayah Sumbagut] "Demokrasi sedang 'Sakit', Kampus-kampus Anti Kritik"

HIDUP MAHASISWA!

Masalah di negara demokrasi ini belum kunjung usai, mulai dari legitimasi Perppu 2/7 dan UU Pemilu, sampai pada hari ini tindakan diskriminasi yang ada pada kampus-kampus yang ada di negeri tercinta.

Ada apa ini? Belum lama kasus kriminilisasi marak terjadi, dan saat ini kampus yang sejatinya adalah tempat menuntut ilmu dan belajar juga menjadi sarang kriminilisasi.

Demokrasi seakan sudah mati, UU no 9 tahun 1998 seolah tak lagi menjadi penguat gerakan mahasiswa! Dan itu yang paling menyakitkan adalah kriminilisasi dilakukan oleh bapak sendiri kepada anaknya.
Kali ini, tindak kriminalisasi dan represifitas kampus terhadap gerakan mahasiswa semakin menjadi-jadi. Pemanggilan Mohamad Adib, Presma Unnes ke Polrestabes Semarang terkait pelaporan Julio Belnanda Harianja dan Harist Ahmad Muzaki, oleh Komandan Satpam atas kuasa Rektor Unnes tanpa klarifikasi merupakan pencorengan terhadap kehidupan berdemokrasi di kampus. Bahkan hari ini Rektor Unsri menonaktifkan Rahmat Farizal (Presma Unsri), Aditia Arief Laksana (Ketua Umum KAMMI Unsri), dan Ones Sinus (Ketua Umum GMNI Unsri) dari sistem pendidikan.

Hari ini (2 Agustus 2017), Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT mahasiswanya yang tidak pernah direspon oleh pihak kampus.

Rektor Universitas Sriwijaya yang merupakan bapak dari puluhan ribu mahasiswa Unsri telah melakukan tindakan yang semena-mena terhadapa mahasiswanya sendiri. Rektor yang seharusnya membimbing mahasiswa, malah melakukan tindakan "kriminalisasi" dengan melaporkan mahasiswanya kepada pihak kepolisian.

Padahal dalam penyampaian aspirasi, Rahmat Fahrizal tidak ada melakukan perusakan fasilitas kampus Unsri dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian. Namun dengan tidak wajarnya Rektor langsung melaporkan pihak yang bersangkutan ke pihak kepolisian. (1/2)

πŸ’¬ 15Normal

#Repost @bem_si (@get_repost)
・・・
[Mahasiswa Unsri di Polisikan oleh Rektoratnya Sendiri]

HIDUP MAHASISWA!!! Institusi sekelas perguruan tinggi yg seharusnya memberikan pendidikan kepada mahasiswa malah melakukan *KRIMINALISASI* kepada Mahasiswa dan mencederai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke polisi.

Pada 2 Agustus 2017, Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT Semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yg bersangkutan sebelumnya.

Padahal dalam penyampaian aspirasi tidak ada satu pun fasilitas Unsri yg dirusak dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian. 
Dan  Pasal 28E Ayat (3) UUD RI 1945 telah menjamin hal ini yaitu menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ini merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa dan arogansi pihak rektorat Universitas Sriwijaya.

Apakah kita rela kawan-kawan melihat 1 orang terkorbankan untuk 2000 lebih mahasiswa dalam memperjuangkan UKT ini?

Apakah kita rela melihat rekan seperjuangan kita dipolisikan apalagi sampai di DO oleh Universitasnya sendiri?

Kami mahasiswa Universitas Sriwijaya jelas tidak rela!

Dan kami menolak tindakan kriminalisasi pihak penguasa, mencederai demokrasi dan segala bentuk tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa.

TTD,

ALIANSI PEDULI UKT

#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya
Thomas Galih

#Repost @bem_si (@get_repost)
・・・
[Mahasiswa Unsri di Polisikan oleh Rektoratnya Sendiri]

HIDUP MAHASISWA!!! Institusi sekelas perguruan tinggi yg seharusnya memberikan pendidikan kepada mahasiswa malah melakukan *KRIMINALISASI* kepada Mahasiswa dan mencederai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke polisi.

Pada 2 Agustus 2017, Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT Semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yg bersangkutan sebelumnya.

Padahal dalam penyampaian aspirasi tidak ada satu pun fasilitas Unsri yg dirusak dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian.
Dan Pasal 28E Ayat (3) UUD RI 1945 telah menjamin hal ini yaitu menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ini merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa dan arogansi pihak rektorat Universitas Sriwijaya.

Apakah kita rela kawan-kawan melihat 1 orang terkorbankan untuk 2000 lebih mahasiswa dalam memperjuangkan UKT ini?

Apakah kita rela melihat rekan seperjuangan kita dipolisikan apalagi sampai di DO oleh Universitasnya sendiri?

Kami mahasiswa Universitas Sriwijaya jelas tidak rela!

Dan kami menolak tindakan kriminalisasi pihak penguasa, mencederai demokrasi dan segala bentuk tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa.

TTD,

ALIANSI PEDULI UKT

#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya

πŸ’¬ 5Normal

Buat apa "main tangan", kalo "duduk bersama" lebih menyenangkan
.
#SavePresmaUnsri
#StopKriminalisasiMahasiswa
Witra Kadino

Buat apa "main tangan", kalo "duduk bersama" lebih menyenangkan
.
#SavePresmaUnsri
#StopKriminalisasiMahasiswa

πŸ’¬ 5Normal
At Gedung Rektorat UNAND

Ketika Pendidikan dicengkeram kekuasaan, maka saat itulah bangsa perlahan menuju keterpurukan.

Dimulai dari kasus Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Mohammad Adib yang dipolisikan, berlanjut dengan saudara Rahmat Fahrizal dari Universitas Sriwijaya, yang juga dilaporkan ke polisi. Kedua kasus ini memperlihatkan kemunduran dari budaya Pendidikan kita.

Apakah kampus kini tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa?

Apakah kampus kini tidak lagi menjadi sarana untuk meningkatkan sikap kritis mahasiswa?

Apakah kampus kini tidak lagi digunakan untuk membuat mahasiswanya bisa menjadi pribadi yang sadar akan dirinya?

Ataukah kampus perlahan bergeser menjadi tempat mencengkram pendidikan dengan kekuasaan?

Maka ke mana perginya tujuan Pendidikan kita? 
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU Sisdiknas 20 tahun 2003). Kesalahan yang mendasar apabila memasung kreativitas berpikir dan pergerakan mahasiswa. Apa artinya demokrasi dan kebebasan berpendapat bila tindak represif dan ancaman justru datang dari kampus, tempat pendidikan demokrasi dan ajang berdialog berbagai gagasan.

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
Di sana bersemayam kemerdekaan
Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?

#StopKriminalisasiMahasiswa
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya
#KampusRepresif
FauziCR

Ketika Pendidikan dicengkeram kekuasaan, maka saat itulah bangsa perlahan menuju keterpurukan.

Dimulai dari kasus Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Mohammad Adib yang dipolisikan, berlanjut dengan saudara Rahmat Fahrizal dari Universitas Sriwijaya, yang juga dilaporkan ke polisi. Kedua kasus ini memperlihatkan kemunduran dari budaya Pendidikan kita.

Apakah kampus kini tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa?

Apakah kampus kini tidak lagi menjadi sarana untuk meningkatkan sikap kritis mahasiswa?

Apakah kampus kini tidak lagi digunakan untuk membuat mahasiswanya bisa menjadi pribadi yang sadar akan dirinya?

Ataukah kampus perlahan bergeser menjadi tempat mencengkram pendidikan dengan kekuasaan?

Maka ke mana perginya tujuan Pendidikan kita?
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU Sisdiknas 20 tahun 2003). Kesalahan yang mendasar apabila memasung kreativitas berpikir dan pergerakan mahasiswa. Apa artinya demokrasi dan kebebasan berpendapat bila tindak represif dan ancaman justru datang dari kampus, tempat pendidikan demokrasi dan ajang berdialog berbagai gagasan.

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
Di sana bersemayam kemerdekaan
Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?

#StopKriminalisasiMahasiswa
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya
#KampusRepresif

πŸ’¬ 2Normal

#Repost @bem_si (@get_repost)
・・・
[Mahasiswa Unsri di Polisikan oleh Rektoratnya Sendiri]

HIDUP MAHASISWA!!! Institusi sekelas perguruan tinggi yg seharusnya memberikan pendidikan kepada mahasiswa malah melakukan *KRIMINALISASI* kepada Mahasiswa dan mencederai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke polisi.

Pada 2 Agustus 2017, Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT Semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yg bersangkutan sebelumnya.

Padahal dalam penyampaian aspirasi tidak ada satu pun fasilitas Unsri yg dirusak dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian. 
Dan  Pasal 28E Ayat (3) UUD RI 1945 telah menjamin hal ini yaitu menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ini merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa dan arogansi pihak rektorat Universitas Sriwijaya.

Apakah kita rela kawan-kawan melihat 1 orang terkorbankan untuk 2000 lebih mahasiswa dalam memperjuangkan UKT ini?

Apakah kita rela melihat rekan seperjuangan kita dipolisikan apalagi sampai di DO oleh Universitasnya sendiri?

Kami mahasiswa Universitas Sriwijaya jelas tidak rela!

Dan kami menolak tindakan kriminalisasi pihak penguasa, mencederai demokrasi dan segala bentuk tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa.

TTD,

ALIANSI PEDULI UKT

#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya
lpm_globeUMS

#Repost @bem_si (@get_repost)
・・・
[Mahasiswa Unsri di Polisikan oleh Rektoratnya Sendiri]

HIDUP MAHASISWA!!! Institusi sekelas perguruan tinggi yg seharusnya memberikan pendidikan kepada mahasiswa malah melakukan *KRIMINALISASI* kepada Mahasiswa dan mencederai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke polisi.

Pada 2 Agustus 2017, Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT Semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yg bersangkutan sebelumnya.

Padahal dalam penyampaian aspirasi tidak ada satu pun fasilitas Unsri yg dirusak dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian.
Dan Pasal 28E Ayat (3) UUD RI 1945 telah menjamin hal ini yaitu menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ini merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa dan arogansi pihak rektorat Universitas Sriwijaya.

Apakah kita rela kawan-kawan melihat 1 orang terkorbankan untuk 2000 lebih mahasiswa dalam memperjuangkan UKT ini?

Apakah kita rela melihat rekan seperjuangan kita dipolisikan apalagi sampai di DO oleh Universitasnya sendiri?

Kami mahasiswa Universitas Sriwijaya jelas tidak rela!

Dan kami menolak tindakan kriminalisasi pihak penguasa, mencederai demokrasi dan segala bentuk tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa.

TTD,

ALIANSI PEDULI UKT

#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya

πŸ’¬ 0Inkwell

@Regrann from @bem_unila - [STOP KRIMINALISASI MAHASISWA]

Hari ini, tindakan represivitas aparat sudah tidak bisa ditolerir...
.
.
Hari ini, saudara kita di UNSRI merasakan tindakan yang sewenang-wenang dari aparat...
.
.
Ketika mahasiswa menuntut haknya tetapi digembosi pergerakannya oleh pihak birokrat kampusnya...
.
.
Ketika mahasiswa menyalurkan aspirasinya tetapi mahasiswa dibungkam dengan sikap represif dari aparat keamanan...
.
.
Ketika semuanya telah telah terjadi, dimana hak bersuara sudah diinjak-injak, dimana rekan mahasiswa ditangkapi dan dipukuli...
.
.
Hanya ada satu kata dukungan untuk kawan-kawan UNSRI "LAWAN!!!"...
.
.
#UnilaBersamaUnsri
#StopKriminalisasiMahasiswa
#KecamRepresivitasAparat
#MAHASISWA_BERSATU - #regrann
Dzakiya Ulfa

@Regrann from @bem_unila - [STOP KRIMINALISASI MAHASISWA]

Hari ini, tindakan represivitas aparat sudah tidak bisa ditolerir...
.
.
Hari ini, saudara kita di UNSRI merasakan tindakan yang sewenang-wenang dari aparat...
.
.
Ketika mahasiswa menuntut haknya tetapi digembosi pergerakannya oleh pihak birokrat kampusnya...
.
.
Ketika mahasiswa menyalurkan aspirasinya tetapi mahasiswa dibungkam dengan sikap represif dari aparat keamanan...
.
.
Ketika semuanya telah telah terjadi, dimana hak bersuara sudah diinjak-injak, dimana rekan mahasiswa ditangkapi dan dipukuli...
.
.
Hanya ada satu kata dukungan untuk kawan-kawan UNSRI "LAWAN!!!"...
.
.
#UnilaBersamaUnsri
#StopKriminalisasiMahasiswa
#KecamRepresivitasAparat
#MAHASISWA_BERSATU - #regrann

πŸ’¬ 0Normal

*[Mahasiswa Unsri di Polisikan oleh Rektoratnya Sendiri]* HIDUP MAHASISWA!!! Institusi sekelas perguruan tinggi yg seharusnya memberikan pendidikan kepada mahasiswa malah melakukan *KRIMINALISASI* kepada Mahasiswa dan mencederai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke polisi.

Hari ini (2 Agustus 2017), Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT Semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yg bersangkutan sebelumnya.

Padahal dalam penyampaian aspirasi tidak ada satu pun fasilitas Unsri yg dirusak dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian. 
Dan  Pasal 28E Ayat (3) UUD RI 1945 telah menjamin hal ini yaitu menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ini merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa dan arogansi pihak rektorat Universitas Sriwijaya.

Apakah kita rela kawan-kawan melihat 1 orang terkorbankan untuk 2000 lebih mahasiswa dalam memperjuangkan UKT ini?

Apakah kita rela melihat rekan seperjuangan kita dipolisikan apalagi sampai di DO oleh Universitasnya sendiri?

Kami mahasiswa Universitas Sriwijaya jelas tidak rela!

Dan kami menolak tindakan kriminalisasi pihak penguasa, mencederai demokrasi dan segala bentuk tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa.

TTD,

ALIANSI PEDULI UKT

#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya
Winda Jayanti M

*[Mahasiswa Unsri di Polisikan oleh Rektoratnya Sendiri]* HIDUP MAHASISWA!!! Institusi sekelas perguruan tinggi yg seharusnya memberikan pendidikan kepada mahasiswa malah melakukan *KRIMINALISASI* kepada Mahasiswa dan mencederai demokrasi dengan melaporkan mahasiswanya sendiri ke polisi.

Hari ini (2 Agustus 2017), Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal dilaporkan ke Polres OI oleh pihak Universitas dengan dugaan melakukan tindakan dan perbuatan yg mengandung unsur-unsur pengujaran kebencian, mempermalukan rektor dan pelanggaran undang-undang dalam memperjuangkan UKT Semester 9 yang tidak ada klarifikasi pada yg bersangkutan sebelumnya.

Padahal dalam penyampaian aspirasi tidak ada satu pun fasilitas Unsri yg dirusak dan aspirasi yg disampaikan pun tidak ada satu pun ujaran kebencian.
Dan Pasal 28E Ayat (3) UUD RI 1945 telah menjamin hal ini yaitu menyatakan perlindungan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ini merupakan bentuk pembungkaman suara mahasiswa dan arogansi pihak rektorat Universitas Sriwijaya.

Apakah kita rela kawan-kawan melihat 1 orang terkorbankan untuk 2000 lebih mahasiswa dalam memperjuangkan UKT ini?

Apakah kita rela melihat rekan seperjuangan kita dipolisikan apalagi sampai di DO oleh Universitasnya sendiri?

Kami mahasiswa Universitas Sriwijaya jelas tidak rela!

Dan kami menolak tindakan kriminalisasi pihak penguasa, mencederai demokrasi dan segala bentuk tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa.

TTD,

ALIANSI PEDULI UKT

#StopKriminalisasiMahasiswa
#TolakUKTFullSemester9
#RektoratMencederaiDemokrasi
#BapakLaporkanAnaknya

πŸ’¬ 1Normal

#Rensta #Repost: @febriwalanda via @renstapp Β·Β·Β·
β€œ [MAHASISWA SUMSEL BERSATU]
.
.

Jika Meminta kepada ayah sendiri dihadiahi pukulan, Terjangan,  Ancaman laporan kepolisian, dan Penonaktifan akademik mahasiswa hanya Karena Memperjuangkan Hak-hak Mahasiswa dalam Penurunan UKT Semester 9.

Maka Sebagai Rakyat Indonesia, mari Kita adukan ini kepada Wakil rakyat disana, bapak dan Ibu DPRD Sumsel. .
.
. .
"SERUAN AKSI MAHASISWA SUMSEL MENUNTUT KEADILAN"
.
.

HARI INI, Jum'at, 4 agustus 2017.
.
πŸ“Œ Titik kumpul :
- Pukul 10.00 di terminal Unsri (Indralaya)
- Pukul 13.00 di Kantor DPRD sumsel (Palembang)

Siapkan Almamater masing-masing kampus!!
.
.
.
.
.
.

#saveuktsemester9 
#savemahasiswa 
#stopkriminalisasimahasiswa
#tolakpremanismekampus ”
ahmad judana

#Rensta #Repost: @febriwalanda via @renstapp Β·Β·Β·
β€œ [MAHASISWA SUMSEL BERSATU]
.
.

Jika Meminta kepada ayah sendiri dihadiahi pukulan, Terjangan, Ancaman laporan kepolisian, dan Penonaktifan akademik mahasiswa hanya Karena Memperjuangkan Hak-hak Mahasiswa dalam Penurunan UKT Semester 9.

Maka Sebagai Rakyat Indonesia, mari Kita adukan ini kepada Wakil rakyat disana, bapak dan Ibu DPRD Sumsel. .
.
. .
"SERUAN AKSI MAHASISWA SUMSEL MENUNTUT KEADILAN"
.
.

HARI INI, Jum'at, 4 agustus 2017.
.
πŸ“Œ Titik kumpul :
- Pukul 10.00 di terminal Unsri (Indralaya)
- Pukul 13.00 di Kantor DPRD sumsel (Palembang)

Siapkan Almamater masing-masing kampus!!
.
.
.
.
.
.

#saveuktsemester9
#savemahasiswa
#stopkriminalisasimahasiswa
#tolakpremanismekampus ”

πŸ’¬ 0Normal

tak sepantas dan sewajarnya wahai APARAT PENEGAK HUKUM

#StopKriminalisasiMahasiswa
#PraytoUnsri
Prayogi Pangestu

tak sepantas dan sewajarnya wahai APARAT PENEGAK HUKUM

#StopKriminalisasiMahasiswa
#PraytoUnsri

πŸ’¬ 0Normal

[MAHASISWA SUMSEL BERSATU]
.
.

Jika Meminta kepada ayah sendiri dihadiahi pukulan, Terjangan,  Ancaman laporan kepolisian, dan Penonaktifan akademik mahasiswa hanya Karena Memperjuangkan Hak-hak Mahasiswa dalam Penurunan UKT Semester 9.

Maka Sebagai Rakyat Indonesia, mari Kita adukan ini kepada Wakil rakyat disana, bapak dan Ibu DPRD Sumsel. .
.
. .
"SERUAN AKSI MAHASISWA SUMSEL MENUNTUT KEADILAN"
.
.

HARI INI, Jum'at, 4 agustus 2017.
.
πŸ“Œ Titik kumpul :
- Pukul 10.00 di terminal Unsri (Indralaya)
- Pukul 13.00 di Kantor DPRD sumsel (Palembang)

Siapkan Almamater masing-masing kampus!!
.
Sumber : @febriwalanda
.
.
.
.
.
.

#saveuktsemester9 
#savemahasiswa 
#stopkriminalisasimahasiswa
#tolakpremanismekampus #instapalembanggram #palembangevents #palembang #unsri
PALEMBANG

[MAHASISWA SUMSEL BERSATU]
.
.

Jika Meminta kepada ayah sendiri dihadiahi pukulan, Terjangan, Ancaman laporan kepolisian, dan Penonaktifan akademik mahasiswa hanya Karena Memperjuangkan Hak-hak Mahasiswa dalam Penurunan UKT Semester 9.

Maka Sebagai Rakyat Indonesia, mari Kita adukan ini kepada Wakil rakyat disana, bapak dan Ibu DPRD Sumsel. .
.
. .
"SERUAN AKSI MAHASISWA SUMSEL MENUNTUT KEADILAN"
.
.

HARI INI, Jum'at, 4 agustus 2017.
.
πŸ“Œ Titik kumpul :
- Pukul 10.00 di terminal Unsri (Indralaya)
- Pukul 13.00 di Kantor DPRD sumsel (Palembang)

Siapkan Almamater masing-masing kampus!!
.
Sumber : @febriwalanda
.
.
.
.
.
.

#saveuktsemester9
#savemahasiswa
#stopkriminalisasimahasiswa
#tolakpremanismekampus #instapalembanggram #palembangevents #palembang #unsri

πŸ’¬ 0Normal

Dukacita Kampus Kuning Sriwijaya.
Demokrasi telah mati.
Pemangku kuasa semena-mena membabi buta.
Panik bak Kehilangan kesadaran.
Mahasiswa di kriminalisasi !! #lawan

#stopkriminalisasimahasiswa
#tindaktegasoknumaparatbrutal
#TindakPremanismeKampus
#riphatinuranirektoratunsri
Asep Kurniawan

Dukacita Kampus Kuning Sriwijaya.
Demokrasi telah mati.
Pemangku kuasa semena-mena membabi buta.
Panik bak Kehilangan kesadaran.
Mahasiswa di kriminalisasi !! #lawan

#stopkriminalisasimahasiswa
#tindaktegasoknumaparatbrutal
#TindakPremanismeKampus
#riphatinuranirektoratunsri

πŸ’¬ 0Normal

next