Esther Idayanti

@estheridayanti

Writer, Speaker, Duta Keluarga
Focus On the Family Indonesia
estheridayanti@gmail.com
My personal journey: @mrsluwuk

http://estheridayanti.blogdetik.com

Images and videos by Esther Idayanti

SIAPA YANG MENYIAPKAN PARASUT ANDA? 
Charles Plumb adalah seorang pilot pesawat jet Amerika dalam perang Vietnam. Setelah 75 kali terbang, pesawatnya diserang oleh roket dan jatuh. Charles melompat dari pesawat dengan parasut ke wilayah musuh dan selama 6 tahun ia mendekam di penjara. Setelah bebas, ia memberi ceramah mengenai pengalamannya di Vietnam•
•
Suatu hari, ketika Charles dan istrinya duduk di sebuah restoran, seorang pria dari meja sebelah mendatanginya dan berkata, “Kamu Charles Plumb! Kamu menerbangkan pesawat jet di Vietnam dari kapal induk Kitty Hawk. Pesawatmu ditembak!” Charles menjawab, “Bagaimana kamu tahu?” Orang itu melanjutkan, “Aku yang menyiapkan parasutmu.” Charles sangat terkejut dan bersyukur. Orang itu berkomentar, “Parasutmu berjalan baik ya.” Dijawab oleh Charles, “Pasti. Kalau tidak, saya tidak berada di sini hari ini.” •
•
Charles tidak bisa tidur malam itu, berpikir tentang orang yang ditemuinya tadi, “Seperti apa ia bila mengenakan seragam... Berapa kali saya bertemu dengannya tanpa berkata ‘Selamat pagi, apa kabar?’ atau yang lain, karena saya seorang pilot pesawat jet dan ia hanya seorang pelaut biasa.” Charles berpikir tentang jam-jam yang dihabiskan oleh pelaut itu melipat setiap parasut dengan tepat dan teliti di bagian bawah kapal.  Pelaut itu memegang nyawa orang-orang yang tidak ia kenal•
•
Siapa yang menyiapkan parasut Anda?  Mungkin bukan parasut dari terpal, tetapi parasut mental, parasut spiritual, parasut emosional, parasut doa atau dukungan lain yang membuat Anda mendarat dengan selamat di tujuan.  Setiap orang memiliki orang lain yang menolong mereka melalui hari-hari dalam hidupnya. Biarlah kita ingat orang-orang ini, berterima kasih pada mereka, bila perlu melakukan sesuatu bagi mereka. (Esther Idayanti) •
•
BERI TANPA MENGINGAT, TERIMA TANPA MELUPAKAN (Brian Tracy)

SIAPA YANG MENYIAPKAN PARASUT ANDA?
Charles Plumb adalah seorang pilot pesawat jet Amerika dalam perang Vietnam. Setelah 75 kali terbang, pesawatnya diserang oleh roket dan jatuh. Charles melompat dari pesawat dengan parasut ke wilayah musuh dan selama 6 tahun ia mendekam di penjara. Setelah bebas, ia memberi ceramah mengenai pengalamannya di Vietnam•

Suatu hari, ketika Charles dan istrinya duduk di sebuah restoran, seorang pria dari meja sebelah mendatanginya dan berkata, “Kamu Charles Plumb! Kamu menerbangkan pesawat jet di Vietnam dari kapal induk Kitty Hawk. Pesawatmu ditembak!” Charles menjawab, “Bagaimana kamu tahu?” Orang itu melanjutkan, “Aku yang menyiapkan parasutmu.” Charles sangat terkejut dan bersyukur. Orang itu berkomentar, “Parasutmu berjalan baik ya.” Dijawab oleh Charles, “Pasti. Kalau tidak, saya tidak berada di sini hari ini.” •

Charles tidak bisa tidur malam itu, berpikir tentang orang yang ditemuinya tadi, “Seperti apa ia bila mengenakan seragam... Berapa kali saya bertemu dengannya tanpa berkata ‘Selamat pagi, apa kabar?’ atau yang lain, karena saya seorang pilot pesawat jet dan ia hanya seorang pelaut biasa.” Charles berpikir tentang jam-jam yang dihabiskan oleh pelaut itu melipat setiap parasut dengan tepat dan teliti di bagian bawah kapal.  Pelaut itu memegang nyawa orang-orang yang tidak ia kenal•

Siapa yang menyiapkan parasut Anda?  Mungkin bukan parasut dari terpal, tetapi parasut mental, parasut spiritual, parasut emosional, parasut doa atau dukungan lain yang membuat Anda mendarat dengan selamat di tujuan.  Setiap orang memiliki orang lain yang menolong mereka melalui hari-hari dalam hidupnya. Biarlah kita ingat orang-orang ini, berterima kasih pada mereka, bila perlu melakukan sesuatu bagi mereka. (Esther Idayanti) •

BERI TANPA MENGINGAT, TERIMA TANPA MELUPAKAN (Brian Tracy)

💬 6Normal

BERAPA HARGAKU?

Bayangkan bila anak saya datang dan berkata, “Mami, akhirnya aku layak untuk menjadi keluarga ‘Luwuk’ karena aku juara!” Kira-kira apa respon saya?  Tentu saya berkata, “Kamu jadi bagian dari keluarga ini bukan karena kamu bisa mencapai sesuatu, tetapi karena kamu dilahirkan di keluarga ini!” Tidak ada satupun perbuatannya dapat menyebabkan ia menjadi bagian keluarga kami. Ini sudah pemberian.  Sebaliknya, tidak ada kegagalan apapun juga yang bisa membatalkannya dari posisi nya sebagai anak saya.  Ia dicintai dan dihargai bukan karena prestasinya, tetapi karena ia anak saya.  Harga dirinya sudah ditetapkan, tidak memandang usahanya.•
•
Tetapi kita terbiasa menilai harga diri kita seperti apa yang dunia lakukan: menilai diri sesuai prestasi, penampilan dll.  Diterima dalam lingkungan tertentu karena golongan ‘platinum’, mendapat kursi terdepan karena jabatan, dihargai karena juara dll.  Tidak heran bila seseorang merasa minder, tidak berharga, kurang keren, sehingga timbullah berbagai macam kompensasi: merendahkan orang lain supaya ‘harganya’ lebih tinggi, mengejar sejumlah deposito, berlebihan memoles penampilan untuk menyembunyikan ‘harga’ yang sesungguhnya.•
•
Sebenarnya semua ini bergantung dari bagaimana kita memandang Tuhan.  Apakah Ia sebagai ayah yang baik dan kita adalah anak-Nya, sehingga kita diterima tanpa harus berprestasi, tanpa syarat.  Atau kita memandang Tuhan sebagai polisi yang mencatat dan menimbang segala perbuatan kita yang buruk dan yang baik.  Bila yang terakhir ini menjadi pandangan kita, tidak heran bila kita seumur hidup akan bertanya-tanya, “Apakah aku layak?” atau “Apakah aku berharga?” Lalu kita berdoa lebih lama, memberi lebih banyak, bergantung pada perbuatan kita agar mendapatkan penerimaan. Ketahuilah, Anda sudah diterima dan dicintai, sejak pertama kali Ia menciptakan Anda, dan Anda berharga di mata-Nya (Esther Idayanti)•
•
TUHAN MENCINTAI ANDA KARENA SIAPA DIA, BUKAN KARENA APA YANG ANDA LAKUKAN ATAU TIDAK LAKUKAN.

God loves you because of who God is, not because of anything you did or didn’t do.

BERAPA HARGAKU?

Bayangkan bila anak saya datang dan berkata, “Mami, akhirnya aku layak untuk menjadi keluarga ‘Luwuk’ karena aku juara!” Kira-kira apa respon saya?  Tentu saya berkata, “Kamu jadi bagian dari keluarga ini bukan karena kamu bisa mencapai sesuatu, tetapi karena kamu dilahirkan di keluarga ini!” Tidak ada satupun perbuatannya dapat menyebabkan ia menjadi bagian keluarga kami. Ini sudah pemberian.  Sebaliknya, tidak ada kegagalan apapun juga yang bisa membatalkannya dari posisi nya sebagai anak saya.  Ia dicintai dan dihargai bukan karena prestasinya, tetapi karena ia anak saya.  Harga dirinya sudah ditetapkan, tidak memandang usahanya.•

Tetapi kita terbiasa menilai harga diri kita seperti apa yang dunia lakukan: menilai diri sesuai prestasi, penampilan dll.  Diterima dalam lingkungan tertentu karena golongan ‘platinum’, mendapat kursi terdepan karena jabatan, dihargai karena juara dll.  Tidak heran bila seseorang merasa minder, tidak berharga, kurang keren, sehingga timbullah berbagai macam kompensasi: merendahkan orang lain supaya ‘harganya’ lebih tinggi, mengejar sejumlah deposito, berlebihan memoles penampilan untuk menyembunyikan ‘harga’ yang sesungguhnya.•

Sebenarnya semua ini bergantung dari bagaimana kita memandang Tuhan.  Apakah Ia sebagai ayah yang baik dan kita adalah anak-Nya, sehingga kita diterima tanpa harus berprestasi, tanpa syarat.  Atau kita memandang Tuhan sebagai polisi yang mencatat dan menimbang segala perbuatan kita yang buruk dan yang baik.  Bila yang terakhir ini menjadi pandangan kita, tidak heran bila kita seumur hidup akan bertanya-tanya, “Apakah aku layak?” atau “Apakah aku berharga?” Lalu kita berdoa lebih lama, memberi lebih banyak, bergantung pada perbuatan kita agar mendapatkan penerimaan. Ketahuilah, Anda sudah diterima dan dicintai, sejak pertama kali Ia menciptakan Anda, dan Anda berharga di mata-Nya (Esther Idayanti)•

TUHAN MENCINTAI ANDA KARENA SIAPA DIA, BUKAN KARENA APA YANG ANDA LAKUKAN ATAU TIDAK LAKUKAN.

God loves you because of who God is, not because of anything you did or didn’t do.

💬 11Normal

PEMIMPIN 
Travis Kalanick, CEO Uber terpaksa mengundurkan diri karena berbagai masalah  yang disebabkan oleh keputusan dan style kepemimpinannya yang keras. Padahal ia menggagas Uber dari awal hingga saat ini di 76 negara dengan nilai sebesar $70 milyar. Kalanick dikenal sangat argumentatif dan menyulut banyak konflik.•
•
Sebagian pemimpin memiliki karakter yang keras dan sulit. Mungkin itu yang menyebabkan mereka sanggup mendobrak. Steve Jobs dan Bill Gates juga termasuk dalam golongan ini. Steve Jobs menuntut standar yang terlalu tinggi dan Bill Gates memimpin dengan keras. 
Bila tidak hati-hati, pemimpin berkepribadian sulit bisa kena batunya. Steve Jobs pernah terpaksa mundur dari Apple, dan Bill Gates bermasalah dengan tuntutan monopoli. Tetapi keduanya belajar dari tekanan yang nyaris menghancurkan itu lalu berubah. Keberhasilan pemimpin-pemimpin besar ini tidak bisa menjadi pembenaran bahwa tidak mengapa punya kepribadian sulit asal sukses•
•
Sudah pasti orang tidak suka diberi target, dan memang bukan tugas pemimpin untuk menyenangkan semua orang. Tetapi paling tidak dengan menjadi pemimpin yang disukai, Anda  mengurangi konflik yang tidak perlu.  Sebagai pemimpin, Anda perlu menjadi seseorang yang menginspirasi untuk mencapai tujuan bersama, bukan dibenci.  Sebuah riset dari Harvard Business School menyatakan bahwa dalam organisasi apapun, orang memilih bekerja dengan orang yang disukai.  Ternyata perasaan memegang peranan penting dalam pekerjaan. Riset lain dari University Illinois mengatakan bahwa tim bekerja dengan lebih baik bila diperlakukan dengan ramah, diberi respek dan kejujuran.•
•
Alasan klasik yang sering dipakai adalah, “Saya memang orangnya begini.” Padahal ini adalah tentang EQ (Emotional Intelligence) yang sepenuhnya di bawah kontrol seseorang. Pada akhirnya, semua bisnis adalah “people business” dan orang memilih berbisnis dan bekerja dengan pemimpin serta perusahaan yang menyenangkan (Esther Idayanti)•
•
SEORANG PEMIMPIN DIKAGUMI, SEORANG BOSS DITAKUTI (Vincente del Bosque)

PEMIMPIN
Travis Kalanick, CEO Uber terpaksa mengundurkan diri karena berbagai masalah yang disebabkan oleh keputusan dan style kepemimpinannya yang keras. Padahal ia menggagas Uber dari awal hingga saat ini di 76 negara dengan nilai sebesar $70 milyar. Kalanick dikenal sangat argumentatif dan menyulut banyak konflik.•

Sebagian pemimpin memiliki karakter yang keras dan sulit. Mungkin itu yang menyebabkan mereka sanggup mendobrak. Steve Jobs dan Bill Gates juga termasuk dalam golongan ini. Steve Jobs menuntut standar yang terlalu tinggi dan Bill Gates memimpin dengan keras.
Bila tidak hati-hati, pemimpin berkepribadian sulit bisa kena batunya. Steve Jobs pernah terpaksa mundur dari Apple, dan Bill Gates bermasalah dengan tuntutan monopoli. Tetapi keduanya belajar dari tekanan yang nyaris menghancurkan itu lalu berubah. Keberhasilan pemimpin-pemimpin besar ini tidak bisa menjadi pembenaran bahwa tidak mengapa punya kepribadian sulit asal sukses•

Sudah pasti orang tidak suka diberi target, dan memang bukan tugas pemimpin untuk menyenangkan semua orang. Tetapi paling tidak dengan menjadi pemimpin yang disukai, Anda  mengurangi konflik yang tidak perlu.  Sebagai pemimpin, Anda perlu menjadi seseorang yang menginspirasi untuk mencapai tujuan bersama, bukan dibenci.  Sebuah riset dari Harvard Business School menyatakan bahwa dalam organisasi apapun, orang memilih bekerja dengan orang yang disukai.  Ternyata perasaan memegang peranan penting dalam pekerjaan. Riset lain dari University Illinois mengatakan bahwa tim bekerja dengan lebih baik bila diperlakukan dengan ramah, diberi respek dan kejujuran.•

Alasan klasik yang sering dipakai adalah, “Saya memang orangnya begini.” Padahal ini adalah tentang EQ (Emotional Intelligence) yang sepenuhnya di bawah kontrol seseorang. Pada akhirnya, semua bisnis adalah “people business” dan orang memilih berbisnis dan bekerja dengan pemimpin serta perusahaan yang menyenangkan (Esther Idayanti)•

SEORANG PEMIMPIN DIKAGUMI, SEORANG BOSS DITAKUTI (Vincente del Bosque)

💬 9Normal

MEDSOS

Ada sebuah video tentang peramal jalanan di Belgia. Peramal ini memilih orang secara acak untuk acara “Dave sang Paranormal.” Dave mengajak satu per satu peserta ke sebuah tenda, lalu memegang tangan mereka untuk merasakan energinya.  Kemudian ia menceritakan banyak hal tentang kehidupan pribadi orang itu, dari warna rumah, kendaraan yang ia miliki, nomor akun di bank, bahkan tatto pada tubuh orang tersebut.  Semua tepat luar biasa!  Tapi ternyata Dave bukan paranomal.  Di balik tenda ada sekelompok tim yang sibuk mencari data di web dan media sosial tentang orang itu, lalu membisiki Dave lewat “earphone” tersembunyi!•
•
Di zaman media sosial (medsos) saat ini, banyak orang mengumbar kehidupan pribadinya, baik tentang dirinya maupun perasaannya: kecewa dengan rekan kerja, marah dengan pelanggan, masalah pernikahan dll. Mereka berharap mendapat empati atau kekaguman, tetapi bisa jadi yang terjadi justru sebaliknya.  Sebelum Anda posting pikirkan:•
•
KEDEKATAN. Bila orang yang sama muncul di hadapan Anda (pembaca medsos yang tidak Anda kenal akrab), apakah Anda merasa nyaman menceritakan kisah itu padanya?  Medsos nampak “aman” karena orang tidak bertatap muka, tetapi sebenarnya semua orang bisa membaca kehidupan Anda.•
•
APAKAH MENGUNTUNGKAN?  Saat ini ada kecenderungan perusahaan melakukan pengecekan medsos sebelum melakukan rekrutmen.  Perusahaan mencari pegawai yang sopan dan memiliki EQ yang baik. Medsos juga dapat membahayakan karir/bisnis, karena orang menghindar berbisnis dengan orang yang mengumbar kemarahan, rahasia dan komplain di medsos.•
•
Media sosial bukan diary. Kalau Anda memang ingin curhat dan membangun persahabatan, lebih baik mengambil waktu untuk ngopi dengan teman dan berbagi (Esther Idayanti)•
•
TIDAK SETIAP BAGIAN DARI KEHIDUPAN PRIBADI KITA PERLU DIBUKA UNTUK UMUM.

MEDSOS

Ada sebuah video tentang peramal jalanan di Belgia. Peramal ini memilih orang secara acak untuk acara “Dave sang Paranormal.” Dave mengajak satu per satu peserta ke sebuah tenda, lalu memegang tangan mereka untuk merasakan energinya. Kemudian ia menceritakan banyak hal tentang kehidupan pribadi orang itu, dari warna rumah, kendaraan yang ia miliki, nomor akun di bank, bahkan tatto pada tubuh orang tersebut. Semua tepat luar biasa! Tapi ternyata Dave bukan paranomal. Di balik tenda ada sekelompok tim yang sibuk mencari data di web dan media sosial tentang orang itu, lalu membisiki Dave lewat “earphone” tersembunyi!•

Di zaman media sosial (medsos) saat ini, banyak orang mengumbar kehidupan pribadinya, baik tentang dirinya maupun perasaannya: kecewa dengan rekan kerja, marah dengan pelanggan, masalah pernikahan dll. Mereka berharap mendapat empati atau kekaguman, tetapi bisa jadi yang terjadi justru sebaliknya. Sebelum Anda posting pikirkan:•

KEDEKATAN. Bila orang yang sama muncul di hadapan Anda (pembaca medsos yang tidak Anda kenal akrab), apakah Anda merasa nyaman menceritakan kisah itu padanya? Medsos nampak “aman” karena orang tidak bertatap muka, tetapi sebenarnya semua orang bisa membaca kehidupan Anda.•

APAKAH MENGUNTUNGKAN? Saat ini ada kecenderungan perusahaan melakukan pengecekan medsos sebelum melakukan rekrutmen. Perusahaan mencari pegawai yang sopan dan memiliki EQ yang baik. Medsos juga dapat membahayakan karir/bisnis, karena orang menghindar berbisnis dengan orang yang mengumbar kemarahan, rahasia dan komplain di medsos.•

Media sosial bukan diary. Kalau Anda memang ingin curhat dan membangun persahabatan, lebih baik mengambil waktu untuk ngopi dengan teman dan berbagi (Esther Idayanti)•

TIDAK SETIAP BAGIAN DARI KEHIDUPAN PRIBADI KITA PERLU DIBUKA UNTUK UMUM.

💬 2Normal

KELEMAHAN

Pada tahun 1700an George Whitefield memimpin banyak pertemuan yang tiap kali dihadiri ratusan orang, dan pengaruhnya dirasakan di seluruh Inggris. Tetapi ada saja orang yang tidak suka. Ia kerap menerima surat kritikan dan kebencian. Kadang ia merasa patah semangat, tetapi kemudian ia belajar bahwa respon terbaik adalah kejujuran dan keterbukaan. Ia membalas surat-surat itu, “Terima kasih untuk surat Anda. Mengenai apa yang Anda dan musuh-musuh lain katakan tentang saya, saya tahu hal yang lebih buruk tentang diri saya daripada apa yang Anda bisa katakan tentang saya.”•
•
Memang benar, kita lebih tahu siapa kita sebenarnya, termasuk semua kelemahan kita.  George Whitefield dengan kerendahan hati mengakui bahwa ia tidak sempurna, sebuah respon yang tepat. Respon lainnya:•
•
SOMBONG. Orang yang rendah diri dapat menjadi orang yang sangat sombong. Ia menutupi rasa mindernya dengan penampilan yang berlebihan, memenuhi hidupnya dengan pencapaian dan piala, dan pembicaraan tentang dirinya.  Bukan berarti semua orang berprestasi adalah orang minder, tetapi orang yang rendah diri mencari pelampiasan yang berlebihan. Seringkali ia merendahkan orang lain supaya ia nampak tinggi.•
•
TAMPAK TANGGUH. Anak laki tidak boleh menangis. Karena itu para pria berusaha untuk kuat, tidak mengungkapkan kekhawatiran, ketakutan, dan kesedihannya. Mereka khawatir kehilangan respek. Tetapi menyimpan hal ini ternyata terbukti tidak sehat. •
•
Semua orang punya kelemahan, dan kadang kita sendiri merasa jengkel dan malu. Tetapi menutup-nutupinya bukan penyelesaian. Melainkan menerima dan terus berusaha untuk memperbaiki diri. Paulus, seorang rohaniwan pernah menulis, "Di dalam kelemahanku, kuasa Tuhan semakin nyata." Saat kita lemah, kita bergantung pada Tuhan dan meminta kekuatan-Nya untuk menolong kita berubah. Kita menyadari bahwa kalau kita bisa melakukan banyak hal, itu karena Dia. (Esther Idayanti)•
•
SAYA TAHU SEKALI KELEMAHAN SAYA, SEHINGGA HARAPAN SATU-SATUNYA HANYA TUHAN (R. E. Lee)

KELEMAHAN

Pada tahun 1700an George Whitefield memimpin banyak pertemuan yang tiap kali dihadiri ratusan orang, dan pengaruhnya dirasakan di seluruh Inggris. Tetapi ada saja orang yang tidak suka. Ia kerap menerima surat kritikan dan kebencian. Kadang ia merasa patah semangat, tetapi kemudian ia belajar bahwa respon terbaik adalah kejujuran dan keterbukaan. Ia membalas surat-surat itu, “Terima kasih untuk surat Anda. Mengenai apa yang Anda dan musuh-musuh lain katakan tentang saya, saya tahu hal yang lebih buruk tentang diri saya daripada apa yang Anda bisa katakan tentang saya.”•

Memang benar, kita lebih tahu siapa kita sebenarnya, termasuk semua kelemahan kita. George Whitefield dengan kerendahan hati mengakui bahwa ia tidak sempurna, sebuah respon yang tepat. Respon lainnya:•

SOMBONG. Orang yang rendah diri dapat menjadi orang yang sangat sombong. Ia menutupi rasa mindernya dengan penampilan yang berlebihan, memenuhi hidupnya dengan pencapaian dan piala, dan pembicaraan tentang dirinya. Bukan berarti semua orang berprestasi adalah orang minder, tetapi orang yang rendah diri mencari pelampiasan yang berlebihan. Seringkali ia merendahkan orang lain supaya ia nampak tinggi.•

TAMPAK TANGGUH. Anak laki tidak boleh menangis. Karena itu para pria berusaha untuk kuat, tidak mengungkapkan kekhawatiran, ketakutan, dan kesedihannya. Mereka khawatir kehilangan respek. Tetapi menyimpan hal ini ternyata terbukti tidak sehat. •

Semua orang punya kelemahan, dan kadang kita sendiri merasa jengkel dan malu. Tetapi menutup-nutupinya bukan penyelesaian. Melainkan menerima dan terus berusaha untuk memperbaiki diri. Paulus, seorang rohaniwan pernah menulis, "Di dalam kelemahanku, kuasa Tuhan semakin nyata." Saat kita lemah, kita bergantung pada Tuhan dan meminta kekuatan-Nya untuk menolong kita berubah. Kita menyadari bahwa kalau kita bisa melakukan banyak hal, itu karena Dia. (Esther Idayanti)•

SAYA TAHU SEKALI KELEMAHAN SAYA, SEHINGGA HARAPAN SATU-SATUNYA HANYA TUHAN (R. E. Lee)

💬 15Clarendon

MILIK SIAPA?

Barney Clark (62 tahun) adalah orang pertama yang menerima jantung buatan tahun 1982. Ia juga diberi sebuah kunci yang dapat mematikan kompresor jantungnya, bila ia memutuskan untuk mati.  Dokternya, Dr. Willem Kolff, mengatakan bila Clark tidak lagi menikmati hidupnya, dan merasa tidak ada gunanya bertahan hidup, ia punya hak untuk mengakhiri hidupnya•
•
Pertanyaannya, siapa pemilik nyawa manusia? Bila manusia pemilik nyawanya, maka ia boleh memutuskan kapan ia mau meninggal (alias bunuh diri), karena nyawanya adalah haknya.  Dan kalau manusia berpikir ia berhak atas nyawa orang lain, entah alasan hak atas tubuh (aborsi) maupun alasan pandangan hidup (terorisme), mereka menganggap boleh mengambil nyawa orang lain•
•
Tetapi manusia tidak menciptakan nyawanya sendiri maupun orang lain. Itu bukan miliknya. Selain itu, manusia diciptakan dalam gambaran ilahi (imago dei), bukan sekedar “hidup” seperti tanaman. Mengambil nyawa adalah menyerang keberadaan tersebut, sangat berisiko. Juga sebuah pernyataan ketidakpercayaan pada Tuhan, menganggap Tuhan tidak sanggup mendampingi dalam hari-hari yang sulit dan gelap.  Tuhan, sumber kehidupan, Ia juga yang menjadi sumber pengharapan kita (Esther Idayanti)•
•
RASA SAKIT ITU NYATA. TETAPI DEMIKIAN JUGA HARAPAN.

MILIK SIAPA?

Barney Clark (62 tahun) adalah orang pertama yang menerima jantung buatan tahun 1982. Ia juga diberi sebuah kunci yang dapat mematikan kompresor jantungnya, bila ia memutuskan untuk mati.  Dokternya, Dr. Willem Kolff, mengatakan bila Clark tidak lagi menikmati hidupnya, dan merasa tidak ada gunanya bertahan hidup, ia punya hak untuk mengakhiri hidupnya•

Pertanyaannya, siapa pemilik nyawa manusia? Bila manusia pemilik nyawanya, maka ia boleh memutuskan kapan ia mau meninggal (alias bunuh diri), karena nyawanya adalah haknya.  Dan kalau manusia berpikir ia berhak atas nyawa orang lain, entah alasan hak atas tubuh (aborsi) maupun alasan pandangan hidup (terorisme), mereka menganggap boleh mengambil nyawa orang lain•

Tetapi manusia tidak menciptakan nyawanya sendiri maupun orang lain. Itu bukan miliknya. Selain itu, manusia diciptakan dalam gambaran ilahi (imago dei), bukan sekedar “hidup” seperti tanaman. Mengambil nyawa adalah menyerang keberadaan tersebut, sangat berisiko. Juga sebuah pernyataan ketidakpercayaan pada Tuhan, menganggap Tuhan tidak sanggup mendampingi dalam hari-hari yang sulit dan gelap.  Tuhan, sumber kehidupan, Ia juga yang menjadi sumber pengharapan kita (Esther Idayanti)•

RASA SAKIT ITU NYATA. TETAPI DEMIKIAN JUGA HARAPAN.

💬 5Normal

STAY SAFE?

Ada beberapa saran berdasarkan statistik. Hindari mengendarai mobil, karena 20% kecelakaan mobil berakibat kematian. Jangan tinggal di rumah, karena 17% kecelakaan terjadi di rumah. Jangan berjalan di trotoar karena 14% kecelakaan terjadi pada pejalan kaki. Jangan berpergian dengan pesawat, kereta api atau kapal karena 16% dari semua kecelakaan melibatkan ketiga hal ini. Sekitar 33% kematian sisanya terjadi di rumah sakit. Jadi, hindari rumah sakit!•
•
Kalau Anda ingin aman, jangan ke mana-mana dan jangan lakukan apapun juga.  Bersekolah ada risiko tidak lulus, mencintai ada risiko tidak dicintai, memutuskan sesuatu ada risiko berbuat kesalahan. Tetapi tanpa mengambil resiko, kita tidak akan ke mana-mana•
•
Orang takut mengambil risiko karena merasa bahwa ia tidak dapat mengontrol hasilnya.  Ada juga yang  terlalu membesar-besarkan konsekuensi keputusan tersebut dan berpikir bahwa mereka tidak mampu menanggungnya. Penyebab lain, mereka tidak berpikir bahwa sebenarnya tidak mengambil tindakan apapun justru merugikan mereka!•
•
Kalau Anda ingin menang, buat rencana yang baik, ambil risiko dengan penuh perhitungan (calculated risk) dan lakukan. Beberapa pertanyaan yang membantu Anda berpikir sebelum bertindak:•
•
(1) Apa risikonya? (Berpikir jujur, tanpa melibatkan emosi)•
•
(2) Berapa besar kemungkinan risiko itu terjadi? (Berpikir tepat, cari data)•
•
(3) Apa upahnya? (Berpikir realistis)•
•
(4) Apa ada pilihan-pilihan lain? (Berpikir kreatif, mencari berbagai kemungkinan)•
•
(5) Apakah saya harus mengambil keputusan hari ini? (Berpikir strategis, tidak terburu-buru, namun juga jangan terlambat sehingga kehilangan kesempatan)•
•
Warren Buffett berkata, risiko ada karena kita tidak mengetahui apa yang kita kerjakan. Semakin kita  menguasai bidang kita, semakin kecil risikonya (Esther Idayanti)•
•
 KALAU ANDA TIDAK PERNAH MERASA TAKUT, MALU ATAU TERLUKA, BERARTI ANDA TIDAK PERNAH MENGAMBIL KESEMPATAN (Julia Soul)

STAY SAFE?

Ada beberapa saran berdasarkan statistik. Hindari mengendarai mobil, karena 20% kecelakaan mobil berakibat kematian. Jangan tinggal di rumah, karena 17% kecelakaan terjadi di rumah. Jangan berjalan di trotoar karena 14% kecelakaan terjadi pada pejalan kaki. Jangan berpergian dengan pesawat, kereta api atau kapal karena 16% dari semua kecelakaan melibatkan ketiga hal ini. Sekitar 33% kematian sisanya terjadi di rumah sakit. Jadi, hindari rumah sakit!•

Kalau Anda ingin aman, jangan ke mana-mana dan jangan lakukan apapun juga.  Bersekolah ada risiko tidak lulus, mencintai ada risiko tidak dicintai, memutuskan sesuatu ada risiko berbuat kesalahan. Tetapi tanpa mengambil resiko, kita tidak akan ke mana-mana•

Orang takut mengambil risiko karena merasa bahwa ia tidak dapat mengontrol hasilnya.  Ada juga yang  terlalu membesar-besarkan konsekuensi keputusan tersebut dan berpikir bahwa mereka tidak mampu menanggungnya. Penyebab lain, mereka tidak berpikir bahwa sebenarnya tidak mengambil tindakan apapun justru merugikan mereka!•

Kalau Anda ingin menang, buat rencana yang baik, ambil risiko dengan penuh perhitungan (calculated risk) dan lakukan. Beberapa pertanyaan yang membantu Anda berpikir sebelum bertindak:•

(1) Apa risikonya? (Berpikir jujur, tanpa melibatkan emosi)•

(2) Berapa besar kemungkinan risiko itu terjadi? (Berpikir tepat, cari data)•

(3) Apa upahnya? (Berpikir realistis)•

(4) Apa ada pilihan-pilihan lain? (Berpikir kreatif, mencari berbagai kemungkinan)•

(5) Apakah saya harus mengambil keputusan hari ini? (Berpikir strategis, tidak terburu-buru, namun juga jangan terlambat sehingga kehilangan kesempatan)•

Warren Buffett berkata, risiko ada karena kita tidak mengetahui apa yang kita kerjakan. Semakin kita  menguasai bidang kita, semakin kecil risikonya (Esther Idayanti)•

KALAU ANDA TIDAK PERNAH MERASA TAKUT, MALU ATAU TERLUKA, BERARTI ANDA TIDAK PERNAH MENGAMBIL KESEMPATAN (Julia Soul)

💬 5Normal

FOCUSING ON OTHERS

Ada sebuah artikel ditulis di Wall Street Journal tentang Navy SEAL atau kelompok marinir paling bergengsi di antara angkatan bersenjata di Amerika. Pelatihan dasar untuk menjadi Navy SEAL sangat keras dan sulit, dan hanya 10%-20% peserta yang lulus. Peserta pelatihan awal ini terdiri dari berbagai kalangan: lulusan SMU, mahasiswa, pemain footbal, juara renang tingkat nasional, pegulat dan petinju peringkat atas, dll•
•
Ternyata setelah dipelajari, ada tipe tertentu yang sudah pasti gagal, yaitu orang-orang berotot yang menganggap ototnya merupakan sumber kekuatannya, tipe pemimpin yang tidak mau turun tangan, dan mantan atlit dengan sikap “lihatlah saya” karena mereka dulunya sering dianggap bintang. Pada intinya, mereka yang memfokuskan diri pada “pertunjukan”•
•
Sebaliknya, ada orang-orang tertentu yang di awal pelatihan nampaknya mustahil untuk lulus, tetapi ternyata mereka berhasil. Mereka adalah orang-orang yang bermasalah saat lari, push up, mereka yang kurus, berbadan agak pendek, bahkan yang gemetar saat melihat laut. Ada kualitas yang sama di orang-orang ini, yaitu di tengah rasa sakit yang luar biasa, saat hidup mereka mengalami ujian besar, mereka memiliki kemampuan untuk keluar dari rasa sakit, mengesampingkan rasa takut, sambil bertanya, “Bagaimana saya bisa membantu orang di samping saya?” Selain memiliki kekuatan fisik dan keberanian, orang-orang ini memikirkan orang lain dan mendedikasikan hidupnya untuk tujuan yang lebih tinggi. Bila Anda ingin menjadi orang yang tangguh, miliki tujuan yang lebih luas daripada “diri sendiri.” (Esther Idayanti)•
•
ORANG YANG SUKSES SELALU MENCARI KESEMPATAN UNTUK MENOLONG ORANG LAIN. ORANG YANG TIDAK SUKSES SELALU BERTANYA, “APA UNTUNGNYA UNTUK AKU?” (Brian Tracy)

FOCUSING ON OTHERS

Ada sebuah artikel ditulis di Wall Street Journal tentang Navy SEAL atau kelompok marinir paling bergengsi di antara angkatan bersenjata di Amerika. Pelatihan dasar untuk menjadi Navy SEAL sangat keras dan sulit, dan hanya 10%-20% peserta yang lulus. Peserta pelatihan awal ini terdiri dari berbagai kalangan: lulusan SMU, mahasiswa, pemain footbal, juara renang tingkat nasional, pegulat dan petinju peringkat atas, dll•

Ternyata setelah dipelajari, ada tipe tertentu yang sudah pasti gagal, yaitu orang-orang berotot yang menganggap ototnya merupakan sumber kekuatannya, tipe pemimpin yang tidak mau turun tangan, dan mantan atlit dengan sikap “lihatlah saya” karena mereka dulunya sering dianggap bintang. Pada intinya, mereka yang memfokuskan diri pada “pertunjukan”•

Sebaliknya, ada orang-orang tertentu yang di awal pelatihan nampaknya mustahil untuk lulus, tetapi ternyata mereka berhasil. Mereka adalah orang-orang yang bermasalah saat lari, push up, mereka yang kurus, berbadan agak pendek, bahkan yang gemetar saat melihat laut. Ada kualitas yang sama di orang-orang ini, yaitu di tengah rasa sakit yang luar biasa, saat hidup mereka mengalami ujian besar, mereka memiliki kemampuan untuk keluar dari rasa sakit, mengesampingkan rasa takut, sambil bertanya, “Bagaimana saya bisa membantu orang di samping saya?” Selain memiliki kekuatan fisik dan keberanian, orang-orang ini memikirkan orang lain dan mendedikasikan hidupnya untuk tujuan yang lebih tinggi. Bila Anda ingin menjadi orang yang tangguh, miliki tujuan yang lebih luas daripada “diri sendiri.” (Esther Idayanti)•

ORANG YANG SUKSES SELALU MENCARI KESEMPATAN UNTUK MENOLONG ORANG LAIN. ORANG YANG TIDAK SUKSES SELALU BERTANYA, “APA UNTUNGNYA UNTUK AKU?” (Brian Tracy)

💬 7Normal

SARACEN

Kalau di negara Barat cinta bisa dijadikan bisnis saat Valentine, orang Indonesia lebih kreatif, kebencian dibuat menjadi bisnis ratusan juta! Lewat Saracen seseorang bisa pesan berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang disebarkan di ratusan ribu akun media sosial. Bagi beberapa orang, kebenaran mahal harganya, tetapi bagi yang lain, kebenaran tidak lagi ada nilainya.
Menurut Henry Clouds, ada tiga tipe manusia bila ditinjau dari segi cara mereka menyikapi kebenaran:•
•
ORANG BIJAK adalah orang yang mendengar kebenaran, lalu berusaha menyesuaikan dirinya dengan hal itu.  Bila ia ditegur karena melenceng, orang bijak akan berterima kasih karena Anda telah menyelamatkannya dari kesalahan atau kehancuran yang tidak perlu. Paling enak punya anak buah seperti ini, Anda beritahu baik-baik, ia mendengarkan dan masalah dibereskan•
•
ORANG BEBAL adalah orang yang mendengar kebenaran, tetapi menolaknya.  Ia berusaha membelokkan kebenaran supaya sejalan dengannya, atau ngotot mempertahankan diri bahwa ia yang benar. Lebih parah lagi, ia menyalahkan Anda atau orang lain.  Memang agak repot menangani yang satu ini, kalau ditegur berulang-ulang tidak bisa, terpaksa Anda memberi ultimatum dan penalti. Dua cara orang berubah, karena terinspirasi atau menderita/sakit (pain). Orang bebal baru berubah ketika ia merasakan sakit akibat tidak berubah•
•
ORANG JAHAT adalah orang yang membunuh kebenaran dan kemanusiaan. Pembunuhan memenuhi jiwanya: pembunuhan  karakter, hubungan, nyawa, dll. Satu-satunya cara menghadapinya adalah dengan hukum dan aparat penegak hukum•
•
Yang terpenting sebenarnya, di mana posisi kita dalam hubungannya dengan kebenaran? (Esther Idayanti)•
•
SEORANG YANG BIJAK MENDENGAR KEBENARAN DAN MENGUBAH DIRINYA.  SEORANG YANG BODOH MENDENGAR KEBENARAN DAN BERUSAHA MENGUBAHNYA.

SARACEN

Kalau di negara Barat cinta bisa dijadikan bisnis saat Valentine, orang Indonesia lebih kreatif, kebencian dibuat menjadi bisnis ratusan juta! Lewat Saracen seseorang bisa pesan berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang disebarkan di ratusan ribu akun media sosial. Bagi beberapa orang, kebenaran mahal harganya, tetapi bagi yang lain, kebenaran tidak lagi ada nilainya.
Menurut Henry Clouds, ada tiga tipe manusia bila ditinjau dari segi cara mereka menyikapi kebenaran:•

ORANG BIJAK adalah orang yang mendengar kebenaran, lalu berusaha menyesuaikan dirinya dengan hal itu.  Bila ia ditegur karena melenceng, orang bijak akan berterima kasih karena Anda telah menyelamatkannya dari kesalahan atau kehancuran yang tidak perlu. Paling enak punya anak buah seperti ini, Anda beritahu baik-baik, ia mendengarkan dan masalah dibereskan•

ORANG BEBAL adalah orang yang mendengar kebenaran, tetapi menolaknya.  Ia berusaha membelokkan kebenaran supaya sejalan dengannya, atau ngotot mempertahankan diri bahwa ia yang benar. Lebih parah lagi, ia menyalahkan Anda atau orang lain.  Memang agak repot menangani yang satu ini, kalau ditegur berulang-ulang tidak bisa, terpaksa Anda memberi ultimatum dan penalti. Dua cara orang berubah, karena terinspirasi atau menderita/sakit (pain). Orang bebal baru berubah ketika ia merasakan sakit akibat tidak berubah•

ORANG JAHAT adalah orang yang membunuh kebenaran dan kemanusiaan. Pembunuhan memenuhi jiwanya: pembunuhan  karakter, hubungan, nyawa, dll. Satu-satunya cara menghadapinya adalah dengan hukum dan aparat penegak hukum•

Yang terpenting sebenarnya, di mana posisi kita dalam hubungannya dengan kebenaran? (Esther Idayanti)•

SEORANG YANG BIJAK MENDENGAR KEBENARAN DAN MENGUBAH DIRINYA.  SEORANG YANG BODOH MENDENGAR KEBENARAN DAN BERUSAHA MENGUBAHNYA.

💬 0Normal

KESALAHAN YANG SAMA

Dalam 7 tahun hubungan mereka, Justin Bieber dan Selena Gomez membuat media sibuk menulis berita tentang putus sambungnya hubungan mereka. Sebentar mesra, sebentar putus, nyambung lagi, lalu putus lagi.  Sekarang sedang putus, entah kapan sambung lagi.•
•
Mengapa orang mengulangi kesalahan yang sama?  Berapa kali kita berkata hanya lihat-lihat saja, tetapi ternyata shopping juga?  Atau kembali makan donut kesukaan padahal tahu bahwa donut merusak diet kita?•
•
PIKIRKAN ALASANNYA. Sudah pasti Selena memutuskan Justin karena merasa pacarnya payah. Tetapi setelah putus, muncul kesedihan yang memang timbul bila seseorang harus berpisah dengan hal/seseorang yang mana ia telah terbiasa. Lalu muncullah ingatan tentang “kebaikan” orang itu atau betapa enaknya makanan itu. Ia lupa alasan sebenarnya mengapa putus: orang itu bikin masalah! Anda hanya boleh kembali bila ada sesuatu yang berbeda atau baru. Contohnya, Justin terbukti berubah, donut zero calories, dll.•
•
JANGAN BERKUBANG DALAM KESALAHAN, tetapi pikirkan yang diinginkan di masa depan. Setelah membuat pilihan yang salah, otak memperlambat kerjanya dan berpikir, “Apa yang terjadi?  Apa ada yang salah dengan saya?  Apakah keadaan berubah? dll”  Terus-menerus memikirkan kesalahan mengganggu kita untuk memikirkan jawaban yang tepat untuk masa mendatang.•
•
JANGAN MEMANDANG DIRI SEBAGAI ORANG YANG GAGAL. “Betapa bodohnya aku, selalu demikian!” “Aku memang payah sekali.” Memandang diri sebagai orang yang gagal membuat kita “down” dan stres, lalu kita cenderung mencari pelampiasan supaya merasa nyaman kembali, yaitu kebiasaan lama!  Jangan anggap diri sebagai seseorang yang gagal (“a failure”/citra diri), tetapi sebagai seseorang yang berbuat kesalahan (“mistake”/sebuah kejadian). Berbuat kesalahan memang manusiawi, tapi jangan berkali-kali diulangi (Esther Idayanti).•
•
SETIAP KALI KITA MENGULANGI KESALAHAN YANG SAMA, HARGA YANG HARUS DIBAYAR LEBIH MAHAL (Paul Coelho)

KESALAHAN YANG SAMA

Dalam 7 tahun hubungan mereka, Justin Bieber dan Selena Gomez membuat media sibuk menulis berita tentang putus sambungnya hubungan mereka. Sebentar mesra, sebentar putus, nyambung lagi, lalu putus lagi.  Sekarang sedang putus, entah kapan sambung lagi.•

Mengapa orang mengulangi kesalahan yang sama?  Berapa kali kita berkata hanya lihat-lihat saja, tetapi ternyata shopping juga?  Atau kembali makan donut kesukaan padahal tahu bahwa donut merusak diet kita?•

PIKIRKAN ALASANNYA. Sudah pasti Selena memutuskan Justin karena merasa pacarnya payah. Tetapi setelah putus, muncul kesedihan yang memang timbul bila seseorang harus berpisah dengan hal/seseorang yang mana ia telah terbiasa. Lalu muncullah ingatan tentang “kebaikan” orang itu atau betapa enaknya makanan itu. Ia lupa alasan sebenarnya mengapa putus: orang itu bikin masalah! Anda hanya boleh kembali bila ada sesuatu yang berbeda atau baru. Contohnya, Justin terbukti berubah, donut zero calories, dll.•

JANGAN BERKUBANG DALAM KESALAHAN, tetapi pikirkan yang diinginkan di masa depan. Setelah membuat pilihan yang salah, otak memperlambat kerjanya dan berpikir, “Apa yang terjadi?  Apa ada yang salah dengan saya?  Apakah keadaan berubah? dll”  Terus-menerus memikirkan kesalahan mengganggu kita untuk memikirkan jawaban yang tepat untuk masa mendatang.•

JANGAN MEMANDANG DIRI SEBAGAI ORANG YANG GAGAL. “Betapa bodohnya aku, selalu demikian!” “Aku memang payah sekali.” Memandang diri sebagai orang yang gagal membuat kita “down” dan stres, lalu kita cenderung mencari pelampiasan supaya merasa nyaman kembali, yaitu kebiasaan lama!  Jangan anggap diri sebagai seseorang yang gagal (“a failure”/citra diri), tetapi sebagai seseorang yang berbuat kesalahan (“mistake”/sebuah kejadian). Berbuat kesalahan memang manusiawi, tapi jangan berkali-kali diulangi (Esther Idayanti).•

SETIAP KALI KITA MENGULANGI KESALAHAN YANG SAMA, HARGA YANG HARUS DIBAYAR LEBIH MAHAL (Paul Coelho)

💬 14Normal

TIGA KERA 
Tiga kera sedang bergelantungan dan mendiskusikan kabar yang mengejutkan. Kera pertama berkata, “Kata manusia mereka adalah keturunan kita?  Sangat memalukan!” Kera kedua menambahi, “Itu tidak mungkin. Mana ada kera yang memukuli dan menyiksa pasangannya?  Pernah dengar tidak, ada kera yang membuang janin dalam tubuhnya?  Aku juga tidak pernah lihat induk kera meninggalkan anaknya demi kera lain atau karena sibuk bersenang-senang.” Kera ketiga menyahut, “Tidak ada kera yang begitu egois sehingga ia membangun pagar di sekeliling pohon kelapa, lalu kera-kera lain kelaparan.  Kita ambil yang kita perlu saja.  Dan lagi, kita tidak pernah saling membunuh karena kera lain punya pandangan yang berbeda. Kita hanya ganas ketika terpaksa mempertahankan diri dari bahaya.” “Kesimpulannya,” kata kera pertama, “Mereka bukan keturunan kita.”•
•
Sungguh menyedihkan, manusia yang dikaruniai akal budi dan hati nurani, kadang lebih jahat dari binatang (Maaf). Di mana salahnya?•
•
Ada aliran yang berkata bahwa manusia pada dasarnya baik, ia hanya membutuhkan tuntunan. Karena itu diberilah perintah moral untuk ditaati.  Tetapi ternyata tetap saja manusia melakukan kejahatan yang keji•
•
Pemikiran lain berkata bahwa manusia telah berdosa dan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri, seperti seorang yang sedang tenggelam dalam lautan. Bahkan hati nuraninya tidak lagi murni, karena dinodai oleh dosa.  Dosa menenggelamkan manusia, sehingga dibutuhkan pihak lain untuk menyelamatkannya, bukan sekedar sederetan perintah.  Kehadiran Tuhan sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan manusia•
•
Bila Anda bertanya pada orang apa yang dibutuhkan untuk masuk surga, sebagian besar berkata, "Berbuatlah baik.” Tetapi sebenarnya perbuatan baik manusia tidak mampu menebus dosanya. Yang kita butuhkan adalah berteriak pada-Nya, “Tolong aku!” Dan Tuhan datang dengan anugerah-Nya (Esther Idayanti)•
•
ANUGERAH ADALAH KEBAIKAN TUHAN YANG GRATIS, YANG SEBENARNYA TIDAK LAYAK DITERIMA OLEH MANUSIA (Matthew Henry)

TIGA KERA
Tiga kera sedang bergelantungan dan mendiskusikan kabar yang mengejutkan. Kera pertama berkata, “Kata manusia mereka adalah keturunan kita?  Sangat memalukan!” Kera kedua menambahi, “Itu tidak mungkin. Mana ada kera yang memukuli dan menyiksa pasangannya?  Pernah dengar tidak, ada kera yang membuang janin dalam tubuhnya?  Aku juga tidak pernah lihat induk kera meninggalkan anaknya demi kera lain atau karena sibuk bersenang-senang.” Kera ketiga menyahut, “Tidak ada kera yang begitu egois sehingga ia membangun pagar di sekeliling pohon kelapa, lalu kera-kera lain kelaparan.  Kita ambil yang kita perlu saja.  Dan lagi, kita tidak pernah saling membunuh karena kera lain punya pandangan yang berbeda. Kita hanya ganas ketika terpaksa mempertahankan diri dari bahaya.” “Kesimpulannya,” kata kera pertama, “Mereka bukan keturunan kita.”•

Sungguh menyedihkan, manusia yang dikaruniai akal budi dan hati nurani, kadang lebih jahat dari binatang (Maaf). Di mana salahnya?•

Ada aliran yang berkata bahwa manusia pada dasarnya baik, ia hanya membutuhkan tuntunan. Karena itu diberilah perintah moral untuk ditaati.  Tetapi ternyata tetap saja manusia melakukan kejahatan yang keji•

Pemikiran lain berkata bahwa manusia telah berdosa dan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri, seperti seorang yang sedang tenggelam dalam lautan. Bahkan hati nuraninya tidak lagi murni, karena dinodai oleh dosa.  Dosa menenggelamkan manusia, sehingga dibutuhkan pihak lain untuk menyelamatkannya, bukan sekedar sederetan perintah.  Kehadiran Tuhan sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan manusia•

Bila Anda bertanya pada orang apa yang dibutuhkan untuk masuk surga, sebagian besar berkata, "Berbuatlah baik.” Tetapi sebenarnya perbuatan baik manusia tidak mampu menebus dosanya. Yang kita butuhkan adalah berteriak pada-Nya, “Tolong aku!” Dan Tuhan datang dengan anugerah-Nya (Esther Idayanti)•

ANUGERAH ADALAH KEBAIKAN TUHAN YANG GRATIS, YANG SEBENARNYA TIDAK LAYAK DITERIMA OLEH MANUSIA (Matthew Henry)

💬 6Normal

MASALAH DI MANA?

Menurut Williams Group, 70% keluarga super kaya kehilangan kekayaan mereka pada generasi kedua, dan 90% pada generasi ketiga.  Banyak faktor penyebabnya, tetapi salah satunya adalah sikap para pewaris. Mereka datang ke kantor perusahaan keluarga siang hari dan bekerja sekedarnya karena tahu mereka tidak akan dipecat.  Mereka hidup bersenang-senang memboroskan uang.•
•
Kasus lain yang sering saya dengar dari banyak ibu adalah kesulitan mengatur anaknya.  Harus ditanya soal PR, diingatkan dan dipaksa belajar, tiap malam harus cek kelengkapan buku yang dibawa, karena anaknya tidak ambil pusing urusan sekolah.  Hal yang sama terjadi di kantor.•
•
TANGGUNG JAWAB SIAPA? Mengapa beberapa orang sama sekali tidak bertanggung jawab?  Karena memang tidak perlu! Sudah ada orang lain yang melakukannya untuk mereka. Sudah ada orangtua yang sibuk mempersiapkan kekayaan dan perusahaan. Sudah ada ibu yang membereskan urusan pelajaran.  Jadi masalahnya di mana?  Masalahnya, mereka tidak punya masalah! Ketika kita berhenti “menolong” dengan cara mengambil tanggung jawab mereka, baru mereka terpaksa berubah karena ada masalah.•
•
PILIHAN DI TANGAN SIAPA?  Saat anak saya masih kecil dan sedang dilatih tanggung jawab, saya katakan, “Kita akan pergi besok, kamu boleh ikut kalau PR selesai.  Kamu putuskan mau pergi atau tidak.” Orangtua bisa berkata, “Perusahaan ini butuh orang yang bertanggung jawab dan kerja keras. Kamu bisa jadi pimpinannya kalau kamu mau.” Mereka tahu, bahwa mereka harus membuat pilihan, dan tidak otomatis mendapatkan sesuatu.•
•
Jangan kacaukan “helping” dengan “enabling”. “Helping” adalah melakukan sesuatu untuk orang lain yang tidak mampu melakukannya sendiri. Sedangkan “enabling” melakukan sesuatu untuk orang yang sebenarnya bisa dan seharusnya melakukannya sendiri. (Esther Idayanti)

TANGGUNG JAWAB DITAKUTI ORANG. TETAPI ITULAH SATU-SATUNYA HAL DI DUNIA YANG MEMBANGUN KITA (Frank Crane)

MASALAH DI MANA?

Menurut Williams Group, 70% keluarga super kaya kehilangan kekayaan mereka pada generasi kedua, dan 90% pada generasi ketiga.  Banyak faktor penyebabnya, tetapi salah satunya adalah sikap para pewaris. Mereka datang ke kantor perusahaan keluarga siang hari dan bekerja sekedarnya karena tahu mereka tidak akan dipecat.  Mereka hidup bersenang-senang memboroskan uang.•

Kasus lain yang sering saya dengar dari banyak ibu adalah kesulitan mengatur anaknya.  Harus ditanya soal PR, diingatkan dan dipaksa belajar, tiap malam harus cek kelengkapan buku yang dibawa, karena anaknya tidak ambil pusing urusan sekolah.  Hal yang sama terjadi di kantor.•

TANGGUNG JAWAB SIAPA? Mengapa beberapa orang sama sekali tidak bertanggung jawab?  Karena memang tidak perlu! Sudah ada orang lain yang melakukannya untuk mereka. Sudah ada orangtua yang sibuk mempersiapkan kekayaan dan perusahaan. Sudah ada ibu yang membereskan urusan pelajaran.  Jadi masalahnya di mana?  Masalahnya, mereka tidak punya masalah! Ketika kita berhenti “menolong” dengan cara mengambil tanggung jawab mereka, baru mereka terpaksa berubah karena ada masalah.•

PILIHAN DI TANGAN SIAPA?  Saat anak saya masih kecil dan sedang dilatih tanggung jawab, saya katakan, “Kita akan pergi besok, kamu boleh ikut kalau PR selesai.  Kamu putuskan mau pergi atau tidak.” Orangtua bisa berkata, “Perusahaan ini butuh orang yang bertanggung jawab dan kerja keras. Kamu bisa jadi pimpinannya kalau kamu mau.” Mereka tahu, bahwa mereka harus membuat pilihan, dan tidak otomatis mendapatkan sesuatu.•

Jangan kacaukan “helping” dengan “enabling”. “Helping” adalah melakukan sesuatu untuk orang lain yang tidak mampu melakukannya sendiri. Sedangkan “enabling” melakukan sesuatu untuk orang yang sebenarnya bisa dan seharusnya melakukannya sendiri. (Esther Idayanti)

TANGGUNG JAWAB DITAKUTI ORANG. TETAPI ITULAH SATU-SATUNYA HAL DI DUNIA YANG MEMBANGUN KITA (Frank Crane)

💬 3Normal

DECISION DIVIDES

Ketika ditanya komentarnya tentang kepemimpinan, mantan PM Inggris Tony Blair menjawab bahwa "Pilihan itu memisahkan." Memang benar, begitu kita membuat pilihan, pasti ada yang pro dan kontra, suka dan tidak suka, mendukung dan menentang. Memilih menu makan saja ada anggota keluarga yang suka, ada yang protes. Apalagi membuat keputusan yang menyangkut masa depan organisasi dan hidup orang banyak.•
•
Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Karena itu, orang yang takut "dimusuhi" sulit maju sebagai pemimpin. Ia akan "stuck"  saat hendak mengambil keputusan. Lalu bagaimana?•
•
Kuncinya bukan menyenangkan semua orang, tapi menyenangkan orang yang tepat! Siapa yang perlu Anda senangkan? Karyawan, pemegang saham, rekan sekerja, atau siapa? Prinsip yang sama berlaku dalam kehidupan keluarga dan pergaulan.•
•
Jangan ragu memutuskan dan mengambil resiko bahwa orang tidak suka pada Anda. Karena ada orang-orang yang menentang hanya karena keinginannya tidak diikuti, bukan karena keputusan Anda tidak tepat. Lagipula kata Jend. Colin Powell, "Berusaha agar semua orang menyukai Anda adalah tanda pemimpin yang rata-rata, karena ia tidak berani mengambil keputusan yang sulit dan menolak untuk mengkonfrontasi orang yang memang perlu dikonfrontasi." Tujuan Anda sebagai pemimpin bukan untuk menyenangkan semua orang, tapi mencapai target.(Esther Idayanti)

KALAU ANDA INGIN  MEMBUAT SEMUA ORANG SENANG, JANGAN JADI PEMIMPIN, JUAL ES KRIM SAJA (Steve Jobs)

DECISION DIVIDES

Ketika ditanya komentarnya tentang kepemimpinan, mantan PM Inggris Tony Blair menjawab bahwa "Pilihan itu memisahkan." Memang benar, begitu kita membuat pilihan, pasti ada yang pro dan kontra, suka dan tidak suka, mendukung dan menentang. Memilih menu makan saja ada anggota keluarga yang suka, ada yang protes. Apalagi membuat keputusan yang menyangkut masa depan organisasi dan hidup orang banyak.•

Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Karena itu, orang yang takut "dimusuhi" sulit maju sebagai pemimpin. Ia akan "stuck"  saat hendak mengambil keputusan. Lalu bagaimana?•

Kuncinya bukan menyenangkan semua orang, tapi menyenangkan orang yang tepat! Siapa yang perlu Anda senangkan? Karyawan, pemegang saham, rekan sekerja, atau siapa? Prinsip yang sama berlaku dalam kehidupan keluarga dan pergaulan.•

Jangan ragu memutuskan dan mengambil resiko bahwa orang tidak suka pada Anda. Karena ada orang-orang yang menentang hanya karena keinginannya tidak diikuti, bukan karena keputusan Anda tidak tepat. Lagipula kata Jend. Colin Powell, "Berusaha agar semua orang menyukai Anda adalah tanda pemimpin yang rata-rata, karena ia tidak berani mengambil keputusan yang sulit dan menolak untuk mengkonfrontasi orang yang memang perlu dikonfrontasi." Tujuan Anda sebagai pemimpin bukan untuk menyenangkan semua orang, tapi mencapai target.(Esther Idayanti)

KALAU ANDA INGIN  MEMBUAT SEMUA ORANG SENANG, JANGAN JADI PEMIMPIN, JUAL ES KRIM SAJA (Steve Jobs)

💬 31Normal

DUA DAFTAR

Dalam hidup ini tidak semua hal bisa diprediksi. Kadang apa yang sangat kita harapkan tidak terjadi. Bila orang tidak siap menerima kenyataan, mereka akan marah, stress, depresi, denial, bahkan ada yang berpaling dari Tuhan.•
•
Saya belajar dari Bill Gothard, bila mengharapkan sesuatu, ada baiknya kita membuat dua daftar: keuntungan bila kita MENDAPATKAN apa yang kita inginkan, dan bila hal itu TIDAK terjadi•
•
Contohnya: bila proyek A berjalan, ada income tambahan, belajar hal baru. Bila proposal proyek tidak diterima: ada kesempatan untuk menekuni yang sekarang ada di tangan, tidak terlalu sibuk sehingga ada waktu untuk keluarga•
•
Mungkin Anda bertanya, bagaimana membuat "dua daftar" untuk hal yang menyedihkan seperti sakit parah, atau pasangan selingkuh? Memang tidak mudah, tetapi bila kita memang mau bersyukur pada Tuhan apapun yang terjadi, selalu ada hal positif yang bisa dicari. Contohnya dalam perselingkuhan, seseorang bisa membuat daftar bila suami/isteri kembali, maka rumah tangga bisa utuh lagi. Tetapi bila tidak: ia bisa memfokuskan diri bagaimana hidup dekat dengan Tuhan, memiliki kebebasan yang lebih, dapat mengembangkan karakter kesabaran dan ketangguhan, dll•
•
Dua daftar ini membuat kita bisa selalu bersyukur. Persembahan yang indah pada Tuhan bukan hanya nyanyian di saat suka, tetapi ucapan syukur di kala duka dan tetap beriman di tengah badai. Karena ini menyatakan kepercayaan kita, bahwa Tuhan sanggup menggunakan situasi yang tidak menyenangkan untuk membawa kebaikan bagi kita (Esther Idayanti)•
•
TANTANGAN AKAN DATANG, TETAPI KETIKA KAMU PERCAYA PADA TUHAN, TANTANGAN ITU AKAN MENGUATKAN IMANMU (Neil L. Andersen)

DUA DAFTAR

Dalam hidup ini tidak semua hal bisa diprediksi. Kadang apa yang sangat kita harapkan tidak terjadi. Bila orang tidak siap menerima kenyataan, mereka akan marah, stress, depresi, denial, bahkan ada yang berpaling dari Tuhan.•

Saya belajar dari Bill Gothard, bila mengharapkan sesuatu, ada baiknya kita membuat dua daftar: keuntungan bila kita MENDAPATKAN apa yang kita inginkan, dan bila hal itu TIDAK terjadi•

Contohnya: bila proyek A berjalan, ada income tambahan, belajar hal baru. Bila proposal proyek tidak diterima: ada kesempatan untuk menekuni yang sekarang ada di tangan, tidak terlalu sibuk sehingga ada waktu untuk keluarga•

Mungkin Anda bertanya, bagaimana membuat "dua daftar" untuk hal yang menyedihkan seperti sakit parah, atau pasangan selingkuh? Memang tidak mudah, tetapi bila kita memang mau bersyukur pada Tuhan apapun yang terjadi, selalu ada hal positif yang bisa dicari. Contohnya dalam perselingkuhan, seseorang bisa membuat daftar bila suami/isteri kembali, maka rumah tangga bisa utuh lagi. Tetapi bila tidak: ia bisa memfokuskan diri bagaimana hidup dekat dengan Tuhan, memiliki kebebasan yang lebih, dapat mengembangkan karakter kesabaran dan ketangguhan, dll•

Dua daftar ini membuat kita bisa selalu bersyukur. Persembahan yang indah pada Tuhan bukan hanya nyanyian di saat suka, tetapi ucapan syukur di kala duka dan tetap beriman di tengah badai. Karena ini menyatakan kepercayaan kita, bahwa Tuhan sanggup menggunakan situasi yang tidak menyenangkan untuk membawa kebaikan bagi kita (Esther Idayanti)•

TANTANGAN AKAN DATANG, TETAPI KETIKA KAMU PERCAYA PADA TUHAN, TANTANGAN ITU AKAN MENGUATKAN IMANMU (Neil L. Andersen)

💬 6Normal

💬 8Normal

KESETIAAN

Monica Evans (89 tahun) merayakan 70 tahun bekerja di perusahaan yang sama. Ia mulai bekerja sebagai akuntan di perusahaan itu ketika berusia 19 tahun.  Kini, ia bekerja pada buyut pendiri perusahaan yang dulu menjadi atasannya. Monica sudah melalui naik turunnya perusahaan, dan kadang ketika keadaan sangat sulit, Monica berpikir untuk pensiun. Tetapi  ia mengurungkan niatnya, “Selama masih sehat, saya ingin terus bekerja.”•
•
Kesetiaan Monica memang luar biasa. Namun, saat ini sulit mengharapkan generasi Millenial untuk bekerja di perusahaan yang sama selama 10 atau 20 tahun.  Kalaupun para Millenial mau mengabdikan dirinya, mereka ingin berada di tempat di mana mereka bisa bertumbuh terus-menerus.  Kenyataannya, di mana pun kita bekerja, selalu ada masa-masa “stagnant” dan sulit•
•
Kadang sebagai pemimpin kita repot menangani anak buah yang masuk keluar dengan mudahnya.  Apapun yang perusahaan tawarkan, sepertinya tidak cukup baik untuk menahan mereka.  Trent Shelton berkata, “Hidup mengajar saya bahwa Anda tidak bisa mengontrol kesetiaan seseorang. Tidak peduli betapa baiknya Anda pada mereka, tidak berarti mereka akan memperlakukan Anda dengan cara yang sama.” Jadi bagaimana?•
•
Jalani hidup ini seperti sopir bis. Ada orang naik di halte yang satu, turun di halte yang lain, sopir bis tidak menangisi orang-orang yang turun, tetapi ia terus berjalan menuju tujuan. Demikian pula ada orang-orang yang hadir dalam kehidupan Anda, lalu meninggalkan Anda di halte kehidupan tertentu, tidak perlu disesali atau sedih.  Teruskan perjalanan meraih tujuan bersama orang-orang yang ada dalam bis Anda.  Ketika seseorang pergi dari hidup Anda, mereka memberi ruang untuk seseorang yang lebih baik masuk dalam kehidupan Anda (Esther Idayanti)•
•
KESETIAAN DAN DEDIKASI TIDAK BISA DIBELI ATAU DIBAYAR UNTUK DIHENTIKAN (Zelda Grange)

KESETIAAN

Monica Evans (89 tahun) merayakan 70 tahun bekerja di perusahaan yang sama. Ia mulai bekerja sebagai akuntan di perusahaan itu ketika berusia 19 tahun.  Kini, ia bekerja pada buyut pendiri perusahaan yang dulu menjadi atasannya. Monica sudah melalui naik turunnya perusahaan, dan kadang ketika keadaan sangat sulit, Monica berpikir untuk pensiun. Tetapi  ia mengurungkan niatnya, “Selama masih sehat, saya ingin terus bekerja.”•

Kesetiaan Monica memang luar biasa. Namun, saat ini sulit mengharapkan generasi Millenial untuk bekerja di perusahaan yang sama selama 10 atau 20 tahun.  Kalaupun para Millenial mau mengabdikan dirinya, mereka ingin berada di tempat di mana mereka bisa bertumbuh terus-menerus.  Kenyataannya, di mana pun kita bekerja, selalu ada masa-masa “stagnant” dan sulit•

Kadang sebagai pemimpin kita repot menangani anak buah yang masuk keluar dengan mudahnya.  Apapun yang perusahaan tawarkan, sepertinya tidak cukup baik untuk menahan mereka.  Trent Shelton berkata, “Hidup mengajar saya bahwa Anda tidak bisa mengontrol kesetiaan seseorang. Tidak peduli betapa baiknya Anda pada mereka, tidak berarti mereka akan memperlakukan Anda dengan cara yang sama.” Jadi bagaimana?•

Jalani hidup ini seperti sopir bis. Ada orang naik di halte yang satu, turun di halte yang lain, sopir bis tidak menangisi orang-orang yang turun, tetapi ia terus berjalan menuju tujuan. Demikian pula ada orang-orang yang hadir dalam kehidupan Anda, lalu meninggalkan Anda di halte kehidupan tertentu, tidak perlu disesali atau sedih.  Teruskan perjalanan meraih tujuan bersama orang-orang yang ada dalam bis Anda.  Ketika seseorang pergi dari hidup Anda, mereka memberi ruang untuk seseorang yang lebih baik masuk dalam kehidupan Anda (Esther Idayanti)•

KESETIAAN DAN DEDIKASI TIDAK BISA DIBELI ATAU DIBAYAR UNTUK DIHENTIKAN (Zelda Grange)

💬 8Normal

MENGUBAH ORANG LAIN

Satu hal yang mendekati mustahil adalah mengubah orang lain. Mengubah diri sendiri saja sulit, apalagi mengubah orang lain. Padahal, kita tahu beberapa orang, terutama orang yang kita kasihi, perlu berubah. Kita tahu mereka perlu berhenti dari kebiasaan buruk. Kita miris melihat mereka sedang menghancurkan masa depannya. Kita kasihan karena mereka tidak bisa melihat kehidupan yang lebih baik. Tapi semakin kita menunutut seseorang untuk berubah, semakin besar pertentangannya, “People don't resist change, they resist being changed.” Lalu bagaimana?•
•
MEMENGARUHI, BUKAN MENGUBAH. Maksudnya, Anda memberi teladan sehingga ia terinspirasi untuk berubah setelah melihat Anda . Anda memberi pujian bila ia melakukan hal yang benar, dan memotivasinya•
•
BERI GAMBARAN. Kadang orang hidup sembarangan karena ia tidak memiliki harapan atau gambaran tentang masa depannya. Tugas Anda adalah untuk menggugah emosinya, memperlihatkan gambaran buruk tentang keadaan saat ini, dan menyediakan gambaran potensi masa depannya yang gemilang•
•
MENDEKATKAN PADA TUHAN. Orang berubah bila ia mengerti kesalahannya, karena itu ia perlu tahu kebenaran tentang hal itu, dekatkan dia pada Tuhan. Namun, seringkali seseorang ingin berubah, tetapi tidak punya kekuatan untuk melakukan hal tersebut. Untuk kasus ini jawabannya sama, dekatkan dia pada Tuhan. Caranya bukan dengan menguliahinya dengan serentetan ayat, tetapi menceritakan bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan orang lain, dan memberi contoh nyata keterlibatan Tuhan dalam hidup Anda. Kita mendekatkan seseorang pada Tuhan dengan membawa dia pada Tuhan dalam doa-doa kita•
•
Pada akhirnya, setiap manusia memilih jalannya sendiri, yang kadang kita tidak setujui. Tetapi apa boleh buat, kita harus menerima bahwa orang memiliki kehendak bebas.  Walau kita berhenti menaruh ekspektasi padanya, tetapi tidak berhenti berharap dalam doa baginya (Esther Idayanti)•
•
UNTUK MENGINSPIRASI PERUBAHAN, ANDA HARUS MENYENTUH HATINYA, SEBELUM MENGUBAH PIKIRANNYA (George Couros)

MENGUBAH ORANG LAIN

Satu hal yang mendekati mustahil adalah mengubah orang lain. Mengubah diri sendiri saja sulit, apalagi mengubah orang lain. Padahal, kita tahu beberapa orang, terutama orang yang kita kasihi, perlu berubah. Kita tahu mereka perlu berhenti dari kebiasaan buruk. Kita miris melihat mereka sedang menghancurkan masa depannya. Kita kasihan karena mereka tidak bisa melihat kehidupan yang lebih baik. Tapi semakin kita menunutut seseorang untuk berubah, semakin besar pertentangannya, “People don't resist change, they resist being changed.” Lalu bagaimana?•

MEMENGARUHI, BUKAN MENGUBAH. Maksudnya, Anda memberi teladan sehingga ia terinspirasi untuk berubah setelah melihat Anda . Anda memberi pujian bila ia melakukan hal yang benar, dan memotivasinya•

BERI GAMBARAN. Kadang orang hidup sembarangan karena ia tidak memiliki harapan atau gambaran tentang masa depannya. Tugas Anda adalah untuk menggugah emosinya, memperlihatkan gambaran buruk tentang keadaan saat ini, dan menyediakan gambaran potensi masa depannya yang gemilang•

MENDEKATKAN PADA TUHAN. Orang berubah bila ia mengerti kesalahannya, karena itu ia perlu tahu kebenaran tentang hal itu, dekatkan dia pada Tuhan. Namun, seringkali seseorang ingin berubah, tetapi tidak punya kekuatan untuk melakukan hal tersebut. Untuk kasus ini jawabannya sama, dekatkan dia pada Tuhan. Caranya bukan dengan menguliahinya dengan serentetan ayat, tetapi menceritakan bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan orang lain, dan memberi contoh nyata keterlibatan Tuhan dalam hidup Anda. Kita mendekatkan seseorang pada Tuhan dengan membawa dia pada Tuhan dalam doa-doa kita•

Pada akhirnya, setiap manusia memilih jalannya sendiri, yang kadang kita tidak setujui. Tetapi apa boleh buat, kita harus menerima bahwa orang memiliki kehendak bebas.  Walau kita berhenti menaruh ekspektasi padanya, tetapi tidak berhenti berharap dalam doa baginya (Esther Idayanti)•

UNTUK MENGINSPIRASI PERUBAHAN, ANDA HARUS MENYENTUH HATINYA, SEBELUM MENGUBAH PIKIRANNYA (George Couros)

💬 7Normal

MUSIM

Musim sangat penting karena petani memperhatikan musim untuk menanam dan panen.  Ternyata ada juga musim dalam kehidupan. Ada kalanya Anda sangat sibuk membangun karir dan memimpin, ada saatnya istirahat dan berada di belakang layar. Ada saatnya berjumpa, ada saatnya berpisah. Ada kalanya merangkul anak-anak, ada saatnya melepas mereka pergi•
•
APA YANG SAYA PELAJARI? Setiap musim kehidupan membawa pelajaran yang berharga, menambah cerita, dan membangun karakter. Dulu, musim dingin cukup menyiksa, karena membuat saya terpaksa memakai baju berlapis-lapis. Tetapi, musim dingin mengajarkan ketangguhan untuk tetap berangkat kuliah walaupun suhu mendekati nol derajat. Apa yang Anda pelajari di musim kehidupan saat ini?•
•
APA YANG BISA SAYA SYUKURI?  Saya paling suka musim gugur. Daun berubah warna menjadi kuning, oranye, dan merah cerah. Udara sejuk, tapi tidak terlalu dingin. Namun, hal ini tidak lama, karena daun berguguran dan ranting menjadi gundul. Dalam setiap musim kehidupan Anda, selalu ada keindahan yang bisa disyukuri. Tinggal Anda memilih, mau menyesali ranting yang gundul, atau menikmati sejuknya udara dan cerahnya warna, selagi ada•
•
APA YANG BISA SAYA BAGIKAN? Ada musim mangga, musim durian, dll.  Tiap musim menghasilkan buah yang berbeda-beda.  Demikian juga dalam musim kehidupan Anda, ada buah tertentu yang Anda bisa bagikan pada orang lain, dan buah ini hanya didapatkan di musim kehidupan Anda saat ini.  Ada keahlian dan pengalaman yang hanya bisa dibagikan ketika sudah dialami•
•
Dalam musim apapun yang Anda alami, nikmati kehadiran Tuhan berjalan bersama Anda melalui indahnya musim-musim kehidupan ini (Esther Idayanti). ORANG MENANTI SEMINGGU PENUH UNTUK JUMAT, MENANTI SETAHUN PENUH UNTUK MUSIM PANAS, MENANTI SEUMUR HIDUP UNTUK BAHAGIA. BERHENTI MENANTI. NIKMATI MUSIM SAAT INI

MUSIM

Musim sangat penting karena petani memperhatikan musim untuk menanam dan panen.  Ternyata ada juga musim dalam kehidupan. Ada kalanya Anda sangat sibuk membangun karir dan memimpin, ada saatnya istirahat dan berada di belakang layar. Ada saatnya berjumpa, ada saatnya berpisah. Ada kalanya merangkul anak-anak, ada saatnya melepas mereka pergi•

APA YANG SAYA PELAJARI? Setiap musim kehidupan membawa pelajaran yang berharga, menambah cerita, dan membangun karakter. Dulu, musim dingin cukup menyiksa, karena membuat saya terpaksa memakai baju berlapis-lapis. Tetapi, musim dingin mengajarkan ketangguhan untuk tetap berangkat kuliah walaupun suhu mendekati nol derajat. Apa yang Anda pelajari di musim kehidupan saat ini?•

APA YANG BISA SAYA SYUKURI?  Saya paling suka musim gugur. Daun berubah warna menjadi kuning, oranye, dan merah cerah. Udara sejuk, tapi tidak terlalu dingin. Namun, hal ini tidak lama, karena daun berguguran dan ranting menjadi gundul. Dalam setiap musim kehidupan Anda, selalu ada keindahan yang bisa disyukuri. Tinggal Anda memilih, mau menyesali ranting yang gundul, atau menikmati sejuknya udara dan cerahnya warna, selagi ada•

APA YANG BISA SAYA BAGIKAN? Ada musim mangga, musim durian, dll.  Tiap musim menghasilkan buah yang berbeda-beda.  Demikian juga dalam musim kehidupan Anda, ada buah tertentu yang Anda bisa bagikan pada orang lain, dan buah ini hanya didapatkan di musim kehidupan Anda saat ini.  Ada keahlian dan pengalaman yang hanya bisa dibagikan ketika sudah dialami•

Dalam musim apapun yang Anda alami, nikmati kehadiran Tuhan berjalan bersama Anda melalui indahnya musim-musim kehidupan ini (Esther Idayanti). ORANG MENANTI SEMINGGU PENUH UNTUK JUMAT, MENANTI SETAHUN PENUH UNTUK MUSIM PANAS, MENANTI SEUMUR HIDUP UNTUK BAHAGIA. BERHENTI MENANTI. NIKMATI MUSIM SAAT INI

💬 3Normal

EQUAL PARTNERSHIP?

Seringkali orang memasuki pernikahan dengan ide “mitra yang setara,” seperti dengan mitra bisnisnya.  Mereka berharap bisa mendapatkan rasa hormat dan dukungan dari pasangannya. Bisa  mencapai tujuan masing-masing, yang satu ingin berkarir, yang lain ingin meraih pendidikan yang lebih tinggi. Lalu mereka membagi tugas rumah tangga dengan adil, mengasuh anak, membuat keputusan dan mengelola uang bersama•
•
Walaupun hal itu baik, dan seharusnya demikian, tetapi pada kenyataannya ada saja pernikahan yang tidak setara.  Menurut studi, istri melakukan 2x hingga 3x lipat pekerjaan rumah tangga, tidak peduli apakah ia juga kerja di luar rumah. Sedangkan suami memiliki kuasa lebih besar dalam pengambilan keputusan•
•
SUAMI DAN ISTRI TIDAK SAMA. Mereka berbeda dalam cara berpikir, dalam kekuatan dan kelemahan mereka, beda dalam ketrampilan, kemampuan menanggung beban dll. Pernikahan tidak bisa benar-benar setara, karena apa yang disumbangkan dalam pernikahan oleh kedua belah pihak berbeda.  Dan seringkali sumbangan ini tidak bisa diukur dengan satuan tertentu, sulit dibandingkan•
•
TERIMA KEADAAN. Kadang di tengah pernikahan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tertimpa penyakit, PHK, dll.  Atau, setelah menikah, ternyata pasangan tidak bisa menerima kesetaraan karena kepribadian yang sangat dominan atau "insecurity." Dalam keadaan seperti ini, menuntut kesetaraan adalah jalan menuju sakit hati atau perceraian.  Ingat pepatah, “In a partnership, there’s give and take.  In a marriage, there’s only give.”•
•
LEBIH BAHAGIA MEMBERI DARIPADA MENERIMA. Bisakah kita bersyukur bahwa kita memiliki “lebih” dari pasangan kita, sehingga kita bisa memberi atau melayani lebih banyak dari dia?  Banyak pernikahan hancur saat ini, karena orang terobsesi dengan persamaan hak, dan mengabaikan hal-hal seperti: kewajiban, tanggung jawab, pengorbanan, dan pelayanan (Esther Idayanti)•
•
KESETARAAN DALAM PERNIKAHAN BERARTI MENGERTI BAHWA PERNIKAHAN TIDAK SELALU 50% - 50%

EQUAL PARTNERSHIP?

Seringkali orang memasuki pernikahan dengan ide “mitra yang setara,” seperti dengan mitra bisnisnya.  Mereka berharap bisa mendapatkan rasa hormat dan dukungan dari pasangannya. Bisa  mencapai tujuan masing-masing, yang satu ingin berkarir, yang lain ingin meraih pendidikan yang lebih tinggi. Lalu mereka membagi tugas rumah tangga dengan adil, mengasuh anak, membuat keputusan dan mengelola uang bersama•

Walaupun hal itu baik, dan seharusnya demikian, tetapi pada kenyataannya ada saja pernikahan yang tidak setara.  Menurut studi, istri melakukan 2x hingga 3x lipat pekerjaan rumah tangga, tidak peduli apakah ia juga kerja di luar rumah. Sedangkan suami memiliki kuasa lebih besar dalam pengambilan keputusan•

SUAMI DAN ISTRI TIDAK SAMA. Mereka berbeda dalam cara berpikir, dalam kekuatan dan kelemahan mereka, beda dalam ketrampilan, kemampuan menanggung beban dll. Pernikahan tidak bisa benar-benar setara, karena apa yang disumbangkan dalam pernikahan oleh kedua belah pihak berbeda.  Dan seringkali sumbangan ini tidak bisa diukur dengan satuan tertentu, sulit dibandingkan•

TERIMA KEADAAN. Kadang di tengah pernikahan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tertimpa penyakit, PHK, dll.  Atau, setelah menikah, ternyata pasangan tidak bisa menerima kesetaraan karena kepribadian yang sangat dominan atau "insecurity." Dalam keadaan seperti ini, menuntut kesetaraan adalah jalan menuju sakit hati atau perceraian.  Ingat pepatah, “In a partnership, there’s give and take.  In a marriage, there’s only give.”•

LEBIH BAHAGIA MEMBERI DARIPADA MENERIMA. Bisakah kita bersyukur bahwa kita memiliki “lebih” dari pasangan kita, sehingga kita bisa memberi atau melayani lebih banyak dari dia?  Banyak pernikahan hancur saat ini, karena orang terobsesi dengan persamaan hak, dan mengabaikan hal-hal seperti: kewajiban, tanggung jawab, pengorbanan, dan pelayanan (Esther Idayanti)•

KESETARAAN DALAM PERNIKAHAN BERARTI MENGERTI BAHWA PERNIKAHAN TIDAK SELALU 50% - 50%

💬 7Normal

MUNCHAUSEN SYNDROME

Taukah Anda ada orang yang mengidap Munchausen syndrome? Walaupun sehat, tetapi mereka berpura-pura sakit untuk mendapatkan perhatian, perawatan, dan simpati orang lain. Bahkan, dalam beberapa kasus ekstrim, orang ini mengerti tentang obat-obatan dan mampu menciptakan simtom dalam tubuhnya yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit dalam jangka panjang dan menjalani operasi yang sebenarnya tidak perlu!•
•
Beberapa orang ingin menjadi “pasien” dalam hidup ini, dan mendengar orang berkata, “Oh.. kasihan ya kamu.” Sadar atau tidak, ia menempatkan diri sebagai korban dan ingin ditolong orang lain.  Mungkin itu satu-satunya cara membuat orang perhatian padanya.  Terus terang saja, kadang kita juga terjebak pada “self-pity.” Kita bertanya, “Mengapa terjadi padaku?” “Mengapa orang lain tidak memahamiku?” “Hanya aku sendirian yang bekerja.”•
•
Tetapi “self-pity” menghilangkan ketangguhan seseorang karena berkata, “Saya tidak dapat menghadapinya.” Selain itu, dengan mengasihani diri, kita memfokuskan pikiran pada hal-hal yang buruk dan negatif, sehingga menghalangi kita mencari solusi dan berakibat depresi•
•
Kita bisa mengambil sikap sebagai “korban” atau mengambil tanggung jawab untuk menjadi lebih baik. Sadari bahwa Anda tidak sendirian, banyak orang yang mengalami kesulitan dalam hidup. Bahkan tidak sedikit yang jauh lebih parah dari Anda, dan mereka bisa melaluinya. Lagipula, tidak ada kasus "tanpa harapan" bila kita mencari Tuhan. Jangan sabotase diri Anda dengan “self-pity.” (Esther Idayanti)•
•
DARI SEMUA EMOSI MANUSIA, YANG PALING TIDAK BERGUNA DAN MERUSAK ADALAH MENGASIHANI DIRI.

MUNCHAUSEN SYNDROME

Taukah Anda ada orang yang mengidap Munchausen syndrome? Walaupun sehat, tetapi mereka berpura-pura sakit untuk mendapatkan perhatian, perawatan, dan simpati orang lain. Bahkan, dalam beberapa kasus ekstrim, orang ini mengerti tentang obat-obatan dan mampu menciptakan simtom dalam tubuhnya yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit dalam jangka panjang dan menjalani operasi yang sebenarnya tidak perlu!•

Beberapa orang ingin menjadi “pasien” dalam hidup ini, dan mendengar orang berkata, “Oh.. kasihan ya kamu.” Sadar atau tidak, ia menempatkan diri sebagai korban dan ingin ditolong orang lain.  Mungkin itu satu-satunya cara membuat orang perhatian padanya.  Terus terang saja, kadang kita juga terjebak pada “self-pity.” Kita bertanya, “Mengapa terjadi padaku?” “Mengapa orang lain tidak memahamiku?” “Hanya aku sendirian yang bekerja.”•

Tetapi “self-pity” menghilangkan ketangguhan seseorang karena berkata, “Saya tidak dapat menghadapinya.” Selain itu, dengan mengasihani diri, kita memfokuskan pikiran pada hal-hal yang buruk dan negatif, sehingga menghalangi kita mencari solusi dan berakibat depresi•

Kita bisa mengambil sikap sebagai “korban” atau mengambil tanggung jawab untuk menjadi lebih baik. Sadari bahwa Anda tidak sendirian, banyak orang yang mengalami kesulitan dalam hidup. Bahkan tidak sedikit yang jauh lebih parah dari Anda, dan mereka bisa melaluinya. Lagipula, tidak ada kasus "tanpa harapan" bila kita mencari Tuhan. Jangan sabotase diri Anda dengan “self-pity.” (Esther Idayanti)•

DARI SEMUA EMOSI MANUSIA, YANG PALING TIDAK BERGUNA DAN MERUSAK ADALAH MENGASIHANI DIRI.

💬 4Normal

VIRAL

Ada penyakit yang menyebar lebih cepat dari flu, yaitu kemarahan di sosial media.  Peneliti dari Beihang University di Beijing memeriksa 70 juta posting di sosial media, dan menyimpulkan bahwa kemarahan jauh lebih berpengaruh dari emosi lain seperti kesedihan dan kebahagiaan.  Kemarahan menyebar lebih cepat dan lebih luas•
•
Apa yang membuat orang marah? Berita ketidakadilan di pemerintahan, pelayanan buruk di rumah sakit, bahkan konflik di negara lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kita.  Dan yang parah, seringkali posting-posting yang bersifat kemarahan dan kebencian itu justru berita palsu!  Hingga beberapa orang merasa perlu memulai situs Turn Back Hoax• •
Mengapa para jurnalis tidak menulis berita baik saja, daripada berita buruk?  Mungkin jawabannya kembali pada penelitian ini, bahwa berita buruk yang membuat emosi naik justru laku keras dan cepat menyebar.  Menurut John Berger, profesor Marketing di University of Pennsylvania, “Kemarahan adalah emosi yang membangkitkan, mendorong orang untuk melakukan tindakan... Membuat Anda merasa terbakar, sehingga kemungkinan Anda ikut menyebarkannya.” Dan memang dalam sebuah studi tahun 2013 mengatakan bahwa 100% orang yang menyebarkan kemarahan online merasa lega setelah mereka posting hal tersebut. Tetapi bukan berarti hal ini baik buat kita. Kemarahan membuat adrenalin dan kortisol naik (hormon stres dan khawatir), dan ini buruk bagi kesehatan• •
Jadi bagaimana?  Saya membatasi diri membaca postingan di sosial media, terutama mendekati pemilu, pilkada, demo (masa-masa marak posting kemarahan). Saya juga “unfollow” teman yang posting kemarahan. Biarlah mereka melanjutkan hobinya, tetapi saya tidak ingin tertular.  Masih banyak fakta positif yang bisa dibaca yang tidak kalah penting. (Esther Idayanti)•
•
KEMARAHAN TIDAK MEMBERI SOLUSI, TIDAK MEMBANGUN APAPUN JUGA, TETAPI DAPAT MENGHANCURKAN SEMUANYA.

VIRAL

Ada penyakit yang menyebar lebih cepat dari flu, yaitu kemarahan di sosial media.  Peneliti dari Beihang University di Beijing memeriksa 70 juta posting di sosial media, dan menyimpulkan bahwa kemarahan jauh lebih berpengaruh dari emosi lain seperti kesedihan dan kebahagiaan.  Kemarahan menyebar lebih cepat dan lebih luas•

Apa yang membuat orang marah? Berita ketidakadilan di pemerintahan, pelayanan buruk di rumah sakit, bahkan konflik di negara lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kita.  Dan yang parah, seringkali posting-posting yang bersifat kemarahan dan kebencian itu justru berita palsu!  Hingga beberapa orang merasa perlu memulai situs Turn Back Hoax• •
Mengapa para jurnalis tidak menulis berita baik saja, daripada berita buruk?  Mungkin jawabannya kembali pada penelitian ini, bahwa berita buruk yang membuat emosi naik justru laku keras dan cepat menyebar.  Menurut John Berger, profesor Marketing di University of Pennsylvania, “Kemarahan adalah emosi yang membangkitkan, mendorong orang untuk melakukan tindakan... Membuat Anda merasa terbakar, sehingga kemungkinan Anda ikut menyebarkannya.” Dan memang dalam sebuah studi tahun 2013 mengatakan bahwa 100% orang yang menyebarkan kemarahan online merasa lega setelah mereka posting hal tersebut. Tetapi bukan berarti hal ini baik buat kita. Kemarahan membuat adrenalin dan kortisol naik (hormon stres dan khawatir), dan ini buruk bagi kesehatan• •
Jadi bagaimana?  Saya membatasi diri membaca postingan di sosial media, terutama mendekati pemilu, pilkada, demo (masa-masa marak posting kemarahan). Saya juga “unfollow” teman yang posting kemarahan. Biarlah mereka melanjutkan hobinya, tetapi saya tidak ingin tertular.  Masih banyak fakta positif yang bisa dibaca yang tidak kalah penting. (Esther Idayanti)•

KEMARAHAN TIDAK MEMBERI SOLUSI, TIDAK MEMBANGUN APAPUN JUGA, TETAPI DAPAT MENGHANCURKAN SEMUANYA.

💬 5Normal

TIGA SUMBER

Akar dari segala yang kita lakukan adalah pikiran.  Masa depan diciptakan dalam pikiran, sebelum diwujudkan. Karena itu kita perlu berhati-hati dengan apa yang kita masukkan ke dalam pikiran.  Saat ini, begitu banyak ide dan filosofi ditawarkan lewat media, para pemimpin, entertainment, dan internet. Dan tidak semua hal itu tepat untuk kita. Bagaimana cara memilihnya? 
Pikirkan dari mana sumber filosofi tersebut•
•
TUHAN. Semua yang baik, adil, mulia, penuh kasih, benar, bijak, suci, dan membawa kedamaian adalah dari Tuhan.  Juga semua yang berasal dari firman-Nya. Jadikan hal-hal ini “akar” Anda. Pohon bisa berganti daun, tetapi akarnya tetap. Anda bisa mengubah opini, tetapi prinsip yang dari Tuhan harus selalu dipegang•
•
MANUSIA. Manusia diberi akal dan kehendak bebas oleh Tuhan. Tetapi kadang ia bertindak terlalu jauh di luar koridor yang Tuhan tetapkan. Beberapa filosofi berakar dari keinginan manusia untuk mandiri di luar Tuhan, seperti hedonisme (aku lakukan yang aku suka), materialisme (yang terlihat/materi, adalah yang terpenting), ateisme (tidak ada Tuhan), relativisme (tidak ada kebenaran absolut) dll.  Berhati-hatilah, karena pemikiran manusia ada batasnya, padahal hidup ini tidak terbatas. Ada hal-hal yang tidak mampu dijelaskan oleh otak manusia.  Bila suatu saat kita terbentur hal itu tanpa mengerti sudut pandang ilahi, bisa-bisa kita membuat keputusan yang fatal!•
•
IBLIS. Tujuan yang satu ini sudah jelas, yaitu membuat manusia beralih dari Tuhan. Contohnya melalui film horor, manusia lebih sensitif terhadap adanya hantu daripada kehadiran Tuhan. Ketakutan adalah pintu masuk bagi iblis untuk memengaruhi kita. Tuhan bekerja dengan prinsip kasih, bukan ketakutan. Contoh lain: perdukunan, memanggil arwah, dll. Tuhan yang seharusnya menjadi tempat kita berharap, bukan manusia apalagi kuasa di luar Tuhan (Esther Idayanti)•
•
KATAKAN APA YANG ANDA PERHATIKAN, DAN SAYA BERITAHU SIAPA ANDA (José Ortega y Gasset)

TIGA SUMBER

Akar dari segala yang kita lakukan adalah pikiran.  Masa depan diciptakan dalam pikiran, sebelum diwujudkan. Karena itu kita perlu berhati-hati dengan apa yang kita masukkan ke dalam pikiran.  Saat ini, begitu banyak ide dan filosofi ditawarkan lewat media, para pemimpin, entertainment, dan internet. Dan tidak semua hal itu tepat untuk kita. Bagaimana cara memilihnya?
Pikirkan dari mana sumber filosofi tersebut•

TUHAN. Semua yang baik, adil, mulia, penuh kasih, benar, bijak, suci, dan membawa kedamaian adalah dari Tuhan.  Juga semua yang berasal dari firman-Nya. Jadikan hal-hal ini “akar” Anda. Pohon bisa berganti daun, tetapi akarnya tetap. Anda bisa mengubah opini, tetapi prinsip yang dari Tuhan harus selalu dipegang•

MANUSIA. Manusia diberi akal dan kehendak bebas oleh Tuhan. Tetapi kadang ia bertindak terlalu jauh di luar koridor yang Tuhan tetapkan. Beberapa filosofi berakar dari keinginan manusia untuk mandiri di luar Tuhan, seperti hedonisme (aku lakukan yang aku suka), materialisme (yang terlihat/materi, adalah yang terpenting), ateisme (tidak ada Tuhan), relativisme (tidak ada kebenaran absolut) dll.  Berhati-hatilah, karena pemikiran manusia ada batasnya, padahal hidup ini tidak terbatas. Ada hal-hal yang tidak mampu dijelaskan oleh otak manusia.  Bila suatu saat kita terbentur hal itu tanpa mengerti sudut pandang ilahi, bisa-bisa kita membuat keputusan yang fatal!•

IBLIS. Tujuan yang satu ini sudah jelas, yaitu membuat manusia beralih dari Tuhan. Contohnya melalui film horor, manusia lebih sensitif terhadap adanya hantu daripada kehadiran Tuhan. Ketakutan adalah pintu masuk bagi iblis untuk memengaruhi kita. Tuhan bekerja dengan prinsip kasih, bukan ketakutan. Contoh lain: perdukunan, memanggil arwah, dll. Tuhan yang seharusnya menjadi tempat kita berharap, bukan manusia apalagi kuasa di luar Tuhan (Esther Idayanti)•

KATAKAN APA YANG ANDA PERHATIKAN, DAN SAYA BERITAHU SIAPA ANDA (José Ortega y Gasset)

💬 5Normal

BERSENANG-SENANG

Orangtua saya tinggal di kota lain. Kadang saya jenguk mereka tanpa membawa anak-anak karena mereka sekolah. Lalu komentar si kecil, “Hore... Mami pergi, kita bebas, tidak ada yang atur-atur!” Wah!  Rupanya "mami" identik dengan segudang aturan dan disiplin yang tidak menyenangkan. Bukankah kadang kita berpikir demikian juga terhadap Tuhan yang memberi aturan-aturan sehingga kita tidak bisa “have fun” dalam hidup ini?•
•
Sebenarnya Tuhan juga ingin kita bersenang-senang, karena itu Ia ciptakan berbagai macam hal untuk dinikmati, seperti teman, keluarga, binatang, bunga, rasa, dll. Namun, ada aturan “bersenang-senang” yang perlu kita ikuti•
•
HINDARI KENIKMATAN YANG MENYERET ANDA MENJAUH DARI TUJUAN.  Ingin menabung untuk membeli rumah, tetapi tiap pulang kerja bersenang-senang ke cafe yang menguras isi dompet. Apa tidak boleh melepas lelah? Tentu boleh, tetapi kalau hal itu men jauhkan dari tujuan, jangan dilakukan. Cari alternatif lain•
•
HINDARI KENIKMATAN  YANG MENGGANGGU HAK ORANG LAIN. Contohnya, kita senang memasang musik keras-keras, tetapi mengganggu tetangga sebelah yang sedang tidur•
•
KENIKMATAN ADALAH ALAT, BUKAN TUJUAN. Mengejar kenikmatan demi kenikmatan itu sendiri adalah seperti berlari di “treadmill”, mengejar sesuatu yang tidak pernah ada. Karena kenikmatan adalah relatif. Ketika Anda telah mencapainya dan menikmatinya, hal itu menjadi tidak nikmat lagi, lalu Anda mengejar sesuatu yang lebih. Tidak akan ada habisnya. Kenikmatan adalah alat untuk membantu kita rileks sejenak, membangun hubungan, serta mensyukuri hidup yang Tuhan berikan•
•
Orang berusaha mengisi kekosongan hidupnya dengan kenikmatan, tetapi sebenarnya hanya Tuhan yang dapat mengisi kekosongan hati manusia.  Cari Tuhan terlebih dahulu, baru kita bisa menikmati hidup yang sebenarnya. Selamat bersenang-senang! (Esther Idayanti)•
•
IA YANG MENCINTAI KENIKMATAN, AKAN JATUH KARENA KENIKMATAN (Christopher Marlowe)

BERSENANG-SENANG

Orangtua saya tinggal di kota lain. Kadang saya jenguk mereka tanpa membawa anak-anak karena mereka sekolah. Lalu komentar si kecil, “Hore... Mami pergi, kita bebas, tidak ada yang atur-atur!” Wah!  Rupanya "mami" identik dengan segudang aturan dan disiplin yang tidak menyenangkan. Bukankah kadang kita berpikir demikian juga terhadap Tuhan yang memberi aturan-aturan sehingga kita tidak bisa “have fun” dalam hidup ini?•

Sebenarnya Tuhan juga ingin kita bersenang-senang, karena itu Ia ciptakan berbagai macam hal untuk dinikmati, seperti teman, keluarga, binatang, bunga, rasa, dll. Namun, ada aturan “bersenang-senang” yang perlu kita ikuti•

HINDARI KENIKMATAN YANG MENYERET ANDA MENJAUH DARI TUJUAN.  Ingin menabung untuk membeli rumah, tetapi tiap pulang kerja bersenang-senang ke cafe yang menguras isi dompet. Apa tidak boleh melepas lelah? Tentu boleh, tetapi kalau hal itu men jauhkan dari tujuan, jangan dilakukan. Cari alternatif lain•

HINDARI KENIKMATAN  YANG MENGGANGGU HAK ORANG LAIN. Contohnya, kita senang memasang musik keras-keras, tetapi mengganggu tetangga sebelah yang sedang tidur•

KENIKMATAN ADALAH ALAT, BUKAN TUJUAN. Mengejar kenikmatan demi kenikmatan itu sendiri adalah seperti berlari di “treadmill”, mengejar sesuatu yang tidak pernah ada. Karena kenikmatan adalah relatif. Ketika Anda telah mencapainya dan menikmatinya, hal itu menjadi tidak nikmat lagi, lalu Anda mengejar sesuatu yang lebih. Tidak akan ada habisnya. Kenikmatan adalah alat untuk membantu kita rileks sejenak, membangun hubungan, serta mensyukuri hidup yang Tuhan berikan•

Orang berusaha mengisi kekosongan hidupnya dengan kenikmatan, tetapi sebenarnya hanya Tuhan yang dapat mengisi kekosongan hati manusia.  Cari Tuhan terlebih dahulu, baru kita bisa menikmati hidup yang sebenarnya. Selamat bersenang-senang! (Esther Idayanti)•

IA YANG MENCINTAI KENIKMATAN, AKAN JATUH KARENA KENIKMATAN (Christopher Marlowe)

💬 7Normal

JANGAN LUPA

Di Amerika, segolongan masyarakat merobohkan patung seorang jendral Confederate, yang dulu berperang untuk negara bagian yang mempertahankan perbudakan kulit hitam. Kata mereka, patung itu menjadi simbol kebencian. Tetapi Marc Little, seorang pengacara kulit hitam justru berkata sebaliknya, “Satu-satunya cara untuk berkata ‘tidak akan terjadi lagi’ adalah bila kita mengingat.” Setiap bangsa pernah melakukan kesalahan dan memiliki masa yang kelam.  Tetapi itulah yang membentuk kita sebagai sebuah bangsa: hal yang baik, buruk, kejayaan dan kejatuhan.  Sejarah tidak bisa dihapus, namun perlu diingat supaya kita menghindari kesalahan yang sama.

Saat merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-72 ini, kita mensyukuri apa yang telah dimiliki bangsa ini, seperti tanah yang subur, presiden yang jujur, tingkat pertumbuhan ekonomi yang dipuji oleh Bank Dunia “membuat iri mayoritas negara di dunia,” dll.  Tetapi mari kita ingat juga sejarah bangsa yang kelam, supaya kita tidak mengulanginya. Jatuhnya kerajaan-kerajaan besar karena politik pecah belah VOC. Juga kerusuhan 1998 yang menyebabkan angka kemiskinan mencapai 50% dari populasi, pelarian modal 20 milyar dollar, bangkrutnya banyak bank, hilangnya kepercayaan luar negeri, dll.

Indonesia yang heterogen dalam budaya, agama, suku dan ras, rentan terhadap “devide et impera.” Politik ini mudah dilakukan bila sasaran tidak menyadari bahwa ia sedang diadu. Yang mereka tahu, mereka sedang “membela” sebuah ideologi atau “mengusung” seorang calon. Namun kata-kata mereka menyuarakan kebencian dan perpecahan, bukan persatuan.  Modal mereka adalah percaya pada “orasi” bukan menelaah “fakta.” Setelah 72 tahun berlalu, mudah-mudahan kita lebih bijak dan pandai, karena orang bodoh rentan dipecah belah. Biarlah hati kita dipenuhi kasih dan toleransi, penangkal utama “devide et impera.” Merdeka! (Esther Idayanti)

MEREKA YANG TIDAK DAPAT MENGINGAT MASA LALU AKAN TERKUTUK UNTUK MENGULANGINYA (George Santayana)

JANGAN LUPA

Di Amerika, segolongan masyarakat merobohkan patung seorang jendral Confederate, yang dulu berperang untuk negara bagian yang mempertahankan perbudakan kulit hitam. Kata mereka, patung itu menjadi simbol kebencian. Tetapi Marc Little, seorang pengacara kulit hitam justru berkata sebaliknya, “Satu-satunya cara untuk berkata ‘tidak akan terjadi lagi’ adalah bila kita mengingat.” Setiap bangsa pernah melakukan kesalahan dan memiliki masa yang kelam.  Tetapi itulah yang membentuk kita sebagai sebuah bangsa: hal yang baik, buruk, kejayaan dan kejatuhan.  Sejarah tidak bisa dihapus, namun perlu diingat supaya kita menghindari kesalahan yang sama.

Saat merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-72 ini, kita mensyukuri apa yang telah dimiliki bangsa ini, seperti tanah yang subur, presiden yang jujur, tingkat pertumbuhan ekonomi yang dipuji oleh Bank Dunia “membuat iri mayoritas negara di dunia,” dll.  Tetapi mari kita ingat juga sejarah bangsa yang kelam, supaya kita tidak mengulanginya. Jatuhnya kerajaan-kerajaan besar karena politik pecah belah VOC. Juga kerusuhan 1998 yang menyebabkan angka kemiskinan mencapai 50% dari populasi, pelarian modal 20 milyar dollar, bangkrutnya banyak bank, hilangnya kepercayaan luar negeri, dll.

Indonesia yang heterogen dalam budaya, agama, suku dan ras, rentan terhadap “devide et impera.” Politik ini mudah dilakukan bila sasaran tidak menyadari bahwa ia sedang diadu. Yang mereka tahu, mereka sedang “membela” sebuah ideologi atau “mengusung” seorang calon. Namun kata-kata mereka menyuarakan kebencian dan perpecahan, bukan persatuan.  Modal mereka adalah percaya pada “orasi” bukan menelaah “fakta.” Setelah 72 tahun berlalu, mudah-mudahan kita lebih bijak dan pandai, karena orang bodoh rentan dipecah belah. Biarlah hati kita dipenuhi kasih dan toleransi, penangkal utama “devide et impera.” Merdeka! (Esther Idayanti)

MEREKA YANG TIDAK DAPAT MENGINGAT MASA LALU AKAN TERKUTUK UNTUK MENGULANGINYA (George Santayana)

💬 6Normal

Dirgahayu Indonesia..! 🇮🇩

Dirgahayu Indonesia..! 🇮🇩

💬 1Normal

KACA MATA

Bila di siang hari yang terik kita memakai kaca mata hitam, kelihatannya dunia menjadi lebih teduh.  Lalu kalau Anda memakai kacamata warna hijau, tiba-tiba semua menjadi lebih hijau.  Dan Anda ganti dengan kacamata warna jingga, dunia di sekitar Anda berubah warnanya.  Ternyata tiap orang memakai kacamata yang berbeda warna untuk memandang dunia mereka. Contohnya,  dua orang melihat seorang ibu menangisi suaminya yang meninggal. Yang satu berkata, “Kasihan, mereka sudah begitu lama berdua, tentu sedih berpisah.” Yang lain berkata, “Setelah meninggal, baru disesali, kenapa tidak dari dulu merawat suaminya.” Yang pertama memiliki orangtua dengan pernikahan yang bahagia, yang satu lagi hidup dalam keluarga yang penuh konflik•
•
AGREE TO DISAGREE.  Dua orang mengamati hal yang sama, memiliki kesimpulan yang berbeda. Ternyata kita tidak memandang dunia apa adanya, tetapi menginterpretasikan sesuai masa lalu, pengalaman, dan kepercayaan kita.  Jadi, kalau seseorang punya pendapat yang berbeda dengan kita, kadang yang bisa kita lakukan adalah mengerti dan menerima saja kenyataan bahwa kita memang berbeda, “agree to disagree"•
•
TANYA MENGAPA. Karena beda persepsi, seringkali kita salah menilai motivasi orang lain. Ini banyak terjadi dalam pernikahan. Daripada salah sangka, lebih baik bertanya, “Aku tidak mengerti kenapa kamu begitu?” Mengerti bahwa kita memakai kacamata berwarna membantu kita untuk lebih berhati-hati sebelum menilai•
•
UBAH PERSEPSI. Walaupun tidak semudah mengganti kacamata kuning dengan biru, tetapi ternyata cara pandang seseorang bisa berubah. Ketika ia terbuka terhadap informasi yang baru, dan bertanya “mengapa demikian?” Dan ternyata seseorang bisa memilih cara pandangnya•
•
Dengan dasar apa Anda menyusun cara pandang Anda?  Apakah itu merugikan atau menguntungkan Anda? (Esther Idayanti)

KITA TIDAK MELIHAT HAL-HAL SEPERTI APA ADANYA MEREKA, TETAPI SEPERTI APA ADANYA KITA (Anais Nin)

KACA MATA

Bila di siang hari yang terik kita memakai kaca mata hitam, kelihatannya dunia menjadi lebih teduh.  Lalu kalau Anda memakai kacamata warna hijau, tiba-tiba semua menjadi lebih hijau.  Dan Anda ganti dengan kacamata warna jingga, dunia di sekitar Anda berubah warnanya.  Ternyata tiap orang memakai kacamata yang berbeda warna untuk memandang dunia mereka. Contohnya,  dua orang melihat seorang ibu menangisi suaminya yang meninggal. Yang satu berkata, “Kasihan, mereka sudah begitu lama berdua, tentu sedih berpisah.” Yang lain berkata, “Setelah meninggal, baru disesali, kenapa tidak dari dulu merawat suaminya.” Yang pertama memiliki orangtua dengan pernikahan yang bahagia, yang satu lagi hidup dalam keluarga yang penuh konflik•

AGREE TO DISAGREE.  Dua orang mengamati hal yang sama, memiliki kesimpulan yang berbeda. Ternyata kita tidak memandang dunia apa adanya, tetapi menginterpretasikan sesuai masa lalu, pengalaman, dan kepercayaan kita.  Jadi, kalau seseorang punya pendapat yang berbeda dengan kita, kadang yang bisa kita lakukan adalah mengerti dan menerima saja kenyataan bahwa kita memang berbeda, “agree to disagree"•

TANYA MENGAPA. Karena beda persepsi, seringkali kita salah menilai motivasi orang lain. Ini banyak terjadi dalam pernikahan. Daripada salah sangka, lebih baik bertanya, “Aku tidak mengerti kenapa kamu begitu?” Mengerti bahwa kita memakai kacamata berwarna membantu kita untuk lebih berhati-hati sebelum menilai•

UBAH PERSEPSI. Walaupun tidak semudah mengganti kacamata kuning dengan biru, tetapi ternyata cara pandang seseorang bisa berubah. Ketika ia terbuka terhadap informasi yang baru, dan bertanya “mengapa demikian?” Dan ternyata seseorang bisa memilih cara pandangnya•

Dengan dasar apa Anda menyusun cara pandang Anda?  Apakah itu merugikan atau menguntungkan Anda? (Esther Idayanti)

KITA TIDAK MELIHAT HAL-HAL SEPERTI APA ADANYA MEREKA, TETAPI SEPERTI APA ADANYA KITA (Anais Nin)

💬 4Normal

WINNER AND LOSER

Di tahun 1958, Robert Lane memutuskan untuk menamai anaknya Winner (pemenang), mungkin ia berharap anak ini selalu menjadi seorang pemenang. Tiga tahun kemudian, ia punya bayi laki-laki lagi yang ia namai Loser (pecundang). Nama yang aneh, entah apa yang dipikirkan Robert ketika memberi nama anak terakhir dari 7 bersaudara ini•
•
Tapi ternyata Loser Lane menjadi seorang yang sukses. Ia mendapatkan beasiswa, lulus dari Lafayette College dan bergabung dengan kepolisian New York.  Teman-temannya sungkan memanggilnya “Loser”, jadi mereka memanggilnya Lou seperti nama seorang Perancis.  Lalu bagaimana dengan Winner?  Ternyata ia punya sederetan kasus: lebih dari 30 kali ditahan karena perampokan, kasus kekerasan dalam rumah tangga, masuk tanpa ijin, berontak ketika ditahan, dll•
•
“Apalah arti sebuah nama,” kata Shakespeare. Memang nama tidak menentukan kesuksesan.  Bahkan orang yang menyandang nama besar orangtuanya yang sukses belum tentu bisa mengikuti jejak orangtua mereka.  Apalah arti sebuah keluarga, Winner dan Loser dibesarkan dalam keluarga yang sama, dalam keadaan yang mirip. Tetapi keduanya memiliki akhir yang berbeda.  Jadi apa yang menentukan bila bukan nama dan keluarga?•
•
Kata Churchill, “Sikap adalah hal kecil yang membuat perbedaan besar.” Kalau seseorang bersikap buruk, tantangan dipandang sebagai ancaman. Walaupun kemudian ia menang, tetapi prosesnya dianggap sebuah penderitaan. Tetapi bila seseorang memiliki sikap yang positif, tantangan dianggap kesempatan untuk maju dan memperbaiki diri. Walaupun pada akhirnya gagal, paling tidak ia telah belajar sesuatu.  Sikap lebih penting dari masa lalu Anda, lebih penting dari pendidikan, uang, situasi, dan apa kata orang. Sikap lebih menentukan daripada ketrampilan dan penampilan Anda. Sikap Anda adalah modal terpenting Anda (Esther Idayanti)•
•
MASALAHNYA BUKANLAH MASALAH ITU. MASALAHNYA ADALAH SIKAP ANDA TERHADAP MASALAH ITU (Captain Jack Sparrow)

WINNER AND LOSER

Di tahun 1958, Robert Lane memutuskan untuk menamai anaknya Winner (pemenang), mungkin ia berharap anak ini selalu menjadi seorang pemenang. Tiga tahun kemudian, ia punya bayi laki-laki lagi yang ia namai Loser (pecundang). Nama yang aneh, entah apa yang dipikirkan Robert ketika memberi nama anak terakhir dari 7 bersaudara ini•

Tapi ternyata Loser Lane menjadi seorang yang sukses. Ia mendapatkan beasiswa, lulus dari Lafayette College dan bergabung dengan kepolisian New York.  Teman-temannya sungkan memanggilnya “Loser”, jadi mereka memanggilnya Lou seperti nama seorang Perancis.  Lalu bagaimana dengan Winner?  Ternyata ia punya sederetan kasus: lebih dari 30 kali ditahan karena perampokan, kasus kekerasan dalam rumah tangga, masuk tanpa ijin, berontak ketika ditahan, dll•

“Apalah arti sebuah nama,” kata Shakespeare. Memang nama tidak menentukan kesuksesan.  Bahkan orang yang menyandang nama besar orangtuanya yang sukses belum tentu bisa mengikuti jejak orangtua mereka.  Apalah arti sebuah keluarga, Winner dan Loser dibesarkan dalam keluarga yang sama, dalam keadaan yang mirip. Tetapi keduanya memiliki akhir yang berbeda.  Jadi apa yang menentukan bila bukan nama dan keluarga?•

Kata Churchill, “Sikap adalah hal kecil yang membuat perbedaan besar.” Kalau seseorang bersikap buruk, tantangan dipandang sebagai ancaman. Walaupun kemudian ia menang, tetapi prosesnya dianggap sebuah penderitaan. Tetapi bila seseorang memiliki sikap yang positif, tantangan dianggap kesempatan untuk maju dan memperbaiki diri. Walaupun pada akhirnya gagal, paling tidak ia telah belajar sesuatu.  Sikap lebih penting dari masa lalu Anda, lebih penting dari pendidikan, uang, situasi, dan apa kata orang. Sikap lebih menentukan daripada ketrampilan dan penampilan Anda. Sikap Anda adalah modal terpenting Anda (Esther Idayanti)•

MASALAHNYA BUKANLAH MASALAH ITU. MASALAHNYA ADALAH SIKAP ANDA TERHADAP MASALAH ITU (Captain Jack Sparrow)

💬 8Normal

NO FUN LIKE WORK “There is no fun like work” atau tidak ada hal yang lebih menyenangkan dari pada bekerja, demikian motto Dr. Charles Mayo, pendiri klinik Mayo yang terkenal itu.  Tetapi pada kenyataannya, bila hari Senin tiba, beberapa orang menyeret kaki ke tempat kerja.  Seolah, kalau bisa dihindari, mereka memilih untuk berada di tempat lain dan bukan di tempat kerja.  Ditambah, ada istilah TGIF atau Thanks God it’s Friday (Terima kasih Tuhan ini hari Jumat), rasanya kalau hari Jumat/akhir minggu tiba semua bersuka cita karena sebentar lagi tidak perlu bekerja•
•
Sebenarnya tidak harus demikian.  Pekerjaan adalah sebuah kesempatan di mana kita dapat menggunakan talenta yang Tuhan berikan untuk berkarya bagi orang lain, di samping mendapatkan penghasilan.  Lebih dari itu, Tuhan mengajak kita sebagai mitra-Nya untuk membangun dunia melalui pekerjaan kita.  Bagaimana kita bisa melihat pekerjaan kita bukan sebagai sekretaris, pengusaha, guru atau sopir saja, tetapi sebagai panggilan mulia yang Tuhan percayakan pada kita•
•
Ketika Anda bisa melihat pekerjaan sebagai panggilan-Nya, maka Anda bisa melibatkan Tuhan dalam pekerjaan Anda sehari-hari. Meminta hikmat atau berdoa untuk proyek yang macet. Dan ketika seseorang memandang pekerjaan sebagai amanah-Nya, maka ia tidak mengidolakan karir atau serakah terhadap harta, karena identitas dan tujuannya adalah pada Tuhan, bukan karir atau harta. Ia melakukan yang terbaik untuk melayani-Nya•
•
Jangan tertipu dengan pandangan bahwa alasan Anda bekerja adalah untuk mencari sesuap nasi dan menanti gaji.  Kata pepatah, pekerjaan yang tidak memiliki makna lain selain gaji lebih mirip dengan perbudakan, bukan kebebasan (Esther Idayanti)

KERJA KERAS, BANYAK BERDOA, PERCAYA PADA TUHAN.

NO FUN LIKE WORK “There is no fun like work” atau tidak ada hal yang lebih menyenangkan dari pada bekerja, demikian motto Dr. Charles Mayo, pendiri klinik Mayo yang terkenal itu.  Tetapi pada kenyataannya, bila hari Senin tiba, beberapa orang menyeret kaki ke tempat kerja.  Seolah, kalau bisa dihindari, mereka memilih untuk berada di tempat lain dan bukan di tempat kerja.  Ditambah, ada istilah TGIF atau Thanks God it’s Friday (Terima kasih Tuhan ini hari Jumat), rasanya kalau hari Jumat/akhir minggu tiba semua bersuka cita karena sebentar lagi tidak perlu bekerja•

Sebenarnya tidak harus demikian.  Pekerjaan adalah sebuah kesempatan di mana kita dapat menggunakan talenta yang Tuhan berikan untuk berkarya bagi orang lain, di samping mendapatkan penghasilan.  Lebih dari itu, Tuhan mengajak kita sebagai mitra-Nya untuk membangun dunia melalui pekerjaan kita.  Bagaimana kita bisa melihat pekerjaan kita bukan sebagai sekretaris, pengusaha, guru atau sopir saja, tetapi sebagai panggilan mulia yang Tuhan percayakan pada kita•

Ketika Anda bisa melihat pekerjaan sebagai panggilan-Nya, maka Anda bisa melibatkan Tuhan dalam pekerjaan Anda sehari-hari. Meminta hikmat atau berdoa untuk proyek yang macet. Dan ketika seseorang memandang pekerjaan sebagai amanah-Nya, maka ia tidak mengidolakan karir atau serakah terhadap harta, karena identitas dan tujuannya adalah pada Tuhan, bukan karir atau harta. Ia melakukan yang terbaik untuk melayani-Nya•

Jangan tertipu dengan pandangan bahwa alasan Anda bekerja adalah untuk mencari sesuap nasi dan menanti gaji.  Kata pepatah, pekerjaan yang tidak memiliki makna lain selain gaji lebih mirip dengan perbudakan, bukan kebebasan (Esther Idayanti)

KERJA KERAS, BANYAK BERDOA, PERCAYA PADA TUHAN.

💬 6Normal

JUALAN TOPENG

Kalau Anda ke pasar Triwindu Solo, Anda bisa melihat banyak topeng dijual di situ. Berbagai macam ekspresi, warna, ukuran, dan tokoh bisa dipilih, untuk berbagai macam pementasan dan jalan cerita. Saat memakai topeng, seseorang dikenal sebagai tokoh yang diperankan•
•
Orang modern tidak jual topeng, tetapi jual bisnis "pencitraan". Kalau sudah begini, orang biasa bisa jadi superman, dan koruptor jadi pahlawan. Saya pernah baca di koran, seseorang yang saya kenal digambarkan bertolak belakang dari aslinya. Saya pikir, apa wartawan ini tidak memeriksa dulu sebelum menulis? Tetapi begitulah "pencitraan"•
•
Berpura-pura menjadi seseorang yang lain merugikan diri Anda sendiri, karena Anda berkata bahwa diri Anda yang sebenarnya tidak berharga. Orang yang membutuhkan pencitraan biasanya mengalami "insecurity" (rasa tidak aman), mereka takut tidak diterima dan tidak dicintai bila menjadi diri sendiri. Tetapi sebenarnya, justru orang terdekat di sekitar Anda menghargai ketulusan. Hanya orang-orang yang memandang dari jauh yang bisa dikelabui oleh pencitraan. Jadi, sebenarnya Anda inginkan kasih dan kekaguman dari siapa? Bukankah kasih dari orang-orang terdekat itu yang terpenting?  Tidak perlu berubah untuk menjadi "orang lain" agar dicintai. Jadilah diri Anda sendiri, dan orang yang tepat akan datang mencintai Anda•
•
Apalagi, suatu saat, suatu waktu, kebenaran akan terlihat juga, dan saat kebohongan diungkapkan, yang paling sakit adalah diri Anda sendiri•
•
Dunia ini bukan panggung sandiwara. Bila Anda memakai topeng dan bersandiwara, mungkin orang akan bertepuk tangan, tetapi setelah itu mereka akan meninggalkan pertunjukan Anda (Esther Idayanti)•
•
JANGAN CARI ORANG LAIN UNTUK MENDAPATKAN PENGHARGAAN. CARILAH TUHAN YANG MENGASIHI ANDA APA ADANYA.

JUALAN TOPENG

Kalau Anda ke pasar Triwindu Solo, Anda bisa melihat banyak topeng dijual di situ. Berbagai macam ekspresi, warna, ukuran, dan tokoh bisa dipilih, untuk berbagai macam pementasan dan jalan cerita. Saat memakai topeng, seseorang dikenal sebagai tokoh yang diperankan•

Orang modern tidak jual topeng, tetapi jual bisnis "pencitraan". Kalau sudah begini, orang biasa bisa jadi superman, dan koruptor jadi pahlawan. Saya pernah baca di koran, seseorang yang saya kenal digambarkan bertolak belakang dari aslinya. Saya pikir, apa wartawan ini tidak memeriksa dulu sebelum menulis? Tetapi begitulah "pencitraan"•

Berpura-pura menjadi seseorang yang lain merugikan diri Anda sendiri, karena Anda berkata bahwa diri Anda yang sebenarnya tidak berharga. Orang yang membutuhkan pencitraan biasanya mengalami "insecurity" (rasa tidak aman), mereka takut tidak diterima dan tidak dicintai bila menjadi diri sendiri. Tetapi sebenarnya, justru orang terdekat di sekitar Anda menghargai ketulusan. Hanya orang-orang yang memandang dari jauh yang bisa dikelabui oleh pencitraan. Jadi, sebenarnya Anda inginkan kasih dan kekaguman dari siapa? Bukankah kasih dari orang-orang terdekat itu yang terpenting?  Tidak perlu berubah untuk menjadi "orang lain" agar dicintai. Jadilah diri Anda sendiri, dan orang yang tepat akan datang mencintai Anda•

Apalagi, suatu saat, suatu waktu, kebenaran akan terlihat juga, dan saat kebohongan diungkapkan, yang paling sakit adalah diri Anda sendiri•

Dunia ini bukan panggung sandiwara. Bila Anda memakai topeng dan bersandiwara, mungkin orang akan bertepuk tangan, tetapi setelah itu mereka akan meninggalkan pertunjukan Anda (Esther Idayanti)•

JANGAN CARI ORANG LAIN UNTUK MENDAPATKAN PENGHARGAAN. CARILAH TUHAN YANG MENGASIHI ANDA APA ADANYA.

💬 13Normal

BAIK ATAU BURUK?

William Bud Post menang undian US $ 16,2 juta.  Saat itu ia sangat miskin, ia menggadaikan cincinnya untuk membeli undian dan ternyata menang!  William kemudian membeli rumah, kapal layar, mobil mewah, restauran, pesawat.  Baik atau buruk?  Tentu sangat baik!  Mari kita lanjutkan. Setelah ia menang undian, saudaranya menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhnya, ia bercerai dari isteri keenam, dituntut oleh temannya, masuk penjara karena terbukti bersalah berusaha menembak penagih hutang, dan dan ia meninggal tahun 2006 dalam keadaan bangkrut.  Mari kita ulangi pertanyaan yang sama, “Baik atau buruk?” Jawabannya sudah pasti “buruk”•
•
Kisah lain, ada tiga anak kecil berjalan di dekat tiang listrik bertegangan tinggi yang sedang diperbaiki di Okinawa. Ketika tukang listrik sedang mengambil peralatan di mobil, salah satu anak itu menyentuh kabel listrik dan meninggal. Orang tua anak itu sangat terpukul.  Baik atau buruk?  Sangat buruk!  Seorang anak kecil mati gara-gara kecerobohan seorang tukang listrik. Tetapi setelah kematian anak itu, kedua orangtuanya yang selama ini tidak peduli pada Tuhan, mulai mencari Tuhan.  Singkat cerita, orangtuanya kemudian menjadi rohaniwan untuk tentara Amerika Serikat yang bertugas di Okinawa, Puerto Rico, Panama dan Jepang.  Satu kematian yang mengerikan, berakhir dengan ratusan orang datang pada Tuhan.  Baik atau buruk?  Tentu baik•
•
Bagaimana menilai sesuatu itu “baik” atau “buruk”? (1) Pandang dari segi kekekalan (2) Bila membangun karakter saya (3) Bila sesuai rencana-Nya•
•
Jangan buru-buru menilai hidup Anda berdasarkan satu atau dua kejadian saja.  Sabarlah untuk melihat apa yang Tuhan bisa atur bagi hidup kita dari awal hingga akhir.  Tuhan dapat menggunakan semua kejadian, bahkan yang buruk sekalipun, dan merangkainya menjadi sesuatu yang “sempurna” bila kita bekerja sama dengan-Nya (Esther Idayanti)•
•
TUHAN DAPAT MEMBUAT SESUATU YANG INDAH DARI BADAI YANG MEMBAWA KEHANCURAN DALAM HIDUP ANDA

BAIK ATAU BURUK?

William Bud Post menang undian US $ 16,2 juta.  Saat itu ia sangat miskin, ia menggadaikan cincinnya untuk membeli undian dan ternyata menang!  William kemudian membeli rumah, kapal layar, mobil mewah, restauran, pesawat.  Baik atau buruk?  Tentu sangat baik!  Mari kita lanjutkan. Setelah ia menang undian, saudaranya menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhnya, ia bercerai dari isteri keenam, dituntut oleh temannya, masuk penjara karena terbukti bersalah berusaha menembak penagih hutang, dan dan ia meninggal tahun 2006 dalam keadaan bangkrut.  Mari kita ulangi pertanyaan yang sama, “Baik atau buruk?” Jawabannya sudah pasti “buruk”•

Kisah lain, ada tiga anak kecil berjalan di dekat tiang listrik bertegangan tinggi yang sedang diperbaiki di Okinawa. Ketika tukang listrik sedang mengambil peralatan di mobil, salah satu anak itu menyentuh kabel listrik dan meninggal. Orang tua anak itu sangat terpukul.  Baik atau buruk?  Sangat buruk!  Seorang anak kecil mati gara-gara kecerobohan seorang tukang listrik. Tetapi setelah kematian anak itu, kedua orangtuanya yang selama ini tidak peduli pada Tuhan, mulai mencari Tuhan.  Singkat cerita, orangtuanya kemudian menjadi rohaniwan untuk tentara Amerika Serikat yang bertugas di Okinawa, Puerto Rico, Panama dan Jepang.  Satu kematian yang mengerikan, berakhir dengan ratusan orang datang pada Tuhan.  Baik atau buruk?  Tentu baik•

Bagaimana menilai sesuatu itu “baik” atau “buruk”? (1) Pandang dari segi kekekalan (2) Bila membangun karakter saya (3) Bila sesuai rencana-Nya•

Jangan buru-buru menilai hidup Anda berdasarkan satu atau dua kejadian saja.  Sabarlah untuk melihat apa yang Tuhan bisa atur bagi hidup kita dari awal hingga akhir.  Tuhan dapat menggunakan semua kejadian, bahkan yang buruk sekalipun, dan merangkainya menjadi sesuatu yang “sempurna” bila kita bekerja sama dengan-Nya (Esther Idayanti)•

TUHAN DAPAT MEMBUAT SESUATU YANG INDAH DARI BADAI YANG MEMBAWA KEHANCURAN DALAM HIDUP ANDA

💬 20Normal

TAHU TANPA TAKUT

Di British Museum ada sebuah peta perairan Amerika buatan tahun 1525. Yang menarik, pembuatnya menulis komentar di daerah yang belum pernah dijelajahi: “Di sini ada raksasa,” “Di sini ada kalajengking berbahaya,” “Di sini ada naga.” Peta tersebut akhirnya sampai di tangan Sir John Franklin, seorang penjelajah Inggris tahun 1800an.  Ia mencoret kata-kata yang menakutkan itu, dan menulis di peta, “Di sini ada Tuhan.”•
•
Seperti peta tersebut, ada bagian-bagian hidup kita belum “dijelajahi”, yaitu masa depan kita. Namun ada gambaran tertentu yang sering kita pikirkan tentang masa depan, berdasarkan data masa kini. Contohnya, bila saat ini kita divonis terkena penyakit tertentu, maka langsung pikiran kita menjelajah ke masa depan tentang berbagai akibat fatal yang mungkin terjadi. Bila saat ini usaha kita sedang sulit, maka kita langsung berpikir tentang masa depan yang suram, harus jual rumah, anak-anak mungkin tidak bisa bersekolah, dll.  Bukankah kita harus bersiap-siap menghadapi masa depan dengan mempelajari segala resikonya?  Tapi seringkali semakin kita cari tahu, semakin kita khawatir•
•
Ada perbedaan antara berhati-hati (membuat persiapan) dengan takut akan masa depan. Ketakutan berakar dari keinginan untuk mengontrol masa depan, sedangkan iman menyerahkan masa depan pada Tuhan. Iman bukan meniadakan realita, tetapi iman menghadapi realita dengan pengertian bahwa Tuhan bisa mengubah realita.  Kalaupun Ia memutuskan untuk tidak mengubahnya, tidak ada yang perlu ditakutkan karena Tuhan dapat dipercaya, dan ia sangat mengasihi Anda. Ia akan memberi kekuatan pada waktunya. Banyak orang bisa berkata, “Tuhan itu baik,” bila semua berjalan lancar. Tetapi apakah kita bisa mengatakan hal yang sama pada waktu-waktu yang sulit?  Datanglah mendekat dan kenali kebaikan-Nya (Esther Idayanti)•
•
KITA HARUS BERDOA DENGAN MATA TERTUJU PADA TUHAN, BUKAN PADA KESULITAN (Oswald Chambers)

TAHU TANPA TAKUT

Di British Museum ada sebuah peta perairan Amerika buatan tahun 1525. Yang menarik, pembuatnya menulis komentar di daerah yang belum pernah dijelajahi: “Di sini ada raksasa,” “Di sini ada kalajengking berbahaya,” “Di sini ada naga.” Peta tersebut akhirnya sampai di tangan Sir John Franklin, seorang penjelajah Inggris tahun 1800an.  Ia mencoret kata-kata yang menakutkan itu, dan menulis di peta, “Di sini ada Tuhan.”•

Seperti peta tersebut, ada bagian-bagian hidup kita belum “dijelajahi”, yaitu masa depan kita. Namun ada gambaran tertentu yang sering kita pikirkan tentang masa depan, berdasarkan data masa kini. Contohnya, bila saat ini kita divonis terkena penyakit tertentu, maka langsung pikiran kita menjelajah ke masa depan tentang berbagai akibat fatal yang mungkin terjadi. Bila saat ini usaha kita sedang sulit, maka kita langsung berpikir tentang masa depan yang suram, harus jual rumah, anak-anak mungkin tidak bisa bersekolah, dll.  Bukankah kita harus bersiap-siap menghadapi masa depan dengan mempelajari segala resikonya?  Tapi seringkali semakin kita cari tahu, semakin kita khawatir•

Ada perbedaan antara berhati-hati (membuat persiapan) dengan takut akan masa depan. Ketakutan berakar dari keinginan untuk mengontrol masa depan, sedangkan iman menyerahkan masa depan pada Tuhan. Iman bukan meniadakan realita, tetapi iman menghadapi realita dengan pengertian bahwa Tuhan bisa mengubah realita.  Kalaupun Ia memutuskan untuk tidak mengubahnya, tidak ada yang perlu ditakutkan karena Tuhan dapat dipercaya, dan ia sangat mengasihi Anda. Ia akan memberi kekuatan pada waktunya. Banyak orang bisa berkata, “Tuhan itu baik,” bila semua berjalan lancar. Tetapi apakah kita bisa mengatakan hal yang sama pada waktu-waktu yang sulit? Datanglah mendekat dan kenali kebaikan-Nya (Esther Idayanti)•

KITA HARUS BERDOA DENGAN MATA TERTUJU PADA TUHAN, BUKAN PADA KESULITAN (Oswald Chambers)

💬 17Normal

INSIDE OUT

Kita hidup di dunia yang sangat visual. Kita melihat iklan di jalanan, menonton TV, bermain gadget, dan posting foto di sosmed.  Semua dinilai dari apa yang dilihat: ke mana kita liburan, kendaraan apa yang kita pakai, seperti apa penampilan kita, dll.  Dan dalam budaya modern ini, orang menekankan pencapaian mereka. Sehingga orang sibuk memoles apa yang kelihatan di luar, dan lupa untuk membangun apa yang di dalam, atau “inner life.”•
•
Sebenarnya, kehidupan yang di luar diatur oleh apa yang ada di dalam diri seseorang.  Pikiran kita mengatur keputusan-keputusan kita.  Hati kita mengarahkan apa yang akan kita lakukan.  Iman kita menentukan kuat tidaknya kita menghadapi tantangan.  Bagaimana kita mengenal Tuhan menentukan cara pandang kita tentang dunia•
•
Apa yang tidak terlihat justru sebenarnya lebih penting dari apa yang terlihat.  Tapi sayangnya, karena “inner life” tidak bisa dilihat dan diukur, orang merasa hal itu tidak penting.  Padahal, bila Anda sukses dalam kehidupan yang “di luar”, tetapi berantakan dalam kehidupan yang “di dalam,” tidak lama apa yang Anda bangun akan hancur: hubungan, keluarga, integritas, dll•
•
Bangun “inner life” Anda dengan membangun karakter,  karena karakter adalah diri Anda yang sebenarnya.  Praktekkan nilai-nilai yang unggul (contoh: kasih, integritas, dll) dalam kehidupan pribadi maupun profesi Anda. Ambil waktu setiap hari untuk berdoa, mencari Tuhan. Pikirkan: Saya ingin menjadi seseorang seperti apa? (bukan “memiliki” apa). Apa tujuan hidup saya?  Apa nilai-nilai yang akan selalu saya pegang dalam hidup ini? Apa sumbangsih saya bagi orang lain? (Esther Idayanti)•
•
TAK ADA SEORANG PUN AKAN BERDIRI PADA SAAT PEMAKAMAN ANDA DAN BERKATA, “IA PUNYA SOFA YANG MAHAL DAN SEPATU YANG KEREN." HIDUP BUKAN TENTANG BARANG/MATERI.

INSIDE OUT

Kita hidup di dunia yang sangat visual. Kita melihat iklan di jalanan, menonton TV, bermain gadget, dan posting foto di sosmed.  Semua dinilai dari apa yang dilihat: ke mana kita liburan, kendaraan apa yang kita pakai, seperti apa penampilan kita, dll.  Dan dalam budaya modern ini, orang menekankan pencapaian mereka. Sehingga orang sibuk memoles apa yang kelihatan di luar, dan lupa untuk membangun apa yang di dalam, atau “inner life.”•

Sebenarnya, kehidupan yang di luar diatur oleh apa yang ada di dalam diri seseorang.  Pikiran kita mengatur keputusan-keputusan kita.  Hati kita mengarahkan apa yang akan kita lakukan.  Iman kita menentukan kuat tidaknya kita menghadapi tantangan.  Bagaimana kita mengenal Tuhan menentukan cara pandang kita tentang dunia•

Apa yang tidak terlihat justru sebenarnya lebih penting dari apa yang terlihat.  Tapi sayangnya, karena “inner life” tidak bisa dilihat dan diukur, orang merasa hal itu tidak penting.  Padahal, bila Anda sukses dalam kehidupan yang “di luar”, tetapi berantakan dalam kehidupan yang “di dalam,” tidak lama apa yang Anda bangun akan hancur: hubungan, keluarga, integritas, dll•

Bangun “inner life” Anda dengan membangun karakter,  karena karakter adalah diri Anda yang sebenarnya.  Praktekkan nilai-nilai yang unggul (contoh: kasih, integritas, dll) dalam kehidupan pribadi maupun profesi Anda. Ambil waktu setiap hari untuk berdoa, mencari Tuhan. Pikirkan: Saya ingin menjadi seseorang seperti apa? (bukan “memiliki” apa). Apa tujuan hidup saya?  Apa nilai-nilai yang akan selalu saya pegang dalam hidup ini? Apa sumbangsih saya bagi orang lain? (Esther Idayanti)•

TAK ADA SEORANG PUN AKAN BERDIRI PADA SAAT PEMAKAMAN ANDA DAN BERKATA, “IA PUNYA SOFA YANG MAHAL DAN SEPATU YANG KEREN." HIDUP BUKAN TENTANG BARANG/MATERI.

💬 10Normal